Diancam Beasiswa Bidikmisi Akan Dicabut Gegara Kritik UKT Mahal, Ketua BEM Universitas Negeri Yogyakarta Lapor ke ORI

Ketua BEM UNY lapor ke ORI usai diintimidasi dan diancam bahwa beasiswa bidikmisi akan dicabut usai kritik UKT mahal.
Ketua BEM UNY lapor ke ORI usai diintimidasi dan diancam bahwa beasiswa bidikmisi akan dicabut usai kritik UKT mahal. Source: Foto/Tangkap layar Youtube Kompas TV

Nasional, gemasulawesi - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (Ketua BEM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Farras Raihan, membuat laporan ke Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Farras Raihan mengaku mengalami tekanan dan intimidasi dari pihak kampus setelah mengkritik kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap terlalu tinggi.

"Melaporkan berkaitan dengan tekanan-tekanan yang hadir, intimidasi-intimidasi yang hadir," ujar Farras Raihan di Kantor ORI DIY, dikutip pada Jumat, 24 Mei 2024.

Farras juga menyatakan bahwa kampus mengancam akan mencabut beasiswa Bidikmisi yang ia terima.

Baca Juga:
Yuk Eksplorasi Alam Megah dengan Keajaiban Air Terjun Curug Payung di Kuningan yang Hadirkan Pesona Memukau!

Selain itu, beberapa temannya juga diancam dengan kenaikan UKT ke golongan tertinggi.

"Ada juga dari teman saya itu kenaikan golongan UKT-nya, yang awalnya sekian jadi dinaikkan UKT paling maksimal," ungkap Farras.

Namun, ketika dimintai konfirmasi, Sekretaris Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNY, Guntur, membantah adanya intimidasi terhadap mahasiswa tersebut.

"Intimidasi enggak ada," tegas Guntur saat ditemui di kantornya.

Baca Juga:
Viral Kisah Pilu Sopiyah! Seorang Wanita di Indramayu yang Rela Ubah Penampilannya Jadi Laki-Laki Agar Bisa Jadi Kuli dan Nafkahi Adiknya

Guntur menjelaskan bahwa pihak rektorat selalu melibatkan organisasi mahasiswa (Ormawa) dalam proses penetapan UKT mahasiswa.

Menurutnya, pengurus BEM dilibatkan sebagai verifikator dalam penurunan UKT yang diajukan oleh mahasiswa.

"Jadi mahasiswa kita libatkan untuk verifikator teman-teman mahasiswa yang mengusulkan penurunan UKT," jelasnya.

Farras melaporkan insiden ini karena merasa bahwa kebijakan UKT yang diterapkan di UNY tidak adil dan memberatkan mahasiswa.

Baca Juga:
Hari Raya Waisak 2024, Kementerian Hukum dan HAM Berikan Remisi Khusus untuk 1.168 Narapidana yang Beragama Buddha

Kritikannya terhadap kebijakan tersebut mengundang reaksi dari pihak kampus, yang kemudian ia rasakan sebagai bentuk tekanan dan intimidasi.

Meskipun demikian, pihak kampus bersikeras bahwa mereka tidak pernah melakukan intimidasi terhadap mahasiswa.

Mereka menegaskan bahwa proses penetapan UKT dilakukan secara transparan dan melibatkan mahasiswa melalui organisasi mereka.

Kasus ini menyoroti pentingnya dialog terbuka antara pihak kampus dan mahasiswa dalam menentukan kebijakan yang mempengaruhi kehidupan akademis dan finansial mahasiswa.

Baca Juga:
Intiplah Keajaiban Alam dengan Mengungkap Misteri dan Keindahan Danau Tolire di Maluku Utara yang Menghadirkan Panorama Memikat!

Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai kebijakan UKT, baik pihak kampus maupun mahasiswa perlu menemukan jalan tengah yang adil dan tidak merugikan kedua belah pihak.

Langkah Farras melaporkan kasus ini ke Ombudsman diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas dan transparan antara mahasiswa dan pihak kampus.

Hal ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk menyuarakan pendapat dan kekhawatiran mereka tanpa takut mengalami tekanan atau intimidasi.

Pihak kampus juga diharapkan dapat lebih sensitif terhadap aspirasi mahasiswa dan berusaha mencari solusi terbaik yang bisa diterima oleh semua pihak.

Baca Juga:
Agar Dapat Membuka Pasar untuk EV, Menko Airlangga Meminta Pemerintah Korea Selatan Membantu Bernegosiasi dengan Amerika Serikat

Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya adil tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan yang inklusif dan merata. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Viral di Media Sosial! 50 Calon Mahasiswa Baru di Universitas Riau yang Lulus SNBP Pilih Mundur Gegara Keberatan dengan Mahalnya UKT

50 calon mahasiswa baru di Universitas Riau yang lulus SNBP memutuskan untuk mundur karena UKT yang mahal.

Kritik Kebijakan Kampus Terkait Penetapan UKT, Ketua BEM Universitas Riau Farras Raihan Malah Diintimidasi, Terancam Cabut Beasiswa

Farras Raihan, Ketua BEM Universitas Riau, mengatakan bahwa dia mendapat intimidasi dan ancaman setelah mengkritik kebijakan kampus.

Malangnya Nasib Sujarwoko, Penjual Hewan Kurban di Bantul Ini Ketipu Bukti Transfer Palsu, Sapi Seharga Rp50 Juta Lenyap Digondol Pelaku

Penjual hewan kurban di Bantul menjadi korban penipuan setelah menerima bukti transfer palsu. Sebuah sapi seharga Rp50 juta lenyap.

Mendikbud Nadiem Makarim Tanggapi Polemik Kenaikan UKT yang Ramai Dikeluhkan Mahasiswa, Singgung Soal Miskonsepsi

Dicecar DPR RI soal kenaikan UKT yang dinilai terlalu memberatkan mahasiswa, Mendikbud Nadiem Makarim singgung adanya miskonsespsi.

Bermanfaat untuk Orang Banyak dan Lingkungan, Pemkot Tangerang Ajak Berbagai Pihak Maksimalkan Lahan Kosong Menjadi Produktif

Pemerintah Kota Tangerang mengajak berbagai pihak untuk dapat memaksimalkan lahan kosong yang ada menjadi produktif.

Berita Terkini

wave

Dugaan Skandal Bisnis Solar Ilegal Seret Nama Kasatreskrim Parigi Moutong

Nama Kasatreskrim Parigi moutong, Anugerah Tarigan terseret dalam pusaran isu dugaan bisnis solar ilegal.

Berebut Dana Pusat, Kabid SD Ingatkan Masalah Hibah Tanah Hambat Perbaikan Sekolah di Parimo

Ratusan sekolah di Parigi Moutong terancam gagal revitalisasi akibat sengketa lahan. Disdikbud minta kepsek percepat urus dokumen hibah.

Parigi Moutong dan Minahasa Tenggara Rancang Koalisi Pertanian, Fokus ke Inovasi Bibit dan Durian

Wakil Bupati Minahasa Tenggara pimpin rombongan kunker ke Parigi Moutong guna pelajari inovasi pusat bibit dan pengembangan sektor pertanian

Jason Statham Kembali dengan Film Thriller Penuh Aksi Lainnya, Mutiny! Berikut Sinopsisnya

Jason Statham akan kembali dengan film laga thriller baru berjdulu Mutiny, penuh dengan adegan aksi yang mendebarkan

Dugaan Skandal Tambang PT Pantas Indomining Pagimana: "Mafia Koordinat" dan Mandulnya Penegakan Hukum

Beroperasi sejak tahun 2012 sebagai pemegang IUP tidak menjamin PT Pantas Indomining tidak melanggar aturan mengelola lahan di luar konsesi.


See All
; ;