Sisi Buruk Perkembangan AI: Studi Menunjukan bahwa Semakin Banyak Siswa Menggunakan ChatGPT untuk Mengerjakan Tugas Sekolah

Banyak siswa menggunakan ChatGPT untuk tugas sekolah
Banyak siswa menggunakan ChatGPT untuk tugas sekolah Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Kupas Tuntas, gemasulawesi - ChatGPT merupakan layanan kecerdasan buatan yang sangat terkenal di industri teknologi.

Chatbot ini menunjukkan dengan cara yang sederhana dan praktis betapa hebat dan bermanfaatnya teknologi tersebut, yang menyebabkan banyak perusahaan teknologi besar ikut serta.

Sebuah studi terkini mengungkapkan bahwa siswa cenderung menggunakan ChatGPT untuk mengerjakan tugas sekolah, tapi hal ini mungkin memiliki sisi buruk.

Dilansir dari Android Headlines, pada tahun 2023, Pew Research Center melakukan survei tentang penggunaan ChatGPT di kalangan anak muda.

Kini, perusahaan yang sama tengah menindaklanjutinya untuk memperbarui data, dan sebanyak 1400 remaja Amerika berusia antara 13 dan 17 tahun berpartisipasi dalam survei tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa 26 persen dari mereka telah menggunakan ChatGPT untuk tugas-tugas terkait sekolah.

Ini merupakan peningkatan 100 persen dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada tahun 2023.

Tampaknya seiring dengan semakin populernya dan mudahnya penggunaan AI, semakin banyak orang yang terdorong untuk menggunakan layanan seperti ChatGPT dan sejenisnya.

54 persen responden mengatakan bahwa penggunaan ChatGPT untuk meneliti topik baru dapat diterima.

29 persen mengatakan bahwa penggunaan chatbot untuk mendapatkan bantuan dalam memecahkan masalah matematika juga valid.

Terakhir, 18 persen anak muda mengatakan bahwa penggunaan ChatGPT untuk menulis esai dapat diterima.

Meskipun ChatGPT dapat menjadi alat bantu belajar yang ampuh, alat ini tidak sepenuhnya aman.

Pertumbuhan jumlah siswa yang menggunakan chatbot untuk mengerjakan tugas sekolah juga dapat dipandang dengan penuh kekhawatiran.

Penelitian terbaru menemukan bahwa ChatGPT mungkin kurang akurat dalam skenario seperti ini daripada yang diyakini banyak orang.

Seperti yang dilaporkan oleh Techcrunch, sebuah penelitian terbaru menguji GPT-4o, model AI andalan terbaru OpenAI.

Para peneliti menggunakan ujian sejarah tingkat PhD untuk mengukur kemampuannya, namun hasilnya hanya sedikit lebih akurat daripada seseorang yang menjawab secara acak.

Layanan ini juga tidak terlalu bagus dalam memecahkan masalah matematika.

“GPT-4o kesulitan dengan perkalian multidigit, dengan akurasi kurang dari 30 persen di luar soal empat digit dengan empat digit,” kata Yuntian Deng, asisten profesor yang berfokus pada AI di University of Waterloo.

Sebuah studi berbeda dari University of Pennsylvania menemukan bahwa siswa sekolah menengah Turki yang menggunakan ChatGPT mendapatkan nilai terburuk dalam ujian matematika.

Sebuah studi independen di Jerman menemukan bahwa ChatGPT memudahkan siswa untuk menemukan materi penelitian.

Namun, siswa tersebut lebih buruk dalam meringkas konten daripada mereka yang tidak menggunakan ChatGPT.

Penggunaan kecerdasan buatan tidak menarik bagi semua pekerja profesional pendidikan.

Jajak pendapat lain oleh Pew Research menemukan bahwa 25 persen guru di sekolah dasar dan menengah negeri menganggap alat AI lebih merugikan siswa daripada membantu mereka. (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

CEO HONOR Mengundurkan Diri karena Alasan Pribadi, Digantikan oleh Mantan CEO Huawei

CEO dari produsen ponsel pintar terkenal, HONOR, Zhao Ming mengundurkan diri dari posisinya dan akan digantikan mantan CEO Huawei, Li Jian

Layanan TikTok Kembali Beroperasi di AS karena Perintah Donald Trump, Inilah Alasannya

Setelah sebelumnya akan dimatikan, TikTok kini kembali beroperasi di Amerika Serikat karena perintah Donald Trump, dan inilah alasannya

Lindungi Diri Sendiri! Inilah Cara-cara Menghindari Penipuan WhatsApp yang Umum Terjadi

Pengguna WhatsApp seringkali menjadi target penipuan, dan inilah berbagai macam penipuan yang marak terjadi serta cara menghindarinya

Apa Hal Baru yang Akan Hadir di One UI 7? Perkenalkan Empat Fitur Penting yang Akan Muncul Ini

Versi stabil dari Samsung One UI 7 akan segera tiba, menghadirkan fitur-fitur menarik, dan inilah empat yang paling menonjol

Mari Mengenal Pixelfed, Platform Media Sosial Terdesentralisasi, Pesaing Instagram yang Baru-baru Ini Mulai Populer

Beberapa pengguna Instagram kini berpindah ke platform media sosia baru bernama Pixelfed, dan inilah informasi tentangnya

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;