Usut Kasus Suap Penanganan Perkara Ronald Tannur, Kejagung Periksa 5 Saksi Kunci, Ini Sosoknya

Kejagung periksa lima saksi kasus suap Ronald Tannur, termasuk keluarga dan penasihat hukum tersangka.
Kejagung periksa lima saksi kasus suap Ronald Tannur, termasuk keluarga dan penasihat hukum tersangka. Source: Foto/dok. Kejagung

Nasional, gemasulawesi - Kasus suap dalam penanganan perkara terpidana Ronald Tannur semakin dalam diusut oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). 

Belum lama ini tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) memanggil lima saksi penting untuk diperiksa lebih lanjut, termasuk keluarga tersangka LR. 

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperkuat bukti dan melengkapi pemberkasan terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi tersebut.

Dua dari lima saksi yang diperiksa adalah suami dan anak tersangka LR, yaitu LHP dan HSH, yang diketahui juga merupakan penasihat hukum dari terpidana Ronald Tannur. 

Baca Juga:
Kantor Disdik Minahasa Digeledah, Kejari Temukan Bukti Dugaan Korupsi Dana Tunjangan Guru dan Honorer

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, proses pemeriksaan ini bertujuan untuk mengumpulkan lebih banyak bukti yang relevan. 

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk melengkapi bukti yang dibutuhkan dalam pengusutan perkara ini," ujar Harli pada Sabtu, 9 November 2024.

Selain keluarga tersangka LR, Kejagung juga memeriksa ADP, anggota tim penasihat hukum Ronald Tannur, serta AS yang merupakan sopir keluarga LR. 

Pemeriksaan ini dilakukan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Jatim), sementara tersangka utama LR diperiksa langsung di Jakarta. 

Baca Juga:
Imbas Kecelakaan Tragis di Teluknaga Tangerang, 19 Truk Tanah Rusak Parah Dihancurkan Warga, Begini Kronologinya

Kejagung berharap dengan adanya pemeriksaan intensif ini, pihaknya dapat mengungkap rangkaian fakta yang lebih jelas.

Sebelumnya, Kejagung juga telah mengambil tindakan tegas dengan memindahkan tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang menjadi tersangka dalam kasus ini ke Jakarta. 

Mereka ditempatkan di beberapa rumah tahanan (Rutan) berbeda di Jakarta untuk memperlancar proses penyidikan. 

Tersangka HH ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ED di Rutan Cipinang, dan M di Rutan Salemba.

Baca Juga:
Mobilnya Tidak Tertabrak, Pengemudi di Jogja Terekam Pukul Pengendara Motor di Tikungan, Warganet Minta Sopir Diusut

Tak hanya saksi dari pihak pengacara dan keluarga tersangka, Kejagung juga memeriksa beberapa kerabat dekat Ronald Tannur, seperti ayah dan adik terdakwa, di Lembaga Pemasyarakatan Madaeng. 

Proses pengumpulan bukti dalam kasus ini diharapkan dapat memberi titik terang atas dugaan suap yang telah mencoreng institusi hukum.

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya, Kejagung juga telah menetapkan Meirizka Widjaja (MW), ibu dari Ronald Tannur, sebagai tersangka dalam kasus yang sama. 

MW dituduh telah mengeluarkan dana sebesar Rp3,5 miliar untuk menyuap tiga hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, agar putranya mendapat vonis bebas. 

Baca Juga:
Disebut Tidak Aman! Pihak Penyedia Panggung Konser Dua Lipa di Jakarta Mengaku Sudah Punya Sertifikat Keamanan

Dana sebesar itu diserahkan dalam bentuk pembayaran bertahap kepada pengacara Lisa Rahmat (LR), yang kemudian membantu mengurus perkara tersebut.

Dalam kasus yang rumit dan melibatkan banyak pihak ini, Kejagung berkomitmen untuk menuntaskan penyidikan demi menjaga integritas dan kredibilitas sistem peradilan. 

Berbekal bukti-bukti tambahan seperti dokumen elektronik dan catatan transaksi keuangan, Kejagung optimis kasus ini dapat diselesaikan dengan adil. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Disebut Tidak Aman! Pihak Penyedia Panggung Konser Dua Lipa di Jakarta Mengaku Sudah Punya Sertifikat Keamanan

Begini penjelasan dari pihak penyedia panggung konser Dua Lipa di Jakarta soal pembatalan konser, sebut pihaknya punya sertifikat keamanan

Promotor Bongkar Penyebab Konser Dua Lipa di Jakarta Batal Digelar, Masalah Keamanan Panggung Jadi Sorotan Utama

Penyanyi Dua Lipa batal menggelar konser di Jakarta meskipun sudah berada di Indonesia dan siap tampil, begini penjelasan promotor

Perputaran Uang Capai Rp600 Triliun! 97 Ribu Anggota TNI dan Polri Terlibat Judi Online, PPATK Ungkap Fakta Mengejutkan

Perputaran dana judi online capai Rp600 triliun. PPATK sebut ribuan TNI, Polri, dan pejabat negara terlibat.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ungkap Modus Besar Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi, 8 Tersangka Diamankan

Tim khusus Polda Metro Jaya berhasil tangkap pelaku pengoplos LPG dan BBM bersubsidi demi keuntungan pribadi.

Gibran Pimpin Pemerintahan Saat Presiden Kunjungan Kerja ke Luar Negeri, Prabowo Subianto: Saya Percaya Wakil Presiden

Prabowo Subianto percatya Wapres Gibran Rakabuming Raka bisa memimpin pemerintahan sementara ketika, Presiden kunjungan kerja ke luar negeri

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;