Jadi Tergugat, KPK Kirim Surat pada Hakim Minta PN Jaksel Tunda Sidang Pra Peradilan Eddy Hiariej

Ket. Foto: KPK Meminta Sidang Pra Peradilan Eddy Hiariej Ditunda (Foto/X/@eddyhiariej)
Ket. Foto: KPK Meminta Sidang Pra Peradilan Eddy Hiariej Ditunda (Foto/X/@eddyhiariej) Source: (Foto/X/@eddyhiariej)

Nasional, gemasulawesi – Dalam keterangannya hari ini, Kamis, tanggal 11 Januari 2024, Kabar Pemberitaan KPK, Ali Fikri, menyatakan jika tim biro hukum KPK telah mengirimkan surat kepada hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk meminta penundaan sidang pra peradilan Eddy Hiariej.

Eddy Hiariej sendiri merupakan mantan Wamenkumham yang saat ini menjadi tersangka untuk kasus dugaan suap dan juga gratifikasi yang dilakukannya.

Sebelumnya, sidang gugatan pra peradilan Eddy Hiariej sedianya akan dilakukan hari ini, 11 Januari 2024.

Baca Juga:
Masih Bergulir, Syahrul Yasin Limpo Kembali Jalani Pemeriksaan Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri

“Ini dikarenakan tim biro hukum KPK belum dapat hadir hari ini,” katanya.

Menurut Ali, KPK masih harus melengkapi sejumlah dokumen untuk menghadapi gugatan pra peradilan Eddy Hiariej.

“Kami memastikan KPK akan taat mengikuti sidang setelah semua dokumen yang diperlukan dinyatakan lengkap,” tandasnya.

Baca Juga:
Lawan Penetapan Tersangka, Penyuap Eks Wamenkumham Ajukan Pra Peradilan

Ali mengungkapkan tim KPK secepatnya sedang berusaha menyelesaikan semua dokumen dan administrasi yang diperlukan sehingga nantinya KPK akan hadir di jadwal sidang gugatan pra peradilan selanjutnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Eddy diketahui kembali mengajukan gugatan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto, menerangkan jika gugatan tersebut didaftarkan di tanggal 3 Januari 2024 dan telah menunjuk hakim tunggal Estiono untuk mengadili kasus tersebut.

Baca Juga:
Musim Penghujan, Kemenkes RI Himbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Penyakit DBD

Eddy juga sempat mengajukan gugatan pra peradilan sebelum tanggal 3 Januari 2024, namun, memilih untuk mencabutnya karena ingin memperbaiki subtansi gugatan, sebelum akhirnya mendaftarkannya kembali.

Di hari Selasa, KPK dilaporkan memeriksa pengacara dan asisten pribadi dari Eddy Hiariej terkait kasus suapnya.

Meskipun keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, baik pengacara ataupun asisten pribadi Eddy menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Baca Juga:
Akui Keterlambatan Santunan untuk Korban Gagal Ginjal Akut, Menko PMK Sebut Karena Banyak Proses

Eddy telah dinyatakan sebagai tersangka untuk kasus dugaan suap dan gratifikasi yang diterimanya dari Helmut Hermawan yang merupakan Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri.

Saat itu, Helmut memberinya fee untuk jasa konsultasi hukum dan juga memberikannya uang yang lain untuk janji Eddy menghentikan kasusnya di Bareskrim Polri. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Dilakukan pada Kawasan Kota Nusantara, Presiden Jokowi Dilaporkan Akan Kembali Lakukan Groundbreaking di IKN

Dalam keterangannya kemarin, kepala OIKN menyebutkan Presiden Jokowi akan melakukan groundbreaking kembali di IKN bulan Januari 2024.

Presiden Jokowi Lawatan ke Filipina, Ibu Terpidana Mati Mary Jane Kirim Surat Minta untuk Putrinya Dibebaskan

Mengingat Presiden Jokowi sedang kunker ke Filipina, ibu terpidana mati Mary Jane Veloso mengirimkan surat meminta putrinya dibebaskan.

Jokowi Kunker ke Luar Negeri, Wapres Ma’ruf Amin Dikabarkan Jadi Plt Presiden Sementara Waktu

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menjadi Plt Presiden selama Presiden Jokowi melakukan lawatan ke 3 negara ASEAN hingga 14 Januari 2024.

Lakukan Pertemuan Bilateral, Presiden Jokowi Bahas 3 Hal dengan Kepala Negara Filipina

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina hari ini, Presiden Jokowi membahas 3 hal, termasuk ekonomi dan keamanan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;