Jokowi Singgung Megawati Saat Dikaitkan dengan Ucapan Hasto Kristiyanto Soal Jabatan Presiden 3 Periode

Tangkap layar video yang menampilkan Joko Widodo atau Jokowi sedang berkegiatan
Tangkap layar video yang menampilkan Joko Widodo atau Jokowi sedang berkegiatan Source: (Foto/Instagram/@jokowi)

Nasional, gemasulawesi - Joko Widodo atau Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki keinginan untuk menjabat sebagai Presiden Indonesia selama tiga periode.

Pernyataan tersebut ia sampaikan untuk menanggapi isu yang belakangan beredar, mengaitkannya dengan keinginan memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Isu ini mencuat setelah Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, memberikan klarifikasi terkait kasus hukum yang sedang dihadapinya usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Dalam klarifikasinya, Hasto Kristiyanto sempat menyinggung tentang adanya tekanan yang diterima oleh PDIP terkait pemecatan seorang sosok yang dianggap memiliki ambisi kekuasaan hingga ingin melanggar konstitusi demi memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Baca Juga:
Soroti Natalius Pigai yang Singgung Kegagalan Mahfud MD, Denny Siregar: Ga Usah Ngurus yang Bukan Tupoksinya

"Ketika muncul berbagai intimidasi, agar tidak dilakukan pemecatan terhadap sosok yang memiliki ambisi kekuasaan sehingga konstitusi pun sepertinya mau dilanggar dengan perpanjangan masa jabatan 3 periode," ungkap Hasto dalam video klarifikasinya.

Pernyataan Hasto ini kemudian memunculkan spekulasi publik yang mengaitkan narasi tersebut dengan Jokowi.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi dengan tegas membantah adanya keinginan untuk memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Senin, 30 Desember 2024, Jokowi menyatakan bahwa isu tersebut sama sekali tidak benar.

Baca Juga:
Rieke Diah Pitaloka Dilaporkan ke MKD Karena Kritik PPN 12 Persen, Guntur Romli: Ini Upaya Intimidasi Wakil Rakyat

"Tidak pernah saya meminta untuk perpanjangan atau tiga periode (jabatan sebagai Presiden Indonesia)," tegas penjelasan Jokowi.

Ia juga meminta agar pihak-pihak yang meragukan klarifikasinya untuk langsung mengonfirmasi kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, atau Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

"Tanya saja ke Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) atau tanyakan ke Mbak Puan (Puan Maharani) atau tanyakan saja ke partai," tambahnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut bahwa narasi mengenai dirinya yang menginginkan tiga periode jabatan hanyalah framing jahat yang bertujuan mencoreng namanya.

Baca Juga:
Soroti Hakim yang Vonis Harvey Moeis 6,5 Tahun Penjara, Umar Hasibuan: Semoga KPK Tangkap Eko Aryanto

"Jangan mem-framing jahat (isu perpanjangan jabatan Presiden) seperti itu, tidak baik," ujar Jokowi.

Ia menegaskan bahwa framing semacam itu tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga mencederai demokrasi dan kepercayaan masyarakat.

Dengan bantahannya tersebut, Joko Widodo mengimbau semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar dan tetap mengedepankan kebenaran dalam menyikapi setiap pemberitaan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soroti Natalius Pigai yang Singgung Kegagalan Mahfud MD, Denny Siregar: Ga Usah Ngurus yang Bukan Tupoksinya

Denny Siregar menanggapi Menteri HAM, Natalius Pigai yang menyinggung kegagalan utama Mahfud MD saat menjabat sebagai Menko Polhukam

Rieke Diah Pitaloka Dilaporkan ke MKD Karena Kritik PPN 12 Persen, Guntur Romli: Ini Upaya Intimidasi Wakil Rakyat

Guntur Romli turut memberikan tanggapan usai anggota DPR, Rieke Diah Pitaloka dilaporkan ke MKD setelah kritik kebijakan PPN 12 persen

Soroti Hakim yang Vonis Harvey Moeis 6,5 Tahun Penjara, Umar Hasibuan: Semoga KPK Tangkap Eko Aryanto

Umar Hasibuan berharap agar hakim Eko Aryanto, yang memberi vonis 6,5 tahun penjara untuk Harvey Moeis, ditangkap KPK atau Kejagung

Feri Amsari Tanggapi Presiden Prabowo yang Mengajak Koruptor untuk Bertobat: Makin Pidato Makin Ngawur

Feri Amsari, pakar hukum tata negara menanggapi pidato dari Presiden Prabowo Subianto yang membahas soal penanganan koruptor

Dedek Prayudi Dianggap Halu Warganet Usai Jelaskan Alasan Indonesia Jadi Negara Paling Optimistis di 2025

Juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan RI, Dedek Prayudi menjelaskan alasan Indonesia bisa jadi negara paling optimistis menyambut 2025

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;