Hasan Nasbi Tanggapi Kekhawatiran Publik soal RUU TNI Hasilkan Dwifungsi ABRI: 71 Persen Rakyat Tak Punya Pengalaman

Potret Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi sedang memberikan keterangan kepada awak media
Potret Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi sedang memberikan keterangan kepada awak media Source: (Foto/HO-ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Nasional, gemasulawesi - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan RI, Hasan Nasbi, baru-baru ini menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi kembalinya dwifungsi ABRI akibat pembahasan Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI).

Isu ini menjadi perhatian publik setelah banyak yang menilai bahwa beberapa pasal dalam RUU tersebut berpotensi menghidupkan kembali konsep dwifungsi ABRI yang pernah diterapkan di masa Orde Baru dan dianggap bertentangan dengan prinsip demokrasi.

Menanggapi keresahan publik, Hasan Nasbi memberikan pernyataan melalui akun X resminya, @NasbiHasan, pada Senin 17 Maret 2025.

Dalam cuitannya, ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir bahwa RUU TNI akan mengembalikan dwifungsi ABRI.

Baca Juga:
PDIP Ikut Bahas RUU TNI, Puan Maharani Sebut Kehadiran PDI Perjuangan Justru untuk Meluruskan yang Tidak Sesuai

Menurutnya, sebagian besar rakyat Indonesia saat ini tidak memiliki pengalaman langsung dengan konsep tersebut.

Hasan berpendapat bahwa kekhawatiran mengenai kebangkitan dwifungsi ABRI tidak beralasan karena kondisi saat ini sangat berbeda dengan masa lalu.

Hasan menekankan bahwa TNI saat ini telah mengalami banyak perubahan dan tidak lagi memiliki struktur atau mekanisme yang sama seperti di era Orde Baru.

Oleh karena itu, menurutnya, tidak perlu ada ketakutan berlebihan terkait hal tersebut.

Baca Juga:
RUU TNI Bahas Perluasan Jabatan Sipil bagi TNI, Mensesneg Prasetyo Hadi: Bagian dari Perkembangan Zaman

"Coba lihat demografi Indonesia, sekitar 71% (200 juta) rakyat tidak punya pengalaman dan referensi soal apa itu dwifungsi. Bahkan di TNI sekalipun, sebagian besar prajurit jg tidak pny pengalaman soal apa itu dwifungsi. Dwifungsi itu masa lalu. Skrg kita mau menatap masa depan," tulis Hasan dalam cuitannya.

Namun, pernyataan Hasan Nasbi justru memicu reaksi dari sebagian besar warganet.

Banyak yang tidak setuju dengan pandangannya dan menganggap bahwa sekadar tidak memiliki pengalaman dengan dwifungsi ABRI bukan berarti hal tersebut tidak bisa terjadi lagi.

"Hanya krn tidak punya pengalaman dan referensi soal dwifungsi trus menganggap dwifungsi gabakalan kejadian? Ya ga begitu dong pak cara berpikirnya," tulis akun @lar*** dalam balasannya.

Baca Juga:
Pemerintah Belum Pastikan Jadwal Seleksi CPNS 2025, Menpan RB Akui Masih Fokus Tuntaskan Pengangkatan 2024

Warganet lainnya juga menilai bahwa sejarah tidak boleh diabaikan begitu saja, terutama dalam hal yang menyangkut kekuasaan militer dalam ranah sipil.

Mereka berpendapat bahwa justru karena banyak masyarakat yang tidak mengalami langsung dwifungsi ABRI, maka penting untuk terus mengingatkan agar hal serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

Meskipun demikian, perdebatan mengenai RUU TNI terus berlangsung di berbagai platform media sosial.

Sebagian masyarakat tetap berharap agar pemerintah dan DPR lebih transparan dalam pembahasan revisi UU TNI serta memastikan bahwa tidak ada aturan yang bertentangan dengan prinsip demokrasi. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

PDIP Ikut Bahas RUU TNI, Puan Maharani Sebut Kehadiran PDI Perjuangan Justru untuk Meluruskan yang Tidak Sesuai

Puan Maharani menilai kehadiran kader PDI Perjuangan di pembahasan RUU TNI justru untuk meluruskan yang tidak sesuai

RUU TNI Bahas Perluasan Jabatan Sipil bagi TNI, Mensesneg Prasetyo Hadi: Bagian dari Perkembangan Zaman

Mensesneg Prasetyo Hadi menilai bahwa perluasan peran TNI di jabatan sipil merupakan penyesuaian perkembangan zaman

Pemerintah Belum Pastikan Jadwal Seleksi CPNS 2025, Menpan RB Akui Masih Fokus Tuntaskan Pengangkatan 2024

Menteri PANRB, Rini Widyantini menyebut pemerintah belum memastikan jadwal pendaftaran seleksi CPNS di tahun 2025 ini

Bantah Dasco yang Sebut Draf RUU TNI di Medsos Tak Sesuai Aslinya, Fedi Nuril: Gue Dapat dari Website DPR

Aktor Fedi Nuril bantah pernyataan Sufmi Dasco yang sebut draf RUU TNI di media sosial tak sesuai dengan yang dibahas DPR

Publik Khawatir dengan Munculnya Dwifungsi ABRI dalam RUU TNI, Utut Adianto Membantah: Justru ini Melimitasi

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto membantah bahwa RUU TNI sebagai upaya mengembalikan dwifungsi ABRI, begini penjelasan dari Utut

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;