Penyesuaian Transfer ke Daerah 2026: Peluang Perkuat Sinergi dan Kemandirian Fiskal Daerah

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bursah Zarnubi.
Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bursah Zarnubi. Source: (Foto/ANTARA)

Nasional, gemasulawesi - Rencana pemerintah pusat untuk melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2026 dengan melakukan pengaturan ulang alokasi transfer ke daerah (TKD) menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi dan inovasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Meski wacana penyesuaian anggaran ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan kepala daerah, semangat kerja sama yang terbangun justru bisa mendorong terciptanya strategi pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bursah Zarnubi, dalam rapat Dewan Pengurus Apkasi secara daring pada 9 Agustus 2025, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kekuatan dan kinerja daerah.

Bursah menegaskan bahwa kelangsungan pembangunan di daerah sangat bergantung pada dukungan fiskal yang cukup, khususnya untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah, Puskesmas, jaringan air bersih, dan irigasi.

Baca Juga:
Pengadilan Tinggi Jakarta Ringankan Hukuman Korupsi Emas PT Antam, Subsider Uang Pengganti Diperberat

Proyek-proyek ini menjadi landasan penting bagi kegiatan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan masyarakat.

Di daerah-daerah terpencil, keberadaan infrastruktur tersebut bahkan menjadi kunci akses warga terhadap layanan dasar dan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai program prioritas nasional seperti pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan membutuhkan kesinambungan anggaran.

Penyesuaian TKD sebaiknya tidak menghambat pencapaian target-target tersebut.

Baca Juga:
Giliran Proyek Sekolah dan Rumah Sakit Diduga ‘Dikerjai’ Wakil Bupati Parigi Moutong

Sebaliknya, kebijakan ini dapat dijadikan sebagai peluang untuk memperkuat mekanisme perencanaan anggaran yang lebih tepat guna dan efisien di tingkat daerah.

Dari sudut pandang pelayanan publik, pengelolaan anggaran yang teliti akan membantu menjaga mutu pendidikan dan kesehatan, dua sektor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Bursah mengajak semua pihak agar layanan kesehatan tetap mudah diakses, fasilitas pendidikan tetap terjaga, serta infrastruktur di wilayah pedesaan seperti jalan pertanian terus mendapatkan perhatian khusus.

Langkah ini dianggap krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang bertumpu pada kekuatan sektor-sektor produktif lokal.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menyita Tenda Hunian dan Generator Listrik di Sebelah Timur Tubas Lembah Yordan Utara

Dalam menanggapi kebijakan pemerintah pusat, Apkasi menegaskan kesiapan untuk berpartisipasi dalam dialog yang konstruktif.

Kajian menyeluruh yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan perlu dilakukan guna mengevaluasi dampak penyesuaian TKD secara objektif.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang kondisi di lapangan, kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran, mampu memenuhi kebutuhan mendesak, sekaligus menjaga arah pembangunan jangka panjang.

Penyesuaian anggaran ini juga membuka peluang bagi daerah untuk lebih inovatif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga:
Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Eksploitasi Seksual Anak di Jakarta Barat, 10 Pelaku Ditangkap

Pemanfaatan aset daerah secara optimal, peningkatan layanan bernilai tambah, serta kerjasama strategis dengan sektor swasta dapat menjadi alternatif sumber pendanaan.

Inovasi-inovasi tersebut akan membantu daerah mengurangi ketergantungan pada dana transfer dari pusat dan memperkuat kemandirian fiskal.

Dengan adanya dukungan regulasi yang sesuai, langkah ini dapat dijalankan tanpa menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah pusat memiliki peluang untuk memperkuat prinsip keadilan fiskal melalui kebijakan yang diterapkan ini. (ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

Pengadilan Tinggi Jakarta Ringankan Hukuman Korupsi Emas PT Antam, Subsider Uang Pengganti Diperberat

PT DKI Jakarta putuskan hukuman tujuh tahun penjara untuk James dan tingkatkan subsider uang pengganti terkait kasus korupsi emas Antam.

Kejaksaan Agung Sukses Lelang Aset Koruptor I Wayan Candra, Hasil Rp6,04 Miliar Disetorkan ke Negara

Tim Kejaksaan lelang aset hasil korupsi I Wayan Candra dengan nilai Rp6,04 miliar, seluruh hasil masuk kas negara, lelang dilakukan daring.

BNN Dorong Mahasiswa Jadi Garda Terdepan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika di Kampus

BNN ajak mahasiswa aktif melawan narkotika lewat edukasi, rehabilitasi, dan pembentukan Satgas Anti Narkotika di lingkungan kampus.

Pemerintah Naikkan Anggaran Sekolah Rakyat 2026, Perluas Fasilitas dan Tambah Ratusan Titik Baru

Pemerintah menyiapkan kenaikan anggaran signifikan untuk Sekolah Rakyat 2026 guna memperluas fasilitas, dan membagikan ribuan laptop.

Mensos dan Menkeu Tinjau Sekolah Rakyat, Pastikan Penyaluran 15 Ribu Laptop untuk Siswa

Mensos Saifullah Yusuf dan Menkeu Sri Mulyani meninjau SRMA 10 Jakarta, memastikan penyaluran laptop demi mendukung kegiatan belajar siswa.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;