Pebble Watch Bangkit Kembali Bersama Pendirinya, akan Menghadirkan Jam Tangan Baru dengan Tambahan yang Menyenangkan

Pebble Watch
Pebble Watch Source: Foto/Instagram/@pebbleofficial

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Hampir 10 tahun setelah Pebble Watch menghilang, tapi jam tangan itu mungkin akan kembali secara mengejutkan.

Pada 27 Januari 2025, Eric Migicovsky, pendiri dan penemunya, mengunggah postingan blog di situs webnya yang mengumumkan bahwa ia akan menghidupkan kembali Pebble.

Dilansir dari Tom’s Guide, dia meyakinkan Google untuk menjadikan PebbleOS, sistem operasi jam tangan itu, sebagai sumber terbuka atau open-source.

Ketika Pebble tutup, Fitbit membeli banyak aset perusahaan itu, termasuk sistem operasi Pebble.

Menurut Eric Migicovsky, ia bertanya apakah Google bersedia menjadikan PebbleOS sebagai sumber terbuka, dan rupanya, mereka menjawab ya dan kini telah merilis kode sumber untuk PebbleOS.

Migicovsky mengatakan bahwa ia masih memakai Pebble-nya tetapi perangkat keras baru diperlukan.

Ia juga mengatakan bahwa "memproduksi perangkat keras... jauh lebih mudah sekarang daripada 10 tahun lalu."

Meskipun beberapa penggemar setia Pebble terus menggunakan jam tangan mereka dan menjaga agar mereknya tetap populer melalui Rebble, tidak ada jam tangan baru yang dirilis dalam satu dekade.

"Kali ini, kami akan tetap sederhana," tulisnya dalam postingannya.

"Saya sedang membangun perusahaan kecil yang fokusnya sempit untuk membuat jam tangan ini. Saya tidak membayangkan akan mendapatkan uang dari investor, atau mempekerjakan tim yang besar. Penekanannya adalah pada keberlanjutan. Saya ingin terus membuat gadget keren dan membuat Pebble terus maju di masa mendatang."

Ia melanjutkan dengan menulis bahwa jam tangan baru tersebut akan memiliki spesifikasi dan fitur yang kurang lebih sama dengan Pebble "dengan beberapa hal baru yang menyenangkan."

Ketika jam tangan Pebble yang orisinal diluncurkan melalui Kickstarter pada tahun 2012, jam tangan tersebut dengan cepat menjadi salah satu Kickstarter yang paling banyak didanai hingga saat itu.

Selama masa pakainya, Pebble memproduksi lebih dari 2 juta jam tangan pintar.

Pebble membuat beberapa jam tangan pintar yang sangat bagus secara estetika, dan saat itu, Tom's Guide menyebut Pebble Time sebagai "jam tangan pintar tercantik di pasaran."

Keberhasilan itu tidak bertahan lama karena perusahaan itu gagal meningkatkan skala dengan baik dan membuat beberapa kesalahan serius dengan jajaran Pebble 2.

Pebble mengumumkan kebangkrutan pada tahun 2016 dan harus mengembalikan uang para pendukung Kickstarter terbarunya.

Dukungan online berakhir pada tahun 2018, meskipun penggemar Pebble berhasil mempertahankan beberapa layanan di komunitas tidak resmi.

Sebuah situs web baru untuk memesan terlebih dahulu Pebble Watches iterasi berikutnya telah disiapkan di RePebble.com.

Belum ada jadwal atau harga yang pasti, tetapi dengan mendaftar, anda akan terus mengetahui perkembangan selanjutnya. (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

iOS 18.3 Telah Hadir: Inilah Semua Perangkat yang Memenuhi Syarat, serta Pembaruan yang Hadir untuk iPhone Anda

Apple akhirnya merilis pembaruan iOS 18.3 yang telah lama ditunggu-tunggu untuk pengguna iPhone, yang menghadirkan beberapa hal baru

Donald Trump Akan Memungut Tarif untuk Chip Buatan Taiwan di AS, Diduga Mentarget TSMC

Donald Trump akan memberlakukan tarif untuk chip buatan Taiwan untuk memaksa perusahaan teknologi AS memindahkan produksi chip mereka

Mengenal Lebih Dalam Realme 14 Pro Plus: Ponsel dengan Performa Luar Biasa di Segmen Harga Kelas Menengah

Realme 14 Pro Plus adalah ponsel kelas menengah baru yang membawa banyak kelebihan serta beberapa kekurangan

Selamat Berkat Jam Tangan Pintar! Fitur Apple Watch Ini Menyelamatkan Nyawa Pemain Ski yang Terjatuh dari Ketinggian 1000 Kaki

Seorang pemain ski dikabarkan selamat berkat fitur SOS yang ada pada Appe Watch miliknya, setelah jatu ke kedalaman 1000 kaki

Perkembangan di Dunia Kesehatan: Perangkat Galaxy Watch Mendatang Akhirnya Bisa Memantau Kadar Glukosa Darah tanpa Jarum

Samsung Galaxy Watch yang akan datang dikabarkan bisa menghadirkan fitur pemantauan kadar gula dalam darah tanpa jarum

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;