Fakta 2 Tersangka Baru Kasus Judol yang Libatkan Pegawai Komdigi, Kabur ke Luar Negeri Hingga Simpan Uang 2,8 Miliar

Ilustrasi keyboard komputer yang digunakan tersangka judol yang libatkan pegawai Komdigi
Ilustrasi keyboard komputer yang digunakan tersangka judol yang libatkan pegawai Komdigi Source: (Foto/Pixabay/@CG_erious)

Nasional, gemasulawesi - Kasus mafia judi online yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kembali menunjukkan perkembangan signifikan setelah Polri berhasil menangkap dua tersangka baru.

Penangkapan dilakukan terhadap tersangka berinisial MN dan DM, yang memiliki peran penting dalam jaringan ini.

Menurut rencana, kedua tersangka akan dibawa ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Senin malam, 11 November 2024.

Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, dalam keterangannya pada Minggu, 10 November 2024, menyatakan bahwa penangkapan ini adalah langkah penting dalam mengungkap lebih dalam jaringan kejahatan judi online.

Baca Juga:
Heboh! Ruangan Staf Khusus Mantan Menkominfo Budi Arie Diduga Digeledah Polisi, Tumpukan Uang dengan Jumlah Fantastis Ditemukan

“Polri telah berhasil menangkap dua pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus perjudian online di Komdigi,” ungkapnya.

Langkah ini semakin memperkuat komitmen kepolisian dalam memberantas aktivitas ilegal yang telah melibatkan berbagai pihak.

Penjelasan lebih lanjut datang dari Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, yang merinci peran kedua tersangka.

MN diketahui bertugas menyetorkan daftar website serta mengelola aliran dana hasil kejahatan, sementara DM bertindak sebagai penampung dana tersebut.

Baca Juga:
Janjikan Penghasilan Rp10 Juta per Bulan untuk Kaum Milenial yang Mau Jadi Petani, Menteri Pertanian Tegaskan Hal Ini

Peran penting yang dimainkan kedua tersangka ini membuat mereka menjadi kunci dalam jaringan mafia judi online yang diduga memiliki skala operasi cukup luas.

Dalam pengembangan kasus ini, tim penyidik Polda Metro Jaya juga berhasil menyita sejumlah uang yang diduga terkait dengan aktivitas kejahatan tersebut.

Total uang yang diamankan mencakup uang tunai senilai Rp300 juta dan dana sebesar Rp2,8 miliar yang tersimpan dalam rekening terkait kasus ini.

“Tim penyidik berhasil mengamankan antara lain uang cash senilai Rp300 juta dan uang yang tersimpan dalam rekening senilai Rp2,8 miliar,” jelas Kombes Pol. Wira Satya.

Baca Juga:
Polri Ingin Para Petani Milenial Bergabung Menjadi Anggota Polisi, Polda Kalsel Jelaskan Alasan Pentingnya

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa MN sebelumnya telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Upaya penangkapan ini disebut sebagai hasil kerja keras tim penyidik di lapangan.

“Atas kerja keras daripada tim penyidik di lapangan bahwa tanggal 9 November 2024 berhasil mengamankan MN,” tambah Wira Satya.

Sebelumnya, menanggapi kasus judol yang melibatkan pegawainya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa kementeriannya mendukung penuh langkah Polri dalam mengusut tuntas kasus yang mencoreng nama institusi tersebut.

Dengan penangkapan MN dan DM, diharapkan penyelidikan terhadap jaringan mafia judi online ini dapat memberikan efek jera dan menutup celah kejahatan serupa di masa depan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Heboh! Ruangan Staf Khusus Mantan Menkominfo Budi Arie Diduga Digeledah Polisi, Tumpukan Uang dengan Jumlah Fantastis Ditemukan

Penggeledahan ruangan staf khusus Budi Arie Setiadi yang diduga dilakukan oleh pihak kepolisian viral di media sosial. Begini faktanya.

Janjikan Penghasilan Rp10 Juta per Bulan untuk Kaum Milenial yang Mau Jadi Petani, Menteri Pertanian Tegaskan Hal Ini

Program pertanian modern mengundang kaum milenial untuk terlibat dan mendapatkan pendapatan minimal Rp10 juta per bulan.

Polri Ingin Para Petani Milenial Bergabung Menjadi Anggota Polisi, Polda Kalsel Jelaskan Alasan Pentingnya

Polri melalui Polda Kalimantan Selatan mengajak para petani milenial untuk gabung menjadi Polisi, simak alasannya berikut ini

Tanggapi Video Viral Peternak Buang Ratusan Liter Susu Sapi, Wakil Ketua DPR RI Bilang Pemerintah Harus Lakukan Hal Ini

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa memberikan tanggapannya terkait video para petani sapi susu yang membuang hasil panennya karena tidak laku

Presiden Prabowo Akui Ingin Bekerja Sama dengan China Dalam Hal Pendidikan, Sebut Bakal Kirim Lebih Banyak Pelajar

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia ingin bekerja sama dengan Chian dalam hal pendidikan serta belajar mengentaskan kemiskinan

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;