Pengamat Nilai Presiden Prabowo Perlu Menyingkirkan Sosok Raja Kecil yang Melawan Perintah Efisiensi Anggaran

Potret Presiden RI, Prabowo Subianto yang baru-baru ini singgung raja kecil yang lawan perintah
Potret Presiden RI, Prabowo Subianto yang baru-baru ini singgung raja kecil yang lawan perintah Source: (Foto/Instagram/@presidenrepublikindonesia)

Nasional, gemasulawesi - Pengamat politik Adi Prayitno menanggapi pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menyebut adanya pihak dalam birokrasi yang menolak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Prabowo mengungkapkan bahwa beberapa individu di dalam pemerintahan bersikap menentang keputusan tersebut dan merasa memiliki kekebalan hukum, bahkan ia menyebut mereka sebagai "raja kecil."

Pernyataan itu disampaikan oleh Prabowo saat menghadiri Kongres ke-18 Muslimat NU di Surabaya pada Senin, 10 Februari 2025.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah, namun justru mendapat perlawanan dari segelintir pihak di dalam birokrasi.

Baca Juga:
Ketua MUI Soal Gua di Tasikmalaya yang Dianggap Bisa Tembus ke Makkah: Masyarakat Butuh Bimbingan ke Arah yang Benar

"Ada yang melawan saya, dalam birokrasi. Merasa sudah kebal hukum, merasa jadi raja kecil," ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Menanggapi hal tersebut, Adi Prayitno menilai bahwa Prabowo harus bertindak tegas dengan menyingkirkan pihak-pihak yang menghambat kebijakan pemerintah.

Melalui cuitannya di akun X resminya, @Adiprayitno_20, pada Selasa, 11 Februari 2025, ia menegaskan bahwa rakyat akan mendukung penuh langkah Presiden dalam memberantas para birokrat yang menolak kebijakan efisiensi.

"Singkirkan saja itu raja-raja kecil Pak Presiden. Gaspol pokoknya, rakyat mendukung. Termasuk raja besar juga singkirkan kalau mengganggu, itu kalau ada," tulis Adi Prayitno sembari mengunggah ulang berita terkait pernyataan Prabowo.

Baca Juga:
Banggar DPR Setuju Anggaran IKN Diblokir Pemerintah, Susi Pudjiastuti: Alihkan untuk yang Lebih Urgent

Cuitan tersebut langsung menarik perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan dari warganet. Banyak yang mendukung langkah tegas terhadap pihak-pihak yang menghambat kebijakan efisiensi anggaran.

Namun, ada pula yang menyoroti bahwa pelaksanaan efisiensi anggaran harus mempertimbangkan kondisi daerah yang masih bergantung pada dana dari pemerintah pusat.

Salah satu tanggapan yang menarik perhatian datang dari akun @ima*** yang menyampaikan perspektif terkait dampak efisiensi anggaran terhadap pemerintahan daerah.

"Klu yg dimaksud raja kecil itu adalah bupati atau walikota itu hal biasa. Soalnya efisiensi itu akan menyulitkan rakyat di daerah 2 yg mengandalkan APBN dari pusat. Ingat tidak semua daerah punya pendapatan asli daerah besar. Tapi klu raja kecil yang itu tuh lain lagi ceritanya," tulis akun tersebut dalam balasannya.

Baca Juga:
Denny Siregar Soroti Petinggi Otorita IKN yang Mengundurkan Diri: Mungkin Beliau Gak Betah, di Sana Sepi

Selain itu, beberapa warganet juga mempertanyakan apakah kebijakan efisiensi ini benar-benar menyasar semua sektor atau hanya diterapkan secara selektif.

Dengan berbagai tanggapan yang muncul, pernyataan Prabowo mengenai "raja kecil" masih menjadi perbincangan luas di kalangan publik.

Banyak pihak menunggu langkah konkret yang akan diambil oleh pemerintah dalam menindak pihak-pihak yang dianggap menghambat kebijakan efisiensi, serta sejauh mana kebijakan tersebut benar-benar membawa manfaat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Ketua MUI Soal Gua di Tasikmalaya yang Dianggap Bisa Tembus ke Makkah: Masyarakat Butuh Bimbingan ke Arah yang Benar

Ketua MUI Cholil Nafis memberikan komentarnya terkait fenomena masyarakat yang percaya Gua Safarwadi di Tasikmalaya bisa tembus ke Makkah

Banggar DPR Setuju Anggaran IKN Diblokir Pemerintah, Susi Pudjiastuti: Alihkan untuk yang Lebih Urgent

Susi Pudjiastuti memberikan tanggapan terhadap pernyataan Banggar DPR yang sepakat anggaran untuk proyek IKN diblokir pemerintah

Denny Siregar Soroti Petinggi Otorita IKN yang Mengundurkan Diri: Mungkin Beliau Gak Betah, di Sana Sepi

Denny Siregar memberikan komentar terhadap kabar yang sebut petinggi Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Ali Berawi mengundurkan diri

Islah Bahrawi Komentari Wanita yang Ngaku Jadi Ratu Sedunia: Yang Percaya Harusnya Hidup di Uganda 50 Tahun Lalu

Pegiat media sosial, Islah Bahrawi menyoroti video viral yang menampilkan seorang wanita di Indonesia yang mengaku sebagai ratu sedunia

Gaji Dosen Indonesia Paling Sedikit di Asia Pasifik, Ketua MUI: Makanya Lebih Banyak Aktif di Luar Kampus

Ketua MUI Cholil Nafis memberikan tanggapannya terhadap data yang sebut gaji dosen di Indonesia salah satu paling kecil di Asia Pasifik

Berita Terkini

wave

Cegah Banjir Susulan, Pemda Parigi Moutong Salurkan Ratusan Geobag ke Desa Moutong

Bupati Parigi Moutong salurkan bantuan geobag dan bronjong di Kecamatan Moutong guna memperkuat mitigasi darurat terhadap banjir susulan.

Pemda Parigi Moutong Gandeng UNU, Janjikan Asrama Mahasiswa di Gorontalo

Pemda Parigi Moutong gandeng UNU Gorontalo buat program beasiswa. Bupati Erwin Burase juga janjikan pembangunan asrama bagi mahasiswa.

Parigi Moutong-Gorontalo Perkuat Kerja Sama, Fokus Durian hingga Asrama Mahasiswa

Pemkab Parigi Moutong dan Pemprov Gorontalo perkuat kerja sama sektor pertanian, peternakan, hingga rencana pembangunan asrama mahasiswa.

Legislator PKS Parigi Moutong Guyur Bantuan Tunai dan Bibit Cokelat saat Reses

Legislator PKS Muhammad Basuki salurkan bantuan tunai lansia & 1.000 bibit cokelat saat reses di Parigi Moutong. Serap aspirasi warga Kampal

Warga Gio Terancam Banjir, Selpina Basrin Kawal Pembangunan Tanggul di DPRD

Anggota DPRD Parigi Moutong Selpina Basrin kawal pembangunan tanggul dan drainase di Desa Gio demi cegah banjir yang resahkan warga setempat


See All
; ;