Empat Puluh Enam Orang Tewas Akibat Serangan Mematikan di Nigeria

<p>Keterangan Foto : Empat puluh enam orang tewas karena serangan dan bentrokan di Nigeria,(Foto/Pixabay)</p>
Keterangan Foto : Empat puluh enam orang tewas karena serangan dan bentrokan di Nigeria,(Foto/Pixabay)

Internasional, gemasulawesi – Empat puluh enam mayat telah ditemukan setelah orang-orang bersenjata menyerang sebuah desa pedesaan di Nigeria utara.

Dilansir dari Guardian Kepala Keamanan Provinsi Beneu Nigeria Paul Hemba mengatakan serangan itu terjadi pada hari Jum’at di Umogidi di negara bagian Benue.

“Bentrokan seperti itu biasa terjadi antara penggembala nomaden dan petani menetap yang bersaing untuk mendapatkan tanah dan sumber daya alam,” kata Paul Hemba.

Baca : Jajak Pendapat di Nigeria Ditutup Dengan Pemilihan Presiden dan Parlemen

Ia juga menjelaskan jika enam puluh korban tersebut ditemukan dalam kondisi tewas di sejumlah lokasi yang ada di Umogidi.

Menurutnya masih terdapat banyak korban yang hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.

“Banyak orang masih hilang, sehingga jumlah mereka yang tewas mungkin lebih tinggi,” jelasnya.

Baca : Fase Menegangkan Perhitungan Hasil Pemilihan Presiden Nigeria

Paul menyalahkan para gembala yang dianggap telah menyerang komunitas lokal selama sebulan terakhir.

Ia juga menambahkan jika pihaknya tengah mengirimkan tentara keamanan untuk menjaga stabilitas di daerah tersebut.

“Tentara telah dikirim ke daerah itu, jadi situasinya agak tenang sekarang semoga tidak terjadi serangan kembali,” tambahnya.

Baca : Kematian Akibat Krisis Keuangan di Nigeria Meningkat

Ia menjelaskan jika motif serangan itu tidak jelas tetapi Benue telah menjadi salah satu daerah yang paling terdampak oleh bentrokan antara petani dan penggembala.

Paul mengungkapkan jika bentrokan tersebut telah menghancurkan lahan pertanian dengan puluhan ternak milik pengembala juga tewas.

“Akibat insiden tersebut terjadi banyak kerusakan lahan milik petani dan banyak ternak juga tewas,” paparnya.

Baca : Banggai Kepulauan Masuk Zona Hijau Risiko Corona Sulteng

Baba Usman Ngelzarma, ketua Asosiasi Peternak Sapi Miyetti Nigeria, sebuah serikat penggembala memperingatkan agar tidak menyalahkan penggembala tanpa penyelidikan.

Menurut Baba Usman ada upaya kampanye untuk membenci penggembal sapi yang ada di Nigeria.

“Ada kampanye demonisasi yang disengaja terhadap penggembala sapi yang dimulai di Benue dan menyebar ke bagian lain di Nigeria,” ungkap Baba Usman.

Baca : 24 Tanda Kamu Memiliki Tipe Kepribadian INTJ, Tipe Kepribadian MBTI yang Ahli Berstrategi

Ia juga menyarankan agar Pemerintah Nigeria melakukan penyilidikan secara masif untuk menemukan pelaku sebenarnya.

Menurutnya tuduhan yang menyatakan penggembala sapi terlibat dalam kerusuhan itu adalah sebuah kesalahan.

“Kami tidak membenarkan jika penggembala memiliki keterlibatan dalam beberapa serangan,” tutupnya. (*/Siti)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Israel Luncurkan Serangan Udara di Lebanon dan Jalur Gaza Setelah Salvo Roket Terbesar Sejak 2006

Internasional, gemasulawesi &#8211; Jet-jet Israel menghantam situs-situs di Lebanon dan Gaza pada Jumat 7 April 2023, setelah ketegangan menyusul penggerebekan polisi di masjid al-Aqsa di Yerusalem. Kepala Hamas Ismail Haniyeh mengatakan dua ledakan terdengar di Gaza Kamis malam hingga Jum’at pagi. “Belum jelas apa yang diserang, tetapi jet Israel mencapai terowongan Hamas dan berbagai lokasi [&hellip;]

Kasus Covid 19 di India Kembali Mengalami Peningkatan Drastis

Internasional, gemasulawesi &#8211; Pemerintah federal India meminta negara bagian untuk mengidentifikasi titik-titik darurat dan meningkatkan pengujian untuk Covid-19, setelah negara itu mencatat jumlah kasus harian tertinggi sejak September 2022. Dilansir dari Channel News Asia pada Jum’at 7 April 2023 Menteri Kesehatan India Mansukh Mandiviya mengumumkan jika kembali terjadi lonjakan kasus Covid-19 di India. “Ada 6.050 [&hellip;]

Kekerasan Kembali Meletus di Masjid Al-Aqhsa Akibat Serangan Mematikan Polisi Israel

Internasional, gemasulawesi &#8211; Kekerasan yang dilakukan polisi Israel terhadap warga Palestina yang berada di Masjid Al-Aqsha Yerusalem untuk kedua kalinya terjadi pada hari Kamis, 6 April 2023. Dilansir dari Channel News Asia Nabil Abu Rudeineh selaku  juru bicara Presiden Palestina mengatakan jika kekerasan terjadi beberapa jam setelah kepolisian Israel melakukan penangkapan paksa lebih dari 350 [&hellip;]

Peraturan SM Academy Picu Kritikan Netizen Korea Selatan, Pendidikan adalah Hal yang Terpenting

Baru-baru ini peraturan SM Academy picu kritikan netizen Korea Selatan karena aturan yang ada dalam laman pendaftaran siswa.

Sepuluh Pesawat Tempur China Kembali Melintasi Selat Taiwan ditengah Konflik Panas Kedua Negara

Internasional,gemasulawesi &#8211; Sepuluh pesawat tempur China kembali melintasi Selat Taiwan hal tersebut diduga karena kondisi hubungan kedua negara yang semakin memburuk. Dilansir dari Channel news asia, Joseph Wu selaku Menteri Luar Negeri Taiwan pada Sabtu 1 April 2023 mengatakan jika China kembali melanjutkan kegiatan militernya di Selat Taiwan dengan menerbangkan sepuluh pesawat tempur. “Sembilan jet [&hellip;]

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;