Semarang, gemasulawesi - Sebuah video yang menunjukkan adu mulut antara seorang anggota TNI dan warga yang marah karena ditegur untuk tidak bermain di Bendungan Pleret, Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang viral di media sosial.
Insiden ini terjadi setelah Bendungan Pleret tersebut menjadi tempat hiburan baru yang populer di kalangan warga, terutama untuk berselancar.
Meskipun tampaknya menarik, aktivitas ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan risiko serius bagi keselamatan khususnya bagi warga yang memaksa bermain di Bendungan Pleret tersebut.
Petugas Bendungan Pleret, Bayu, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk mengamankan lokasi.
Diantaranya seperti mengunci akses dan memasang gembok, namun banyak warga yang tetap mencoba masuk ke zona terlarang setelah video viral menarik perhatian mereka.
"Kami sudah melakukan segala upaya untuk mengamankan area ini, tapi setelah video viral, banyak orang yang datang dan sangat sulit untuk diberitahu tentang bahaya di sini," kata Bayu.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat beberapa warga mengalami cedera saat berselancar di bendungan.
Beberapa dari mereka terjatuh dengan keras sehingga kepala mereka terbentur ke lantai.
Bahkan, seorang anggota TNI yang mencoba melarang warga bermain seluncuran di lokasi tersebut justru mendapat kecaman dari masyarakat.
Dalam video tersebut melihatkan situasi di mana anggota TNI mencoba melarang warga, termasuk anak-anak, untuk bermain di area yang seharusnya tidak digunakan untuk hiburan.
Upaya tersebut tidak diterima dengan baik oleh beberapa warga yang merasa bahwa larangan tersebut tidak adil hingga TNI itu pun terlibat adu mulut dengan sejumlah warga.
Mereka bahkan menuduh anggota TNI hanya mencari perhatian dan tidak benar-benar peduli dengan keselamatan mereka.
Bendungan Pleret memiliki potensi bahaya yang signifikan, terutama saat hujan deras, di mana air bah bisa datang tiba-tiba.
Ada juga perbedaan kedalaman di sekitar pintu air yang bisa sangat berbahaya.
Pada 14 Juli, seorang remaja hampir tenggelam karena tidak menyadari kedalaman air yang mencapai dua meter di area tersebut.
"Kemarin sore sekitar pukul 15.30 WIB, seorang remaja nyaris tenggelam karena tidak bisa menapak di dasar bendungan. Beruntung dia bisa meraih tangga dan selamat," jelas Bayu.
Adu mulut antara anggota TNI dan warga ini menyoroti tantangan dalam penegakan hukum dan keselamatan di area publik yang populer.
Meskipun bendungan ini bisa menjadi tempat yang menarik untuk bersenang-senang, risiko keselamatan yang dihadapi sangat besar.
Penting bagi petugas dan aparat untuk terus mengingatkan masyarakat tentang bahaya tersebut dan memastikan bahwa area ini digunakan sesuai dengan peruntukannya untuk menjaga keselamatan semua pihak. (*/Shofia)