Nilai Presiden Prabowo Belum Perbaiki Ekonomi dalam 5 Bulan Memimpin, Said Didu: Dampak Melanjutkan Rezim Jokowi

Potret Presiden RI, Prabowo Subianto ketika bertemu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, Tô Lâm
Potret Presiden RI, Prabowo Subianto ketika bertemu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, Tô Lâm Source: (Foto/Instagram/@prabowo)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial, Said Didu, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya terhadap hasil kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto setelah lima bulan menjabat.

Melalui akun X resminya, @msaid_didu, ia menyampaikan bahwa selama lima bulan pemerintahan Prabowo, belum terlihat adanya indikator pembangunan yang signifikan, terutama di sektor ekonomi.

Menurut Said Didu, kondisi ekonomi yang sebelumnya masih stabil justru mengalami kemunduran sejak Prabowo dilantik menjadi Presiden Indonesia.

Ia menilai bahwa belum ada langkah konkret yang dapat menunjukkan perbaikan atau pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Baca Juga:
Hasan Nasbi Tanggapi Kekhawatiran Publik soal RUU TNI Hasilkan Dwifungsi ABRI: 71 Persen Rakyat Tak Punya Pengalaman

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat sektor ekonomi merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan pemerintahan.

Dalam cuitannya yang diposting pada Selasa, 18 Maret 2025, Said Didu secara terbuka mengungkapkan pandangannya mengenai situasi ekonomi saat ini.

"Bpk Presiden @prabowo yth, sejak Bpk dilantik 5 bulan lalu, sepertinya blm ada indikator pembangunan, terutama ekonomi yg membaik - bahkan bertambah buruk," tulis Said Didu.

Namun, meskipun ia menyoroti kondisi ekonomi yang memburuk, Said Didu tidak serta-merta menyalahkan Prabowo sepenuhnya atas situasi tersebut.

Baca Juga:
PDIP Ikut Bahas RUU TNI, Puan Maharani Sebut Kehadiran PDI Perjuangan Justru untuk Meluruskan yang Tidak Sesuai

Said menilai bahwa keputusan Prabowo untuk tetap melanjutkan kebijakan pemerintahan sebelumnya menjadi faktor utama yang menyebabkan kondisi saat ini.

Said Didu berpendapat bahwa rezim Jokowi telah memberikan dampak negatif terhadap bangsa, dan keputusan Prabowo untuk tetap mempertahankan serta mendukung kebijakan rezim tersebut dinilai sebagai langkah yang kurang tepat.

"Sepertinya ini dampak dari sikap melanjutkan dan memuji rezim Jokowi yg jelas-jelas sudah merusak bangsa," lanjutnya dalam cuitan tersebut.

Pendapat Said Didu langsung menuai berbagai tanggapan dari warganet.

Baca Juga:
RUU TNI Bahas Perluasan Jabatan Sipil bagi TNI, Mensesneg Prasetyo Hadi: Bagian dari Perkembangan Zaman

Banyak yang sependapat dengan pandangannya mengenai kondisi ekonomi yang belum membaik sejak pergantian pemerintahan.

"Pemikiran yg sama pak, gak ada stimulus utk ekonomi bergerak, ihsg merosot terus, daya beli turun dan kehidupan ekonomi riil, sepiii bgt," tulis akun @lis***.

Banyak warganet lainnya juga mengungkapkan pandangan serupa, menyebut bahwa daya beli masyarakat semakin melemah, investasi melambat, dan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus mengalami penurunan.

Mereka berharap ada langkah konkret yang segera dilakukan oleh pemerintahan Prabowo untuk mengatasi tantangan ekonomi yang sedang dihadapi. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Hasan Nasbi Tanggapi Kekhawatiran Publik soal RUU TNI Hasilkan Dwifungsi ABRI: 71 Persen Rakyat Tak Punya Pengalaman

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi menanggapi kekhawatiran publik terkait munculnya dwifungsi ABRI akibat RUU TNI

PDIP Ikut Bahas RUU TNI, Puan Maharani Sebut Kehadiran PDI Perjuangan Justru untuk Meluruskan yang Tidak Sesuai

Puan Maharani menilai kehadiran kader PDI Perjuangan di pembahasan RUU TNI justru untuk meluruskan yang tidak sesuai

RUU TNI Bahas Perluasan Jabatan Sipil bagi TNI, Mensesneg Prasetyo Hadi: Bagian dari Perkembangan Zaman

Mensesneg Prasetyo Hadi menilai bahwa perluasan peran TNI di jabatan sipil merupakan penyesuaian perkembangan zaman

Pemerintah Belum Pastikan Jadwal Seleksi CPNS 2025, Menpan RB Akui Masih Fokus Tuntaskan Pengangkatan 2024

Menteri PANRB, Rini Widyantini menyebut pemerintah belum memastikan jadwal pendaftaran seleksi CPNS di tahun 2025 ini

Bantah Dasco yang Sebut Draf RUU TNI di Medsos Tak Sesuai Aslinya, Fedi Nuril: Gue Dapat dari Website DPR

Aktor Fedi Nuril bantah pernyataan Sufmi Dasco yang sebut draf RUU TNI di media sosial tak sesuai dengan yang dibahas DPR

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;