Pemukim Penjajah Israel Hancurkan Tanah Milik Warga Palestina di Kota Beit Ula di Sebelah Barat Hebron

Ket. Foto: Para Pemukim Penjajah Israel Menghancurkan Tanah Warga Palestina di Beit Ula
Ket. Foto: Para Pemukim Penjajah Israel Menghancurkan Tanah Warga Palestina di Beit Ula Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Para pemukim penjajah Israel di bawah perlindungan pasukan penjajah Israel menghancurkan tanah milik warga Palestina di Kota Beit Ula yang terletak di sebelah barat Hebron.

Para pemukim penjajah Israel tersebut juga mendirikan tenda di lokasi itu.

Sumber-sumber lokal memperlihatkan para penjajah Israel mulai membersihkan lahan di sebelah barat kota sebelum mulai mendirikan tenda pada hari Selasa, tanggal 22 Juli 2025 waktu setempat.

Hal tersebut dilakukan dalam upaya nyata untuk merebut tanah itu untuk perluasan pemukiman kolonial.

Baca Juga:
Penjajah Israel Menyerang Seorang Remaja Palestina dengan Alat Setrum Listrik di Desa Kisan Sebelah Timur Bethlehem

Warga Beit Ula dan daerah sekitarnya di Hebron barat terus mengalami serangan yang bertubi-tubi oleh para penjajah Israel, termasuk dengan pembongkaran tanah, pembatasan, dan pencabutan pohon yang mencegah pemilik tanah mengakses properti mereka.

Di sisi lain, Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, memperingatkan situasi kemanusiaan yang memburuk dengan cepat di Jalur Gaza.

Dia menggambarkannya sebagai ‘pertunjukan horor’ yang ditandai dengan kehancuran massal dan kelaparan.

Dia mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa pemandangan mengerikan di Jalur Gaza dengan tingkat kematian dan kehancuran yang tak tertandingi akhir-akhir ini tidak perlu dilihat lebih jauh lagi.

Baca Juga:
3 Warga Palestina Dilaporkan Tewas dalam Serangkaian Serangan Udara Penjajah Israel di Beberapa Wilayah Jalur Gaza

Hal tersebut disampaikannya dalam debat tentang multilateralisme dan penyelesaian sengketa secara damai.

Dia menyatakan kekurangan gizi meroket dan kelaparan mengancam di mana-mana.

Dia mengungkapkan kini hembusan napas yang terakhir dari sistem kemanusiaan yang dibangun di atas prinsip-prinsip kemanusiaan disaksikan.

Dia melanjutkan sistem itu tidak lagi diberi kondisi untuk berfungsi, tidak lagi diberi ruang untuk memberikan bantuan dan tidak lagi diberi rasa aman untuk menyelamatkan nyawa.

Baca Juga:
Beberapa Rumah di Kamp Pengungsi Nur Shams Dibakar Pasukan Penjajah Israel

Dalam kesempatan tersebut, dia mengecam operasi militer penjajah Israel dan menekankan dengan meningkatnya operasi militer penjajah Israel dan dikeluarkannya perintah pengungsian baru di Deir al-Balah, kehancuran di Jalur Gaza semakin bertambah.

Dia juga mencatat situasi di Jalur Gaza mencerminkan kegagalan yang lebih luas dalam menegakkan kewajiban internasional. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Penjajah Israel Menyerang Seorang Remaja Palestina dengan Alat Setrum Listrik di Desa Kisan Sebelah Timur Bethlehem

Seorang remaja Palestina berusia 15 tahun diserang oleh penjajah Israel dengan alat setrum listrik di Desa Kisan di sebelah timur Bethlehem.

3 Warga Palestina Dilaporkan Tewas dalam Serangkaian Serangan Udara Penjajah Israel di Beberapa Wilayah Jalur Gaza

Serangkaian serangan udara penjajah Israel di beberapa wilayah di Jalur Gaza dikabarkan membuat 3 warga Palestina meninggal.

Beberapa Rumah di Kamp Pengungsi Nur Shams Dibakar Pasukan Penjajah Israel

Pasukan penjajah Israel membakar beberapa rumah yang terletak di kamp pengungsi Nur Shams di sebelah timur Tulkarem.

Sejumlah Anak Palestina Mati Lemas Akibat Gas Air Mata selama Serangan Militer Penjajah Israel di Kota Taqou

Gas air mata yang dilepaskan selama serangan militer penjajah Israel di Kota Taqou menyebabkan beberapa anak Palestina mati lemas.

4 Warga Palestina Tewas dan yang Lainnya Terluka Akibat Serangan Penjajah Israel di Kamp Pengungsi Nuseirat Gaza Tengah

Serangan penjajah Israel di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah menewaskan 4 warga Palestina dan yang lainnya terluka.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;