Tragis Dua Puluh Dua Orang Tewas Akibat Pembantaian di Myanmar

<p>Keterangan Foto : Militer Myanmar yang diduga melakukan pembantaian di Myanmar, (Foto/Twitter/KNDF)</p>
Keterangan Foto : Militer Myanmar yang diduga melakukan pembantaian di Myanmar, (Foto/Twitter/KNDF)

Internasional, gemasulawesi – Sebanyak 22 orang dan juga tiga biksu Buddha telah ditemukan tewas akibat pembantaian di Myanmar tengah.

Zaw Min Tun juru bicara junta militer Myanmar mengatakan Pasukan Pertahanan Kebangsaan Karenni atau KNDF telah menemukan mayat tergeletak berserakan di sebuah biara Buddha di Desa Nan Neint.

“Kami menemukan mayat berserakan dengan luka peluru di tubuh dan kepala mayat dan lubang peluru di dinding biara,” kata Zaw Min Tun.

Baca : Kapal Ikan Asing Asal Malaysia Berhasil Ditangkap

Zaw Min Tun menjelaskan jika insiden yang terjadi diduga adalah bentuk penentangan militer terhadap pemerintahan.

Menurutnya militer yang ingin menggulingkan pemerintahan telah melakukan pemberontakan dengan cara membunuh.

“Tindakan yang dilakukan adalah memberontak dengan cara membantai warga sipil yang dilakukan oleh militer,” jelasnya.

Baca : Serangan Udara Junta Militer Myanmar, Tewaskan Artis Top Kachin

Zaw Min Tun menuturkan bahwa KNDF dan kelompok pemberontak lainnya telah memasuki Desa Nan Neint dan mengakibatkan pertempuran.

Ia juga menjelaskan akibat pertempuran kelompok pemberontak dan KNDF beberapa warga tewas.

“Ketika terjadi pertempuran antara pasukan keamanan dan pemberontak mengakibatkan beberapa warga desa tewas dan terluka,” tuturnya.

Baca : Liverpool Sukses Membantai 7-0 Manchester United di Anfield

Seorang staff ahli pemerintahan Myanmar Dr. Ye Zaw mengungkapkan dalam insiden itu senjata otomatis kemungkinan digunakan dari jarak dekat untuk membunuh 22 orang termasuk tiga biksu.

Dr. Ye Zaw juga mengungkapkan dalam insiden tersebut tidak ada penemuan yang menunjukkan bahwa insiden tersebut dilakukan oleh militer.

“Sebab tidak ada seragam militer, peralatan, dan amunisi yang ditemukan ditubuh mayat, jelas bahwa pelakunya adalah warga sipil,” ungkap Dr. Yew Zaw.

Baca : Desta Bantai Ariel di Final Pingpong Vindes

Ia juga menambahkan jika tragedi yang terjadi adalah hal yang sangat kejam dan bukan merupakan pembunuhan biasa.

Menurutnya penemuan mayat dengan kondisi tidak wajar dengan berbagai luka adalah bentuk pembantaian yang telah direncanakan.

“Karena semua mayat ditemukan dalam satu tempat yaitu kompleks biara Nan Nein jelas bahwa ini adalah pembantaian,” tambahnya.

Baca : Eks Napi Pembunuhan WNA Myanmar Dideportasi dari Makassar

Myanmar menjadi negara di Asia Tenggara dengan konflik militer paling mematikan dan berkepanjangan.

Krisis terjadi di Myanmar sejak militer merebut kekuasaan pada Februari 2021 berimbas pada munculnya gerakan perlawanan bersenjata secara nasional. (*/Siti)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Korea Utara Meluncurkan Rudal ICBM untuk Memperingatkan AS dan Korea Selatan

Internasional, gemasulawesi &#8211; Korea Utara pada hari Kamis 16 Maret 2023 telah melakukan peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM) yang disebut Hwasong-17. Menurut kantor berita KCNA rudal yang ditembakkan selama latihan adalah untuk menunjukkan respons yang keras terhadap latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan. “Rudal yang telah diluncurkan adalah bentuk respon pemerintahan Kim [&hellip;]

Pentagon Merilis Video tentang Tuduhan Konfrontasi Rusia dalam Insiden Kecelakaan Drone di Laut Hitam

Internasional, gemasulawesi &#8211; Pentagon pada hari Kamis 16 Maret 2023 merilis video yang menunjukkan konfrontasi Rusia terhadap drone pengintai militer AS yang jatuh di atas Laut Hitam dua hari lalu. Menurut juru bicara pentagon itu adalah insiden langsung antara AS dan Rusia sejak perang Ukraina dimulai yang berakibat memperburuk hubungan yang sudah tegang antara Amerika [&hellip;]

Jepang, Inggris dan Italia Dijadwalkan Bertemu di Tokyo Pekan Ini

Internasional, gemasulawesi &#8211; Kepala pertahanan Inggris dan Italia akan mengunjungi Jepang minggu ini untuk mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertahan Jepang Yasukazu Hamada pada hari selasa 14 Maret 2023, dalam pertemuan tersebut ketiga negara akan membahas kerjasama program udara global. “Ketiga negara telah sepakat menjadwalkan pertemuan pada [&hellip;]

Peluncuran Rudal Kapal Selam Korea Utara Ditengah Latihan Gabungan AS dan Korea Selatan

Internasional, gemasulawesi &#8211; Korea Utara telah melakukan uji coba rudal kapal selam berkekuatan tinggi pada hari Minggu 12 Maret 2023. Isaac L. Taylor kepala staf gabungan (JCS) Korea Selatan mengatakan hal tersebut pada hari Senin 13 Maret 2023, tepat ketika latihan militer AS-Korea Selatan akan dimulai. “Kami menduga peluncuran itu untuk menguji operasi ofensif bawah [&hellip;]

Hujan Deras Menghambat Evakuasi Akibat Banjir di Queensland Australia

Internasional, gemasulawesi &#8211; Layanan darurat Queensland Australia telah berhasil mengevakuasi penduduk ke tempat yang lebih tinggi pada hari Sabtu 11 Maret 2023. Inspektur Tom Armitt kepala polisi di Quesland menyebutkan jika hujan lebat menghambat penyelamatan korban. “Proses evakuasi terhambat oleh intesitas hujan yang terus meningkat dan tidak berhenti selama berjam-jam,” kata Inspektur Tom Armitt. Baca [&hellip;]

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;