Diperiksa Terkait Kasus Pembunuhan Vina, Suharsono, yang Beri Kesaksian untuk Pegi Mengaku Terus Diteror oleh Orang Tak Dikenal

Suharsono mengaku mendapat teror usai beri kesaksian dalam kasus pembunuhan Vina.
Suharsono mengaku mendapat teror usai beri kesaksian dalam kasus pembunuhan Vina. Source: Foto/Instagram @unikinfold

Nasional, gemasulawesi - Suharsono, seorang tetangga dari Pegi Setiawan, baru-baru ini melaporkan bahwa dirinya mengalami intervensi dari orang-orang tak dikenal setelah memberikan kesaksian terkait alibi Pegi dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada tahun 2016.

Suharsono mengungkapkan hal ini saat meminta pendampingan dari kuasa hukumnya.

Belakangan ini Suharsono merasa diteror setelah memberikan kesaksiannya kepada media.

Suharsono menegaskan bahwa tidak ada intimidasi fisik yang terjadi.

Baca Juga:
Heboh Penemuan Mayat dalam Toren di Pondok Aren Tangerang Selatan Gegerkan Warga, Polisi Ungkap Hasil Otopsi

Namun, dia menerima banyak panggilan telepon yang tidak dikenalnya dan memilih untuk tidak menjawabnya.

Meskipun merasa diintimidasi, Suharsono menyatakan tekadnya untuk terus mengungkapkan kebenaran mengenai kasus Vina.

"Tidak ada yang mengintimidasi secara langsung, tetapi saya mendapat banyak panggilan telepon yang tidak saya kenal. Saya tetap yakin dan siap mengungkapkan serta membuktikan kebenarannya," jelasnya.

Kuasa hukum Suharsono, Toni RM, menyatakan bahwa timnya akan memberikan pendampingan dan perlindungan kepada Suharsono untuk memastikan keselamatannya dari para peneror.

Baca Juga:
Terkait Upaya Penanggulangan Terorisme, Indonesia dan Selandia Baru Sepakat Ketahanan Masyarakat Adalah Aspek yang Penting

Pendampingan ini dimaksudkan agar Suharsono dapat memberikan kesaksiannya dengan tenang tanpa merasa terancam.

"Kami akan memberikan pendampingan kepada Suharsono. Setelah memberikan kesaksian di beberapa media, dia merasa diteror oleh banyak telepon yang masuk. Kami akan memastikan dia merasa aman," ujar Toni.

Toni juga menambahkan bahwa perlindungan ini bertujuan agar Suharsono dapat menyampaikan apa yang dia lihat dan alami secara bebas, terutama mengenai keberadaan Pegi Setiawan saat kejadian berlangsung.

"Kami akan melindungi Pak Suharsono agar dia bisa terus menyampaikan apa yang dia lihat dan rasakan sendiri. Pada saat kejadian, Pegi berada di Bandung," kata Toni.

Baca Juga:
Adanya Zona Penyangga, Wilayah Jalur Gaza Dilaporkan Telah Menyusut Hampir 32 Persen

Lebih lanjut, Toni mengungkapkan rencana untuk menghadirkan saksi lain dalam upaya membuktikan alibi Pegi.

Saksi-saksi ini termasuk ayah kandung Pegi, adik kandungnya, dan beberapa kerabat lainnya.

Diharapkan dengan kesaksian mereka, Pegi dapat dibebaskan dari tuduhan yang diklaim tidak dilakukannya.

"Bukti-bukti tambahan akan disertakan, termasuk kesaksian dari saksi lain selain Pak Suharsono. Ada beberapa orang yang melihat dan mengalami sendiri bahwa Pegi Setiawan memang berada di Bandung saat kejadian, seperti Pak Suparman, Rudi, dan Robi," terangnya.

Baca Juga:
Momen Kejar-Kejaran Mobil Mitsubishi Pajero Gegara Pakai Plat Palsu Viral di Media Sosial, Polisi Tunggu Klarifikasi Pengemudi Secepatnya

Dengan dukungan kesaksian dan bukti yang ada, diharapkan Pegi Setiawan dapat terbebas dari jeratan hukum yang dianggap tidak adil.

Kuasa hukum Suharsono bertekad untuk memberikan perlindungan maksimal agar kebenaran dapat terungkap tanpa adanya intervensi atau intimidasi dari pihak lain. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Tak Terima Dijadikan Tersangka dan Dituduh Jadi Otak dalam Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon, Pegi Setiawan Akan Ajukan Praperadilan

Ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Vina di Cirebon, Pegi Setiawan melalui kuasa hukumnya akan ajukan praperadilan.

Usai 5 Jam Diperiksa Polisi, Linda Mengaku Tidak Kenal dengan 8 Tersangka dalam Kasus Pembunuhan Vina, Termasuk Pegi Setiawan

Polres Cirebon Kota memeriksa Linda yang disebut-sebut sebagai saksi kunci dalam kasus pembunuhan Vina. Ini beberapa hal yang disampaikan.

Kenakan Hoodie Coklat dan Masker Hitam, Adik Pegi Setiawan Jalani Pemeriksaan di Polres Cirebon Kota Terkait Kasus Pembunuhan Vina

Lusiana, adik Pegi Setiawan diperiksa polisi selama 4 jam lebih terkait kasus pembunuhan Vina di Cirebon, yakin jika sang kakak tak bersalah

Ditemui Dedy Mulyadi, Ayah Pegi Ungkap Sosok Sang Anak yang Dituduh Jadi Otak dalam Kasus Pembunuhan Vina, Yakin Anaknya Tak Bersalah

Ayah Pegi yakin sang anak tidak bersalah dan bukan tersangka dalam kasus pembunuhan Vina. Ungkap bukti ini saat ditemui Dedy Mulyadi.

Bukan Salah Tangkap! Tim Kuasa Hukum Keluarga Vina Yakin Jika Pegi Adalah DPO yang Selam Ini Dicari, Ingatkan Masyarakat Agar Tidak Terkecoh

Tim kuasa hukum keluarga Vina yakin jika langkah Polda Jawa Barat dengan menangkap dan menetapkan Pegi sebagai tersangka sudah tepat.

Berita Terkini

wave

Parigi Moutong Siapkan Layanan Darurat 112 untuk Percepat Penanganan Bencana

Kabupaten Parigi Moutong segera menerapkan Layanan Darurat 112. Sistem satu nomor ini mempercepat respons penanganan bencana dan medis.

Pemda Kejar Target Jaminan Kesehatan, Mari Mengenal Apa Itu Universal Health Coverage di Parigi Moutong

Pahami apa itu Universal Health Coverage beserta manfaat besarnya bagi jaminan layanan medis masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.

Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan Nonaktif di Parigi Moutong untuk Kejar Target UHC Daerah

Cara mengaktifkan BPJS Kesehatan nonaktif secara online dan offline dengan mudah lewat aplikasi Mobile JKN untuk warga Kabupaten Parigi Mout

Waspada 70 Kasus Kematian Bayi di Parigi Moutong dan Cara Mencegah Komplikasi Kehamilan

Deteksi dini komplikasi kehamilan menjadi kunci utama menekan angka kematian bayi baru lahir yang masih menyentuh 70 kasus di Parigi Moutong

Parigi Moutong Terapkan Cek Kehamilan ANC K6 Demi Cegah Kematian Bayi, Cek Standar Barunya

Standar baru pemeriksaan kehamilan ANC K6 wajib dilakukan minimal enam kali demi mendeteksi dini risiko komplikasi dan melindungi nyawa jani


See All
; ;