Anggaran 2025 Dipotong, BMKG Minta Dispensasi ke Presiden Prabowo, Sebut Demi Keselamatan Masyarakat Indonesia

Ilustrasi proses menghitung anggaran yang dilakukan oleh pihak BMKG
Ilustrasi proses menghitung anggaran yang dilakukan oleh pihak BMKG Source: (Foto/Pexels/@Mikhail Nilov)

Nasional, gemasulawesi - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajukan permohonan dispensasi pemotongan anggaran kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.

Langkah ini diambil setelah Komisi V DPR RI mengesahkan pagu indikatif anggaran 2025 untuk BMKG dengan nilai Rp1,423 triliun, yang mengalami pemangkasan signifikan dari anggaran sebelumnya sebesar Rp2,826 triliun.

Keputusan pemangkasan anggaran BMKG didasarkan pada ketentuan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang mengatur efisiensi belanja negara, serta diperkuat oleh Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.02/2025.

Komisi V DPR RI menyatakan bahwa pengesahan pagu indikatif ini harus dilakukan sesuai tata tertib yang berlaku dan kebijakan efisiensi yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:
100 Hari Kabinet Merah Putih! Bea Cukai Gagalkan Ribuan Kasus Penyelundupan Bernilai Rp4,06 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Hal Ini

Meski demikian, pemangkasan ini menuai kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap operasional BMKG, terutama dalam hal pemeliharaan alat pemantauan cuaca dan bencana alam.

Menanggapi keputusan tersebut, Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG, Muslihhuddin, menyatakan bahwa BMKG secara prinsip mendukung efisiensi anggaran yang telah diinstruksikan oleh Presiden.

Namun, ia menekankan bahwa pemotongan anggaran ini berdampak signifikan terhadap belanja modal dan belanja barang, termasuk pemeliharaan yang tidak dapat dilaksanakan pada tahun 2025. 

Pengurangan anggaran ini dikhawatirkan akan melemahkan kemampuan BMKG dalam mendeteksi dinamika cuaca, iklim, kualitas udara, gempabumi, dan tsunami.

Baca Juga:
Ramai di Media Sosial! Klaim Berlebihan Influencer Skincare Soal Kandungan Produk Tuai Polemik, BPOM Siapkan Regulasi Ketat

BMKG menilai bahwa efisiensi anggaran ini dapat menyebabkan banyak Alat Operasional Utama (Aloptama) tidak berfungsi maksimal karena dana pemeliharaan berkurang hingga 71 persen.

Hal ini mengancam keberlanjutan operasional sistem pemantauan bencana yang krusial bagi keselamatan masyarakat Indonesia.

Salah satu komponen penting yang terdampak adalah hampir 600 alat sensor pemantauan gempa bumi dan tsunami yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagian besar dari alat tersebut saat ini sudah melampaui usia kelayakan, sehingga memerlukan pemeliharaan yang memadai agar tetap berfungsi optimal.

Baca Juga:
Anggota Polisi di Aceh Diduga Paksa Pasangannya Lakukan Aborsi, DPR Desak Proses Hukum Tegas bagi Pelaku

Dengan mempertimbangkan dampak yang luas terhadap mitigasi bencana, BMKG mengajukan dispensasi pemotongan anggaran kepada Presiden demi ketahanan nasional dan keselamatan masyarakat Indonesia.

Muslihhuddin menegaskan bahwa mitigasi ancaman bencana Geo-Hidrometeorologi di Indonesia tidak boleh diabaikan karena menyangkut keselamatan banyak orang.

Menurutnya, keberlanjutan program mitigasi bencana menjadi hal yang mutlak untuk memastikan sistem peringatan dini tetap berjalan dengan baik.

"Oleh karena itu perlu adanya dukungan yang berfungsi secara maksimal dalam membangun masyarakat yang tahan bencana," jelas Muslihhuddin pada Kamis, 6 Februari 2025.

Baca Juga:
Tegas! Beri Sinyal Kuat untuk Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo: Siapa yang Bandel, Saya Akan Tindak

Pernyataan ini menekankan pentingnya anggaran yang cukup untuk menjaga kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Dengan kondisi geografis Indonesia yang rawan terhadap bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan cuaca ekstrem, pemangkasan anggaran terhadap BMKG berisiko melemahkan sistem mitigasi yang selama ini menjadi andalan dalam memberikan peringatan dini.

BMKG berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali keputusan pemangkasan ini dengan melihat dampak jangka panjangnya terhadap ketahanan nasional dan keselamatan masyarakat luas. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

100 Hari Kabinet Merah Putih! Bea Cukai Gagalkan Ribuan Kasus Penyelundupan Bernilai Rp4,06 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Hal Ini

Penyelundupan besar senilai Rp4,06 triliun berhasil digagalkan Bea Cukai. Sri Mulyani beberkan strategi pengawasan berbasis teknologi.

Ramai di Media Sosial! Klaim Berlebihan Influencer Skincare Soal Kandungan Produk Tuai Polemik, BPOM Siapkan Regulasi Ketat

Influencer skincare makin marakdi Indonesia, BPOM dan DPR siap atur promosi produk agar informasi lebih akurat.

Anggota Polisi di Aceh Diduga Paksa Pasangannya Lakukan Aborsi, DPR Desak Proses Hukum Tegas bagi Pelaku

Kasus aborsi oleh seorang oknum anggota Polri disorot DPR, minta penanganan transparan dan sanksi sesuai hukum.

Tegas! Beri Sinyal Kuat untuk Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo: Siapa yang Bandel, Saya Akan Tindak

Reshuffle kabinet di depan mata? Prabowo beri peringatan keras, pejabat bandel dan ndableg siap-siap ditindak.

Heboh Gaji dan Tukin Pegawai BRIN 2025 Dipotong Karena Efisiensi Anggaran, DPR Khawatir Hasil Kerja Terganggu

Begini tanggapan DPR mengenai usulan efisiensi anggaran BRIN 2025 yang membuat gaji hingga tunjangan kerja pegawai dihapuskan

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;