Membantu Kaum Ibu Saat Masa Menyusui, Menkes Ungkap sedang Berupaya Memperbanyak Pelatihan untuk Konselor ASI Eksklusif

Ket. Foto: Menteri Kesehatan Menyatakan sedang Berupaya Memperbanyak Pelatihan untuk Konselor ASI Eksklusif
Ket. Foto: Menteri Kesehatan Menyatakan sedang Berupaya Memperbanyak Pelatihan untuk Konselor ASI Eksklusif Source: (Foto/Instagram/@bgasadikin)

Nasional, gemasulawesi – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan saat ini Kementerian Kesehatan sedang berupaya untuk memasifkan atau memperbanyak pelatihan untuk konselor ASI eksklusif di puskesmas-puskesmas yang ada di Indonesia.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan jika pihaknya menilai keberadaan konselor ASI eksklusif penting untuk memaksimalkan penurunan angka stunting di Indonesia.

Menurut Budi Gunadi Sadikin, para konselor ASI eksklusif nantinya akan bertugas dalam memberikan informasi dan juga membantu para ibu yang mengalami masalah saat masa menyusui.

Baca Juga:
Terkait Penundaan Sertifikasi Halal, Menag Sebut Pelaku UMK Diberi Kesempatan untuk Mengurus NIB hingga Oktober 2026

Budi menilai jika keberadaan para konselor ASI eksklusif penting dikarenakan salah satu faktor penyumbang tingginya angka stunting adalah kurangnya gizi bayi disebabkan tidak mendapatkan ASI eksklusif.

“Pelatihan konselor ASI eksklusif adalah bagian dari merevitalisasi puskesmas dan juga posyandu yang sejak adanya UU Otonomi Daerah dan zaman Orde Baru tidak tersentuh,” ungkapnya.

Menkes juga memaparkan sejauh ini Kementerian Kesehatan telah melatih sekitar 3.500 konselor ASI eksklusif di sejumlah puskesmas yang ada di Indonesia.

Baca Juga:
Terus Lanjutkan Upaya Bantuan Kemanusiaan, PMI Akan Mengirimkan 500 Unit Tenda ke Jalur Gaza pada Pekan Ini

Namun, dia mengakui jika jumlah tersebut masih jauh dari jumlah yang ideal.

“Untuk jumlah idealnya adalah sekitar 10.000 orang atau setiap puskesmas mempunyai minimal 1 konselor ASI eksklusif,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan mengoptimalkan akurasi data stunting di Indonesia dari seluruh daerah melalui pelatihan SDM.

Baca Juga:
Tegaskan Seharusnya Diberi Tindakan, Kementerian Luar Negeri Mengecam Keras Perintangan Pengantaran Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Budi menyatakan pelatihan SDM tersebut adalah dengan petugas pengukuran antropometri, seperti kader posyandu dan juga bidan.

Menkes menjelaskan Kementerian Kesehatan melatih SDM agar dapat mengukur data stunting dengan benar dengan menggunakan alat antropometeri.

“Dan ini hingga kini masih berjalan,” akunya.

Baca Juga:
Angkut 450 Calon Jemaah Haji, Pesawat Garuda Indonesia Terbakar Saat Lepas Landas di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Begini Kronologinya

Menurut Budi, pengukuran antropometri untuk mendeteksi stunting pada anak adalah dengan melalui pengukuran berat badan, panjang dan tinggi badan, serta lingkar atas dan kepala anak tersebut memiliki nilai yang penting agar anak-anak yang mengalami stunting memperoleh penanganan yang tepat.

“Sejauh ini, sekitar 50 hingga 60 persen petugas pengukuran antropometeri yang mampu melakukan pengukuran yang tepat dan juga sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan,” ujarnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Berlaku Mulai 30 Juni 2024, Presiden Jokowi Resmi Hapus Sistem Kelas Rawat Inap BPJS Kesehatan, Digantikan dengan Ini

Mulai 30 Juni 2024, Presiden Jokowi telah menandatangani Perpres untuk menghapuskan sistem kelas rawat inap dalam BPJS Kesehatan.

Ramai Desakan Hapus Study Tour dari Program Sekolah Imbas Kecelakaan Maut SMK Lingga Kencana, Begini Kata Menparekraf Sandiaga Uno

Buntut kecelakaan tragis rombongan siswa SMK Lingga Kencana, begini tanggapan Sandiaga Uno usai desakan hapus study tour ramai digaungkan

Optimis Dimanfaatkan Secara Optimal, Prabowo Menilai Modal Utama Memindahkan dan Membangun IKN Harus dari Sumber Daya dalam Negeri

Prabowo Subianto menilai jika modal utama dalam memindahkan dan membangun IKN harus berasal dari sumber daya dalam negeri.

Termasuk yang Menyalahgunakan Izin Investor, Luhut Melarang WNA Bermasalah Masuk ke Wilayah Indonesia

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, melarang warga negara asing yang bermasalah untuk dapat masuk ke wilayah Indonesia.

Ingatkan Pentingnya Trilogi Tugas, Kemenag Tegaskan PPIH Harus Mampu Memfasilitasi Jemaah agar Dapat Menuntaskan Ibadah Haji

Kementerian Agama menegaskan PPIH harus mampu untuk memfasilitasi jemaah haji agar dapat menuntaskan ibadah haji.

Berita Terkini

wave

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.

Layanan Kesehatan Buruk, Anleg Arifin dg Pallalo Protes Pemda Parigi Moutong

Ambulans kehabisan bensin hingga warga meninggal memicu amarah DPRD Parigi Moutong. Bupati dikecam karena absen rapat pelayanan publik.

Jenis Kejadian Darurat Laporan 112 Parigi Moutong yang Wajib Diketahui Warga

Pahami jenis kejadian darurat laporan 112 Parigi Moutong. Segera laporkan kondisi kritis medis, kebakaran, dan bencana untuk penanganan cepa


See All
; ;