Janjikan Penghasilan Rp10 Juta per Bulan untuk Kaum Milenial yang Mau Jadi Petani, Menteri Pertanian Tegaskan Hal Ini

Menteri Pertanian mengajak kaum Milenial untuk terlibat dalam program cetak sawah satu juta hektare dengan gaji menarik.
Menteri Pertanian mengajak kaum Milenial untuk terlibat dalam program cetak sawah satu juta hektare dengan gaji menarik. Source: Foto/Instagram @a.amran_sulaiman

Nasional, gemasulawesi - Upaya memperkuat sektor pangan nasional kini diarahkan pada pembukaan lahan sawah seluas satu juta hektare. 

Untuk mewujudkan proyek ambisius ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak kaum Milenial dan juga mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengembangan pertanian berbasis teknologi. 

Pemerintah tak hanya membuka ruang bagi generasi muda tetapi juga menawarkan pendapatan menjanjikan hingga Rp10 juta per bulan bagi mereka yang berpartisipasi. 

“Keterlibatan mereka ini penting karena generasi muda mampu membawa perubahan besar di bidang pertanian, terutama dengan pemanfaatan teknologi tinggi,” jelas Amran, dikutip pada Minggu, 10 November 2024.

Baca Juga:
Bikin Geger! Bukannya Minta Maaf, WNA di Bali Ini Malah Tantang Duel Pengemudi Setelah Menabrak Mobilnya

Saat ini, sebanyak 3.000 mahasiswa, siswa, dan petani milenial sudah dikerahkan melalui program Merdeka Belajar untuk memulai proyek ini di lapangan. 

Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa belajar langsung di lapangan sekaligus menciptakan klaster pertanian modern. 

Amran mengungkapkan bahwa pertanian modern kini tak hanya mengandalkan metode konvensional tetapi juga teknologi tinggi yang dikelola secara profesional.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan agar mahasiswa bisa memahami dan mengelola teknologi di sektor pertanian. 

Baca Juga:
Aksi Mandi Susu Senilai Rp400 Juta Viral! Peternak Sapi Perah di Boyolali Protes Pembatasan Kuota Pabrik

Generasi muda akan dilatih untuk mengoperasikan teknologi modern demi mendorong peningkatan hasil produksi pertanian. 

"Hasil dari kegiatan ini akan dinikmati oleh mereka sendiri, dan pemerintah mengupayakan agar penghasilan mereka minimal mencapai Rp10 juta per bulan," tambahnya.

Amran menekankan, proyek pertanian ini juga memanfaatkan bonus demografi yang sedang dialami Indonesia, dengan lebih dari separuh penduduk berada di usia produktif. 

Menurutnya, kondisi ini adalah momentum berharga untuk melibatkan generasi muda sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional. 

Baca Juga:
Polri Ingin Para Petani Milenial Bergabung Menjadi Anggota Polisi, Polda Kalsel Jelaskan Alasan Pentingnya

“Mereka hanya perlu diberikan kesempatan dan dukungan teknologi canggih agar pertanian kita semakin maju dan mereka juga memperoleh keuntungan yang layak,” ujarnya.

Proyek pencetakan sawah ini dijadwalkan berlangsung di beberapa lahan, termasuk lahan rawa dan lahan konvensional, untuk merespons perubahan iklim yang bisa mempengaruhi produksi pangan nasional. 

Amran menyebutkan bahwa percepatan cetak sawah ini sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih, Prabowo Subianto, mengingat saat ini Indonesia berada dalam kondisi darurat pangan yang menuntut respons cepat.

Pemerintah berharap kehadiran generasi muda dalam proyek ini tak hanya menghasilkan sawah produktif baru, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan keterampilan, pengalaman, dan pendapatan yang bermanfaat bagi masa depan mereka. 

Baca Juga:
Bikin Was-was! Kondisi Basement Rumah Sakit di Bekasi Ini Dekat dengan Sungai Bervolume Air Tinggi, Berpotensi Banjir

Di sisi lain, sektor pertanian nasional juga akan memperoleh angkatan kerja yang lebih terlatih dalam pengelolaan pertanian modern, sehingga ketahanan pangan Indonesia dapat lebih terjamin dan berkelanjutan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Polri Ingin Para Petani Milenial Bergabung Menjadi Anggota Polisi, Polda Kalsel Jelaskan Alasan Pentingnya

Polri melalui Polda Kalimantan Selatan mengajak para petani milenial untuk gabung menjadi Polisi, simak alasannya berikut ini

Tanggapi Video Viral Peternak Buang Ratusan Liter Susu Sapi, Wakil Ketua DPR RI Bilang Pemerintah Harus Lakukan Hal Ini

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa memberikan tanggapannya terkait video para petani sapi susu yang membuang hasil panennya karena tidak laku

Presiden Prabowo Akui Ingin Bekerja Sama dengan China Dalam Hal Pendidikan, Sebut Bakal Kirim Lebih Banyak Pelajar

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia ingin bekerja sama dengan Chian dalam hal pendidikan serta belajar mengentaskan kemiskinan

Lepas dari Status BUMN! Perum Bulog Akan Dikelola Langsung oleh Presiden, Ini Tujuan Utamanya

Perum Bulog akan menjadi lembaga langsung di bawah Presiden, fokus pada ketahanan pangan dan logistik nasional.

Usut Kasus Suap Penanganan Perkara Ronald Tannur, Kejagung Periksa 5 Saksi Kunci, Ini Sosoknya

Kasus suap Ronald Tannur berlanjut, lima saksi kunci diperiksa Kejagung, termasuk keluarga tersangka LR.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;