Dinilai Bakal Dipolisikan Karena Isu Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa Mengaku Senang dan Sebut Bakal Tagih Janji

Tangkap layar video yang menampilkan Dokter Tifa ketika menyampaikan penjelasan
Tangkap layar video yang menampilkan Dokter Tifa ketika menyampaikan penjelasan Source: (Foto/YouTube/Dokter Tifa's Life)

Nasional, gemasulawesi - Pegiat media sosial sekaligus praktisi kesehatan, Dokter Tifa, menyatakan bahwa dirinya tidak merasa takut jika harus berurusan dengan hukum akibat pernyataan-pernyataannya mengenai ijazah palsu Jokowi.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kabar bahwa kuasa hukum Jokowi tengah mempersiapkan laporan terhadap sejumlah pihak yang dianggap menyebarkan tuduhan mengenai keaslian ijazah Jokowi.

Sebelumnya, kuasa hukum Jokowi, yang diwakili oleh Yakub Hasibuan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan laporan ke pihak kepolisian terhadap empat orang.

Keempat individu ini diduga telah menyebarkan informasi yang tidak benar terkait keaslian ijazah Jokowi.

Baca Juga:
Soal Kabar Anggota TNI Masuk Lingkungan Sejumlah Kampus, Mendikti Saintek: Kampus Tempat yang Terbuka

Yakub menyebut bahwa tim hukumnya sudah mengumpulkan berbagai bukti yang menurutnya cukup kuat untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

Ia menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap martabat Jokowi dan juga untuk menjaga ruang publik dari penyebaran hoaks yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan dari kuasa hukum Presiden itu kemudian menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.

Banyak pengguna media sosial yang berspekulasi dan mencoba menebak siapa saja empat orang yang dimaksud dalam rencana pelaporan tersebut.

Baca Juga:
Dinilai Antikritik usai Tetapkan Direktur Pemberitaan JakTV Jadi Tersangka, Kejagung Beri Bantahan Begini

Di antara berbagai spekulasi itu, nama Dokter Tifa muncul sebagai salah satu pihak yang kemungkinan besar akan dilaporkan.

Hal ini tidak lepas dari jejak digitalnya yang menunjukkan bahwa ia kerap mengkritisi Jokowi, khususnya mengenai isu ijazah yang menurutnya belum pernah diperlihatkan secara sah di hadapan publik atau institusi hukum.

Meski menjadi sorotan, Dokter Tifa justru merespons dengan sikap tenang dan penuh keyakinan.

Ia bahkan mengaku tidak merasa gentar jika benar menjadi salah satu dari empat orang yang akan dilaporkan.

Baca Juga:
Pemerintah Berencana Ubah Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat, Said Didu: untuk Menutupi Kesalahan Jokowi

Menurutnya, pelaporan tersebut justru akan menjadi momentum penting untuk meminta kejelasan langsung dari Jokowi mengenai dokumen akademik yang selama ini dipertanyakan.

“Saya dilaporkan (Jokowi)? BAGUS! Mau saya tagih janjinya Jokowi, sesumbarnya hanya mau memperlihatkan IJAZAH ASLI di pengadilan!” tulis Dokter Tifa dalam unggahan media sosialnya pada Kamis, 24 April 2025.

Respons Dokter Tifa ini menambah dinamika dalam polemik yang telah berlangsung cukup lama.

Dokter Tifa menganggap bahwa pengadilan bisa menjadi tempat paling sah dan terbuka untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi, sehingga tidak lagi menjadi bahan spekulasi di ruang publik.

Ia juga menilai bahwa selama ini belum ada transparansi penuh yang ditunjukkan oleh pihak Jokowi dalam merespons isu tersebut. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Soal Kabar Anggota TNI Masuk Lingkungan Sejumlah Kampus, Mendikti Saintek: Kampus Tempat yang Terbuka

Begini tanggapan dari Mendikti Saintek RI, Brian Yuliarto terkait kabar anggota TNI yang masuk ke lingkungan sejumlah kampus

Dinilai Antikritik usai Tetapkan Direktur Pemberitaan JakTV Jadi Tersangka, Kejagung Beri Bantahan Begini

Kejaksaan Agung RI memberikan bantahan terhadap tudingan yang sebut Kejagung antikritik terhadap karya jurnalistik

Pemerintah Berencana Ubah Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat, Said Didu: untuk Menutupi Kesalahan Jokowi

Pegiat media sosial, Said Didu menilai rencana mengubah Bandara Kertajati jadi bengkel pesawat hanyalah upaya menutup kesalahan Jokowi

Prabowo Utus Jokowi untuk Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Denny Siregar Tak Setuju: Kan Sudah Rakyat Biasa

Pegiat medsos, Denny Siregar menilai penunjukkan Jokowi sebagai utusan Indonesia yang hadiri pemakaman Paus Fransiskus kurang tepat

Soroti Jokowi yang Bakal Laporkan Empat Orang Terkait Tudingan Ijazah Palsu, Andi Arief: Lebih Baik Tabayyun

Politisi Demokrat, Andi Arief menilai langkah kuasa hukum Jokowi yang hendak laporkan empat orang terkait tudingan ijazah palsu kurang tepat

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;