Terungkap! Ini Sosok Briptu FN, Seorang Polwan di Mojokerto yang Tega Bakar Suaminya Hidup-hidup hingga Meninggal Dunia

Terungkap sosok Briptu FN, polwan yang kini jadi sorotan usai membakar sang suami hingga meninggal dunia.
Terungkap sosok Briptu FN, polwan yang kini jadi sorotan usai membakar sang suami hingga meninggal dunia. Source: Foto/Instagram @updatemojokerto

Nasional, gemasulawesi - Briptu FN, anggota SPKT Polres Mojokerto Kota, kini menjadi pusat perhatian publik setelah terseret dalam kasus hukum yang mengejutkan.

FN, yang berusia 28 tahun, diketahui memiliki tiga anak, termasuk sepasang bayi kembar yang baru lahir beberapa waktu lalu.

Suaminya, Briptu RDW, bertugas di Satsamapta Polres Jombang dan berusia 27 tahun.

Mereka tinggal bersama di rumah dinas yang terletak di wilayah Kota Mojokerto.

Baca Juga:
Termasuk Seorang Anak, Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Menahan 22 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Selama ini, kehidupan keluarga FN tampak normal dan tidak banyak informasi yang tersedia mengenai dirinya.

Namun, baru-baru ini FN melahirkan anak kembar yang merupakan anak kedua dan ketiga mereka, setelah anak pertama yang kini berusia dua tahun.

Dengan tiga anak yang masih sangat kecil, kebutuhan biaya keluarga mereka tentu sangat besar.

Apalagi dengan anak-anak yang masih sangat membutuhkan perhatian dan perawatan intensif.

Baca Juga:
Serang Sebuah Bangunan Tempat Tinggal, 4 Orang Dikabarkan Tewas Menyusul Serangan Udara Penjajah Israel di Sebelah Utara Kota Gaza

Kasus yang menimpa FN ini bermula dari tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukannya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto, mengungkapkan bahwa FN dikenakan pasal berkaitan dengan KDRT setelah melakukan tindakan yang menghebohkan.

FN membakar suaminya, Briptu RDW, dengan motif yang diduga berkaitan dengan masalah keuangan.

Menurut laporan, FN mengalami tekanan karena uang mereka habis untuk judi online.

Baca Juga:
Terkait Transportasi, Menteri Perhubungan Meminta Menteri dan Pejabat Eselon I Menggunakan Kendaraan Listrik di IKN

Pada Minggu, 9 Juni 2024, Kombes Dirmanto menjelaskan bahwa FN memiliki tiga anak yang masih kecil.

Anak pertama mereka berusia dua tahun, sedangkan anak kembar mereka baru berusia empat bulan.

Dalam keadaan seperti ini, kebutuhan biaya keluarga mereka sangat besar, dan hal ini diduga menjadi salah satu pemicu konflik dalam rumah tangga mereka.

Fadhilatun Nikmah dan suaminya, Rian, tinggal di rumah dinas yang terletak di kawasan blok J-1 Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan.

Baca Juga:
PPDB Tahun Ajaran Baru, Sekda Sulawesi Tenggara Sebut Penyelenggaraan Harus Tetap Berorientasi pada Pelayanan yang Adaptif

Kehidupan sehari-hari mereka mungkin terlihat biasa dari luar, namun di balik itu, terdapat permasalahan rumah tangga yang memuncak hingga menyebabkan tindakan kekerasan yang tragis ini.

Saat ini, FN harus menghadapi konsekuensi hukum dari tindakannya.

Pasal KDRT dikenakan padanya sebagai bentuk penegakan hukum atas perbuatannya.

Pasca kejadian, Briptu FN disebut sempat mengantarkan sang suami di rumah sakit dan menyampaikan permohonan maafnya. Hingga saat ini ia pun mengalami trauma berat.

Baca Juga:
Waduh! Ternyata Bukan Hanya Soal Gaji 13, Polisi Sebut Motif Polwan Bakar Suami di Mojokerto Hingga Meninggal Karena Suka Main Ini

Oleh karena itu, pihak kepolisian memberikan pendampingan psikologis untuk membantu proses pemulihannya.

"Saat ini yang bersangkutan masih trauma yang mendalam. Sekarang sedang ditangani dan sedang difasilitasi untuk trauma healing oleh Polda Jawa Timur," kata Kombes Dirmanto.

Peristiwa ini mengungkap sisi lain dari kehidupan seorang polwan yang sebelumnya mungkin tidak banyak diketahui oleh publik.

Kisah Briptu FN dan suaminya menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya penanganan masalah keuangan dan rumah tangga dengan bijak.

Baca Juga:
Hadirnya Gocar dan Gojek di Kawasan IKN di Kalimantan dan Sulawesi Menuai Pro dan Kontra, Warganet Pertanyakan Komitmen Pemerintah

Tekanan ekonomi bisa menjadi pemicu konflik yang serius jika tidak ditangani dengan baik. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Waduh! Ternyata Bukan Hanya Soal Gaji 13, Polisi Sebut Motif Polwan Bakar Suami di Mojokerto Hingga Meninggal Karena Suka Main Ini

Polisi beberkan motif polwan yang bakar suaminya di Mojokerto, ungkap kebiasaan buruk sang suami yang suka habiskan uang untuk ini.

Heboh! Seorang Polwan di Mojokerto Tega Bakar Suaminya yang Juga Seorang Polisi, Dugaan Adanya Konflik Rumah Tangga Mencuat

Kabar mengejutkan terjadi di Mojokerto setelah seorang polwan diduga membakar suaminya, yang juga seorang polisi. Begini kata Kapolres.

Dijanjikan Jadi Polwan Usai Setor Rp598 Juta, Anak Petani di Subang Ternyata Justru Dijadikan Babysister, Begini Kronologinya

Viral di media sosial, kisah anak petani di Subang, dijanjikan jadi polwan asalkan setor Rp598 juta, ternyata malah dijadikan babysister.

Kapolri Buka Konferensi Polwan Sedunia di Labuan Bajo

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo membuka Konferensi Polwan Sedunia atau The 58th IAWP Training Conference

Innalillahi! Alami Luka Bakar Hingga 96 Persen, Polisi yang Dibakar Istrinya di Depan Aspol Mojokerto Akhirnya Meninggal Dunia

Polisi yang dibakar oleh istrinya di asrama polisi Mojokerto mengalami luka bakar hingga 96 persen dan akhirnya meninggal dunia.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;