Kapal Ikan Asing Asal Malaysia Berhasil Ditangkap

<p>Foto: Kapal perikanan asing asal Malaysia.</p>
Foto: Kapal perikanan asing asal Malaysia.

Gemasulawesi- Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap satu Kapal Ikan Asing illegal fishing asal Malaysia. Meskipun sempat berupaya menghilangkan jejak dengan mematikan Global Positioning System (GPS) pada saat beroperasi di wilayah perairan Indonesia.

“Mereka mematikan GPS untuk menghilangkan jejak, bendera kapal juga tidak dikibarkan di atas kapal,” jelas Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Saksono dalam siaran pers, Jumat 30 Juli 2021

Posisi Kapal Ikan Asing terdeteksi pada GPS ini, tujuannya untuk digunakan dalam pembuktian ketika diperiksa pengawas saat kapal asing masuk ke wilayah perairan Indonesia.

Baca juga: Akibat Cuaca Buruk, Kapal Nelayan Tenggelam di Parigi Moutong

Meskipun pengejaran sempat terhambat karena propeller kapal pengawas terlilit tali, namun Kapal Ikan Asing itu berhasil ditemukan.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal PSDKP Antam Novambar mengatakan, operasi pengawasan dilakukan Kapal Pengawas Perikanan Hiu 12 dinakhodai Novry Sangian.

Pihaknya menangkap satu kapal ikan illegal fishing dengan nama PKFB 1603 yang mengoperasikan alat tangkap trawl di WPP 571 Selat Malaka.

“Penangkapan bermula ketika kapal pengawas mendeteksi adanya kapal pencuri ikan di landas kontinen Indonesia di Selat Malaka,” sebutnya.

Upaya penangkapan sempat berjalan sengit, karena para pencuri ikan di kapal itu melemparkan tali. Sehingga propeller kapal pengawas terlilit.

Namun, akhirnya kapal itu berhasil diamankan.

“Kapal ini berusaha keras mengelabui dan meloloskan diri, namun tetap berhasil kami tangkap,” ujarnya.

Baca juga: HUT RI 75, Nelayan Kasimbar Parimo Kibar Bendera di Teluk Tomini

Kapal diawaki warga Myanmar

Adapun saat ini, kapal diawaki empat orang warga negara Myanmar itu telah di-ad hoc ke Satwas SDKP Langsa untuk menjalani proses pemeriksaan lanjutan.

Dengan penangkapan ini, Kementrian Kelautan dan Perikanan telah menangkap 125 kapal selama 2021, terdiri dari 81 kapal ikan Indonesia melanggar ketentuan dan 44 kapal ikan asing.

Sebanyak 44 KIA itu, terdiri dari 15 kapal berbendera Malaysia, enam kapal berbendera Filipina, dan 23 kapal berbendera Vietnam.

Selain memberantas illegal fishing, KKP juga menangkap 62 pelaku destructive fishing, seperti bom ikan, setrum, dan racun diperairan Indonesia. (***)

Baca juga: Pemerintah Didesak Lindungi ABK WNI di Kapal Asing

...

Artikel Terkait

wave

Kemenag Harap Jamaah Umrah Indonesia dapat Kesempatan Ibadah

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Khoirizi menyampaikan agar Jamaah Umrah Indonesia mendapatkan kesempatan ibadah.

Terjun ke Laut, Penumpang Kapal Feri Hilang di Selat Bali

Tim gabungan penyelamatan di perairan Selat Bali terus melakukan pencarian terhadap seorang penumpang kapal feri dilaporkan terjun ke laut

Indonesia Belum Mampu Optimalkan Potensi Industri Produk Halal

Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin menilai Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi industri produk halal dalam negeri.

Fasilitas Talenthub: Lahirkan Wirausaha Creative Digital Baru

Kemnaker menargetkan melahirkan wirausaha creative digital baru melalui fasilitas Talenthub Bantu Kerja, untuk peningkatan lapangan kerja.

Jamaah Umrah Indonesia Wajib Penuhi Syarat dari Arab Saudi

KJRI di Jeddah, Eko Hartono menegaskan kepada jamaah umrah Indonesia untuk memenuhi syarat ditetapkan Arab Saudi, menyusul ada izinnya.

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;