Sependapat dengan Prabowo, Susi Pudjiastuti Nilai Penghambat Pengentasan Kemiskinan di Indonesia Adalah Elite Politik

Ket. Foto Presiden Prabowo ketika menjadi pembicara utama dalam St. Petersburg International Economic Forum 2025
Ket. Foto Presiden Prabowo ketika menjadi pembicara utama dalam St. Petersburg International Economic Forum 2025 Source: (Foto/Instagram/@presidenrepublikindonesia)

Nasional, gemasulawesi - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti memberikan respons atas pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyinggung salah satu faktor utama penghambat pengentasan kemiskinan di Tanah Air.

Respons tersebut disampaikan tak lama setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato dalam forum internasional di Rusia.

Dalam kesempatan menjadi pembicara utama pada ajang St. Petersburg International Economic Forum 2025, yang juga dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prabowo mengungkapkan keprihatinannya terhadap struktur ekonomi Indonesia saat ini.

Ia menyoroti bahwa kolusi antara pemodal besar, pejabat, dan elite politik menjadi penghalang besar dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan.

Baca Juga:
Heboh Dugaan Jual Beli Empat Pulau di Kepulauan Anambas Lewat Situs Asing, Kemendagri Beri Respons Begini

Menurutnya, praktik kolusi semacam ini menjadikan kekayaan nasional dikuasai oleh sekelompok kecil elit, sementara mayoritas masyarakat tetap berada dalam kemiskinan dan kesulitan naik ke kelas menengah.

Pernyataan Presiden Prabowo itu pun mendapatkan tanggapan dari Susi Pudjiastuti, yang selama menjabat sebagai menteri dikenal sebagai sosok yang vokal terhadap ketimpangan dan penyelewengan dalam pengelolaan sumber daya.

Dalam unggahannya di akun X resminya @susipudjiastuti pada Sabtu, 21 Juni 2025, Susi memberikan dukungan penuh atas apa yang disampaikan Presiden. Ia menilai bahwa persoalan tersebut memang harus segera ditangani dengan tindakan nyata yang tegas dan adil.

“Betul sekali Bapak Presiden (Prabowo Subianto), saatnya segera dibenahi,” tulis Susi Pusjiastuti dalam unggahannya di platform X yang juga menyertakan pernyataan Presiden Prabowo saat menyampaikan pidatonya di Rusia.

Baca Juga:
Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji Khusus, KPK Sebut Kasus Diduga Sudah Terjadi Selama Bertahun-Tahun Sebelum 2024

Komentar Susi tersebut menunjukkan bahwa masalah kolusi dan dominasi ekonomi oleh segelintir kelompok bukan hal baru, dan telah lama menjadi persoalan struktural yang sulit diselesaikan.

Dukungan dari tokoh publik seperti Susi Pudjiastuti mempertegas bahwa permasalahan ini memang memerlukan langkah-langkah konkret dari pemerintah, termasuk reformasi kebijakan dan penegakan hukum secara konsisten.

Seruan akan ketegasan dan keadilan seperti yang disebutkan oleh Susi, mencerminkan harapan besar dari masyarakat terhadap pemerintahan baru agar tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi mampu melakukan perombakan menyeluruh terhadap sistem yang memungkinkan praktik kolusi terus berlangsung. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Heboh Dugaan Jual Beli Empat Pulau di Kepulauan Anambas Lewat Situs Asing, Kemendagri Beri Respons Begini

Kemendagri RI menanggapi informasi adanya dugaan penjualan empat pulau di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) melalui situs online

Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji Khusus, KPK Sebut Kasus Diduga Sudah Terjadi Selama Bertahun-Tahun Sebelum 2024

KPK mengungkap bahwa dugaan praktik korupsi terkait pengelolaan kuota haji khusus tidak hanya terjadi pada tahun 2024

Soroti Serangan Iran ke Israel, Ketua MUI Cholil Nafis: Perang itu Diperlukan untuk Menjaga Perdamaian

Ketua MUI Cholil Nafis, turut memberikan tanggapan atas kabar serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap Israel

BSU Rp 300 Ribu per Bulan untuk Buruh Kapan Cair? Begini Jadwal Pencairan Bantuan Menurut Kemnaker RI

Kemnaker RI memberikan penjelasan terbaru terkait pencairan Bantuan Subsidi Upah atau BSU Rp300 ribu untuk pekerja atau buruh

Termasuk Lenovo dan Xbox, Komdigi Kirim Peringatan ke Tujuh PSE ini Karena Belum Penuhi Kewajiban Pendaftaran

Komdigi RI memperingatkan tujuh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang belum memenuhi kewajiban pendaftaran

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;