100 Hari Kabinet Merah Putih! Bea Cukai Gagalkan Ribuan Kasus Penyelundupan Bernilai Rp4,06 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Hal Ini

Bea Cukai gagalkan penyelundupan Rp4,06 triliun dalam 100 hari. Sri Mulyani ungkap strategi ketat untuk cegah kerugian negara.
Bea Cukai gagalkan penyelundupan Rp4,06 triliun dalam 100 hari. Sri Mulyani ungkap strategi ketat untuk cegah kerugian negara. Source: FotoInstagram @smindrawati

Nasional, gemasulawesi - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil menggagalkan penyelundupan barang senilai Rp4,06 triliun dalam 100 hari pertama Kabinet Merah Putih. 

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperketat pengawasan kepabeanan dan cukai.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa selama periode tersebut, pihaknya telah melakukan 6.187 tindakan penindakan terhadap berbagai komoditas ilegal. 

“Total nilai barang dan jasa yang diamankan mencapai Rp4,06 triliun, dengan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp820 miliar,” ujar Sri Mulyani, dikutip pada Jumat, 7 Februari 2025.

Baca Juga:
Ramai di Media Sosial! Klaim Berlebihan Influencer Skincare Soal Kandungan Produk Tuai Polemik, BPOM Siapkan Regulasi Ketat

Dari ribuan kasus yang ditangani, sebanyak 2.657 kasus telah ditetapkan sebagai barang dikuasai negara (BDN) atau barang milik negara (BMN). 

Selain itu, 569 kasus telah dilimpahkan ke instansi lain, 120 kasus diselesaikan dengan pendekatan ultimum remidium, sementara 2.841 kasus lainnya masih dalam proses penelitian atau penyidikan.

Barang-barang yang diselundupkan pun beragam, mulai dari rokok, minuman beralkohol, tekstil dan produk tekstil, barang elektronik, hingga kosmetik untuk kasus impor. 

Sementara itu, untuk kasus ekspor, barang yang paling sering diselundupkan adalah baby lobster, pasir timah, dan rotan.

Baca Juga:
Anggota Polisi di Aceh Diduga Paksa Pasangannya Lakukan Aborsi, DPR Desak Proses Hukum Tegas bagi Pelaku

Wilayah penindakan tersebar di berbagai lokasi strategis, dengan rincian 49 persen di pelabuhan, 15 persen di bandara, 10 persen di pesisir, serta 16 persen di tempat lain seperti jalan raya dan kawasan berikat.

Menkeu Sri Mulyani menegaskan bahwa pengawasan kepabeanan dan cukai harus semakin diperkuat dengan pendekatan berbasis teknologi dan kerja sama dengan berbagai pihak. 

Untuk itu, Bea Cukai menerapkan empat strategi utama, yaitu:

- Penguatan pelayanan dan pengawasan guna mempercepat proses customs clearance.

- Penguatan operasi di lapangan untuk mendeteksi modus penyelundupan terbaru.

- Sinergi dengan aparat penegak hukum (APH) dalam penindakan kasus besar.

- Optimalisasi pemindaian kontainer di pelabuhan utama untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pemeriksaan barang.

Salah satu hasil nyata dari strategi ini adalah peningkatan efektivitas pemindaian kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. 

Baca Juga:
Tegas! Beri Sinyal Kuat untuk Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo: Siapa yang Bandel, Saya Akan Tindak

“Pemindaian ini mampu mempercepat proses customs clearance dari 0,55 jam menjadi 0,49 jam serta meningkatkan transparansi isi kontainer hingga 100 persen,” jelas Sri Mulyani.

Ke depan, Bea Cukai berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan di perairan, meningkatkan efektivitas penyidikan kasus penyelundupan, serta memperkuat kerja sama dengan aparat keamanan di perbatasan darat dan laut.

Dengan strategi yang semakin ketat dan berbasis teknologi, pemerintah berharap dapat menekan angka penyelundupan secara signifikan serta melindungi ekonomi nasional dari dampak negatif perdagangan ilegal. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Ramai di Media Sosial! Klaim Berlebihan Influencer Skincare Soal Kandungan Produk Tuai Polemik, BPOM Siapkan Regulasi Ketat

Influencer skincare makin marakdi Indonesia, BPOM dan DPR siap atur promosi produk agar informasi lebih akurat.

Anggota Polisi di Aceh Diduga Paksa Pasangannya Lakukan Aborsi, DPR Desak Proses Hukum Tegas bagi Pelaku

Kasus aborsi oleh seorang oknum anggota Polri disorot DPR, minta penanganan transparan dan sanksi sesuai hukum.

Tegas! Beri Sinyal Kuat untuk Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo: Siapa yang Bandel, Saya Akan Tindak

Reshuffle kabinet di depan mata? Prabowo beri peringatan keras, pejabat bandel dan ndableg siap-siap ditindak.

Heboh Gaji dan Tukin Pegawai BRIN 2025 Dipotong Karena Efisiensi Anggaran, DPR Khawatir Hasil Kerja Terganggu

Begini tanggapan DPR mengenai usulan efisiensi anggaran BRIN 2025 yang membuat gaji hingga tunjangan kerja pegawai dihapuskan

Ramai Isu yang Sebut THR dan Gaji ke-13 Bagi ASN Dihapus, Menko Airlangga Hartarto Beri Penjelasan Begini

Menko Airlangga Hartarto buka suara mengenai isu yang menyebut THR dan gaji ke-13 bagi ASN akan dihapus karena efisiensi anggaran

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;