Mudik di Masa Lebaran Teguhkan Tradisi Bangsa Indonesia yang Khas

Ket. Foto: Menelaah Mudik di Masa Lebaran yang Meneguhkan Tradisi Bangsa yang Khas
Ket. Foto: Menelaah Mudik di Masa Lebaran yang Meneguhkan Tradisi Bangsa yang Khas Source: (Foto/ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/wpa.)

Nasional, gemasulawesi – Mudik di masa Idul Fitri meneguhkan tradisi bangsa Indonesia yang khas yang belum tentu berkembang di negara muslim lainnya.

Di Indonesia, setiap pribadi dan keluarga mempunyai kebiasaan untuk pulang sebentar ke keluarga atau kampung tempat asalnya pada saat seminggu sebelum dan seminggu setelah Lebaran.

Ritual mudik seringkali menjadi bertambah menarik karena seringkali tidak hanya bersifat individu tetapi lebih komunal bahkan terorganisir.

Lihat saja beberapa tahun lalu mudik bersama ala para pemangkas rambut asal Garut dengan menggunakan bis yang disewa bersama.

Baca Juga:
Dokter Tifa Beberkan Bukti Otentik yang Bikin Skripsi Jokowi Bisa Disebut Palsu, Nama Dekan Jadi Sorotan Utama

Demikian juga halnya dengan para pedagang dan pekerja warung Tegal yang mudik bersama.

Warga perantau Tanah Minang dan Bumi Sriwijaya dari Sumatera hingga perantau Baranusa dari Nusa Tenggara Timur atau NTT bahkan kerapkali mengorganisir mudik bareng hingga diantar atau dijemput pejabat daerah setempat selevel bupati hingga gubernur.

Dikutip dari Antara, mudik tidak hanya meneguhkan ikatan keluarga tetapi juga meneguhkan ikatan suku, kaum atau ikatan daerah dari level kampung, desa, dusun, kecamatan, kabupaten bahkan provinsi.

Fenomena ini mengingatkan sejarah masa silam saat Jong Ambon, Jong Sumatra, Jong Minahasa, Jong Batak, dan Jong Celebes menjadi pilar nasionalisme bangsa Indonesia.

Baca Juga:
Nilai Kondisi Negara dan Rakyat Memburuk, Said Didu Minta Presiden Prabowo Segera Lepas dari Pengaruh Jokowi

Daerah menjadi aset bangsa Indonesia yang meneguhkan kebangsaan Indonesia. Pada konteks ini, mudik yang menguatkan ikatan kedaerahan juga sejatinya menjadi aset bangsa sebab dapat menjadi pilar bangsa.

Untuk umat Islam, dikenal 3 level persaudaraan yang populer, yakni persaudaraan sesama umat Islam atau ukhuwah islamiyah, persaudaraan sesama anak bangsa atau ukhuwah wathaniyah dan persaudaraan sesama anak manusia atau ukhuwah insaniyah atau ukhuwah bashariyah.

Persaudaraan yang paling dasar seagama dapat terus berkembang menjadi persaudaraan yang lebih universal, yakni adalah persaudaraan sesama umat manusia.

Kembali pada mudik di masa Idul Fitri yang masih terjadi pada hari-hari sekarang ini. Di Indonesia, fenomena mudik bersama menunjukkan terdapat ikatan yang juga kuat, yakni persaudaraan sesama kampung, desa, dusun atau daerah.

Baca Juga:
Hadapi Tarif Impor Amerika Serikat, Jubir Istana Sebut Presiden Prabowo Punya Tiga Langkah untuk Mengantisipasi

Jika meminjam istilah dari bahasa Arab, persaudaraan itu dapat disebut sebagai ukhuwah qaryatiyah.

Oleh Dr Destika Cahyana SP MSc (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Dokter Tifa Beberkan Bukti Otentik yang Bikin Skripsi Jokowi Bisa Disebut Palsu, Nama Dekan Jadi Sorotan Utama

Dokter Tifa membeberkan bukti otentik yang dapat menyimpulkan bahwa skripsi Joko Widodo yang beredar di medsos adalah palsu

Nilai Kondisi Negara dan Rakyat Memburuk, Said Didu Minta Presiden Prabowo Segera Lepas dari Pengaruh Jokowi

Pegiat medsos, Said Didu menyampaikan pesan kepada Presiden RI Prabowo Subianto supaya lepas dari keterikatan dengan Joko Widodo

Hadapi Tarif Impor Amerika Serikat, Jubir Istana Sebut Presiden Prabowo Punya Tiga Langkah untuk Mengantisipasi

Jubir Istana menjelaskan bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto punya 3 langkah untuk mengantisipasi tarif impor pemerintah AS

Kemendagri Apresiasi Gubernur Sulteng usai Pastikan Kesiapan Banggai Gelar PSU Pilkada 2024 Meski dalam Kondisi Lebaran

Kemendagri RI memberikan apreasi kepada beberapa kepala daerah, salah satunya Gubernur Sulteng karena menyiapkan gelaran PSU Pilkada 2024

Tanggapi Keinginan Publik, Komisaris PLN akan Berupaya Kembali Hadirkan Diskon Tarif Listrik untuk Pelanggan

Komisaris PLN, Andi Arief mengaku akan berupaya membuat PLN bisa kembali hadirkan diskon tarif listrik seperti bulan Januari dan Februari

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;