Lepas dari Status BUMN! Perum Bulog Akan Dikelola Langsung oleh Presiden, Ini Tujuan Utamanya

Perubahan besar terjadi pada Bulog, yang kini akan berada langsung di bawah Presiden untuk pengelolaan pangan.
Perubahan besar terjadi pada Bulog, yang kini akan berada langsung di bawah Presiden untuk pengelolaan pangan. Source: Foto: Dok. Tim Komunikasi Prabowo

Nasional, gemasulawesi - Perubahan besar terjadi pada status Perum Bulog yang sebelumnya merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto, Bulog akan mengalami transformasi yang cukup signifikan, yaitu menjadi lembaga pemerintah yang langsung berada di bawah kendali presiden.  

Direktur Utama Bulog, Wahyu Suparno, mengatakan bahwa perubahan yang dimaksudkan oleh Presiden Prabowo ini bertujuan agar Bulog lebih fokus dalam mendukung ketahanan pangan nasional, serta mengelola logistik pangan dengan lebih efisien. 

Wahyu Suparno menegaskan bahwa perubahan tersebut akan mengembalikan Bulog pada peran utamanya, yang lebih berorientasi pada pelayanan publik daripada sekadar kegiatan bisnis. 

Baca Juga:
Usut Kasus Suap Penanganan Perkara Ronald Tannur, Kejagung Periksa 5 Saksi Kunci, Ini Sosoknya

“Nantinya, Bulog akan langsung berada di bawah presiden dan tidak lagi menjadi bagian dari kementerian BUMN,” kata Wahyu, dikutip pada Sabtu, 9 November 2024.

Dengan perubahan ini, diharapkan Bulog bisa lebih fleksibel dalam pengelolaan pangan dan logistik, serta lebih responsif terhadap kebutuhan pasar dan petani. 

Selama ini, Bulog dinilai terlalu terbatas dalam ruang geraknya sebagai perusahaan BUMN yang masih terikat dengan regulasi yang ketat. 

Wahyu menambahkan bahwa perubahan ini akan mengembalikan Bulog ke bentuk awalnya, yang lebih fokus pada pengelolaan pangan dan stabilitas harga. 

Baca Juga:
Kantor Disdik Minahasa Digeledah, Kejari Temukan Bukti Dugaan Korupsi Dana Tunjangan Guru dan Honorer

"Kami ingin kembali seperti 50 tahun lalu, dengan lebih dekat ke petani dan masyarakat," ujar Wahyu.

Perubahan kelembagaan ini akan dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres), yang saat ini sedang disiapkan oleh tim internal Bulog. 

Wahyu juga menjelaskan bahwa dengan status baru ini, Bulog diharapkan dapat lebih fokus pada tugas utamanya dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus mempermudah pengelolaan logistik pangan di Indonesia. 

Dengan demikian, diharapkan Bulog bisa lebih mendukung stabilitas harga pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik.

Baca Juga:
Imbas Kecelakaan Tragis di Teluknaga Tangerang, 19 Truk Tanah Rusak Parah Dihancurkan Warga, Begini Kronologinya

Selain itu, ketika ditanya mengenai kemungkinan pemindahan Bulog ke bawah Kementerian Pertanian, Wahyu menjelaskan bahwa saat ini tidak ada rencana tersebut. 

Bulog akan tetap berada pada jalur yang sesuai dengan arahan presiden, yang menginginkan lembaga ini dapat berfungsi secara lebih mandiri dan berfokus pada pengelolaan logistik pangan nasional.

Dengan transformasi ini, Bulog diharapkan bisa lebih responsif terhadap perubahan pasar dan krisis pangan yang dapat terjadi kapan saja. 

Fokus utama adalah meningkatkan kinerja Bulog dalam mengelola stok pangan dan menjaga kestabilan harga agar lebih terjangkau oleh masyarakat. 

Baca Juga:
Mobilnya Tidak Tertabrak, Pengemudi di Jogja Terekam Pukul Pengendara Motor di Tikungan, Warganet Minta Sopir Diusut

Dalam kondisi yang sering berubah, sebuah lembaga yang lebih lincah dan responsif tentu akan sangat dibutuhkan, terutama dalam sektor pangan yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Usut Kasus Suap Penanganan Perkara Ronald Tannur, Kejagung Periksa 5 Saksi Kunci, Ini Sosoknya

Kasus suap Ronald Tannur berlanjut, lima saksi kunci diperiksa Kejagung, termasuk keluarga tersangka LR.

Disebut Tidak Aman! Pihak Penyedia Panggung Konser Dua Lipa di Jakarta Mengaku Sudah Punya Sertifikat Keamanan

Begini penjelasan dari pihak penyedia panggung konser Dua Lipa di Jakarta soal pembatalan konser, sebut pihaknya punya sertifikat keamanan

Promotor Bongkar Penyebab Konser Dua Lipa di Jakarta Batal Digelar, Masalah Keamanan Panggung Jadi Sorotan Utama

Penyanyi Dua Lipa batal menggelar konser di Jakarta meskipun sudah berada di Indonesia dan siap tampil, begini penjelasan promotor

Perputaran Uang Capai Rp600 Triliun! 97 Ribu Anggota TNI dan Polri Terlibat Judi Online, PPATK Ungkap Fakta Mengejutkan

Perputaran dana judi online capai Rp600 triliun. PPATK sebut ribuan TNI, Polri, dan pejabat negara terlibat.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ungkap Modus Besar Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi, 8 Tersangka Diamankan

Tim khusus Polda Metro Jaya berhasil tangkap pelaku pengoplos LPG dan BBM bersubsidi demi keuntungan pribadi.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;