Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan Buka Suara Terkait Pemeriksaannya di Polda Metro Jaya

Pahala Nainggolan menjelaskan tujuan pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kasus KPK yang sedang diusut.
Pahala Nainggolan menjelaskan tujuan pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kasus KPK yang sedang diusut. Source: Foto/dok. Polda Metro Jaya

Nasional, gemasulawesi - Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, telah memberikan keterangan terkait pemeriksaannya yang berlangsung di Polda Metro Jaya. 

Diketahui pemeriksaan ini berfokus pada kasus yang melibatkan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, serta eks Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto.

Pemeriksaan terhadap Pahala berlangsung selama beberapa jam dan melibatkan banyak pertanyaan yang berkaitan dengan tindakan dan keputusan yang diambil dalam kapasitasnya di KPK. 

"Banyak pertanyaan yang diajukan, mencapai sekitar dua puluh kali. Umumnya, pertanyaannya berfokus pada alasan penerbitan surat tugas untuk Eko. Kami menjelaskan bahwa semua langkah diambil sesuai prosedur yang berlaku," jelas Pahala, dikutip pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Baca Juga:
Polisi Temukan Fakta Mengejutkan Terkait Sosok Pria yang Menyandera Anak di Pos Polisi Pejaten Jakarta Selatan

Lebih lanjut, Pahala mengungkapkan bahwa pemeriksaan tersebut juga bertujuan untuk mengklarifikasi proses yang terkait dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dalam konteks kasus yang sedang diselidiki. 

"Pemeriksaan ini mencakup prosedur LHKPN, mulai dari dasar penerbitan surat tugas hingga langkah-langkah yang diambil setelahnya, termasuk penyampaian hasilnya kepada pimpinan KPK," terangnya.

KPK, sebagai lembaga yang memiliki tugas penting dalam pemberantasan korupsi, sering kali menjadi sorotan ketika kasus-kasus seperti ini muncul. 

Dengan adanya pemeriksaan ini, Pahala berharap agar semua proses yang berlangsung bisa memperkuat kepercayaan publik terhadap integritas lembaga tersebut. 

Baca Juga:
Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Timah, Harvey Moeis Akui Terima Insentif Bulanan Senilai Ratusan Juta dari Sosok Ini

"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan aturan dan tidak melanggar ketentuan yang ada," tambahnya.

Sebelumnya, Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa mereka sedang mendalami kasus yang melibatkan Alexander Marwata dan pertemuannya dengan Eko Darmanto. 

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, menyatakan bahwa mereka telah menjadwalkan pemeriksaan klarifikasi yang juga akan mencakup pegawai KPK lainnya.

"Seluruh proses pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lembaga anti-korupsi di Indonesia," ujar Ade. 

Baca Juga:
Viral Seorang Wanita Mencuri Helm di Stasiun Mojokerto, Bisa Lolos dengan Santai dari Pantauan Petugas Parkir

Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan ini bukan hanya untuk menyelidiki pelanggaran, tetapi juga untuk memastikan bahwa KPK beroperasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Pemeriksaan ini diharapkan dapat mengklarifikasi banyak isu yang mengemuka dan memperkuat kepercayaan publik terhadap integritas KPK. 

Pahala Nainggolan pun berharap agar proses hukum ini dapat memberikan kejelasan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang memiliki tugas penting dalam pemberantasan korupsi di Tanah Air.

Pihak KPK juga berkomitmen untuk terus mendukung proses hukum ini dan memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil adalah demi kepentingan publik. 

Baca Juga:
Viral Oknum Pendekar Pencak Silat di Tulungagung Tidak Berani Saat Ditantang Warga Duel Satu Lawan Satu, Warganet Heran

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan KPK dapat tetap menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi, serta mempertahankan kepercayaan masyarakat yang selama ini telah diberikan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Timah, Harvey Moeis Akui Terima Insentif Bulanan Senilai Ratusan Juta dari Sosok Ini

Harvey Moeis mengungkapkan pengakuan mengejutkan tentang insentif ratusan juta dalam sidang kasus korupsi timah yang terus berlanjut.

Gibran Rakabuming Blusukan ke Pasar di Magelang, Said Didu Sebut Wapres RI Cuma Sibuk Cari Simpati Pakai Uang Negara

Aksi Wapres RI Gibran Rakabuming Raka blusukan ke salah satu pasar di Magelang mendapat komentar pedas dari pegiat media sosial Said Didu

Soroti Gibran Pulang Duluan dari Akmil Magelang, Dokter Tifa Sebut Wapres RI Ingin Curi Waktu untuk Kampanye 2029

Pegiat media sosial Dokter Tifa mengomentari kabar Wapres RI Gibran Rakabuming Raka yang pulang lebih dulu dari Akmil Magelang

Deputi KPK Pahala Nainggolan Mendadak Diperiksa di Polda Metro Jaya Hari Ini, Apa Kasus yang Menjeratnya?

Deputi KPK Pahala Nainggolan menjalani pemeriksaan hari ini terkait pertemuan kontroversial yang melibatkan pejabat KPK.

Selamatkan Karyawan PT Sritex yang Terancam PHK akibat Pailit, Prabowo Perintahkan 4 Kementerian untuk Turun Tangan

PT Sritex mengalami pailit, dan pemerintah segera mengambil langkah penyelamatan untuk mempertahankan operasional perusahaan.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;