Pemerintah Bangun 2.200 Rumah di Papua Pegunungan, Wujud Komitmen Negara Hadir untuk Rakyat

Menteri PKP Maruarar Sirait (kiri) berdampingan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan).
Menteri PKP Maruarar Sirait (kiri) berdampingan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan). Source: (Foto/ANTARA)

Nasional, gemasulawesi - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan agar pembangunan 2.200 unit rumah di Provinsi Papua Pegunungan dapat berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pesan tersebut disampaikan Tito saat rapat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Gubernur Papua Pegunungan, membahas Program 3 Juta Rumah dan khususnya pembangunan 2.200 unit di Papua Pegunungan, yang digelar di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis (21/8).

Dalam keterangan di Jakarta, Jumat, Tito menjelaskan bahwa penunjukan Papua Pegunungan sebagai daerah prioritas dibanding wilayah Papua lainnya didasarkan pada data pemerintah, sekaligus demi menjunjung asas keadilan.

Papua Pegunungan tercatat sebagai provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia, yakni 30,03 persen, serta memiliki backlog perumahan paling besar di kawasan Papua Raya.

Baca Juga:
Perum Bulog dan Koperasi Merah Putih Perkuat Distribusi Pangan Nasional hingga Daerah Terpencil

Atas dasar itu, Presiden Prabowo menginstruksikan pembangunan 2.200 rumah di wilayah tersebut.

“Persentase tertinggi di Indonesia adalah Papua Pegunungan, yakni 30,03 persen. Selain itu, jumlah masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni juga paling banyak, atau yang biasa disebut backlog,” ujar Tito.

Tito menuturkan bahwa program pembangunan rumah ini menjadi bukti komitmen negara untuk hadir langsung di tengah masyarakat Papua Pegunungan.

Ia menekankan, kehadiran negara diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dasar berupa hunian layak bagi warga yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.

Baca Juga:
Marak Aktivitas PETI, Kapolres dan Bupati Parigi Moutong Kompak Bungkam Saat Dikonfirmasi Wartawan

Menurutnya, wilayah tersebut termasuk daerah dengan tingkat kerentanan tinggi, baik dari segi ekonomi, keamanan, maupun keterjangkauan harga material bangunan.

Mendagri menegaskan bahwa program pembangunan rumah ini harus dilaksanakan dengan kerja sama yang solid agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami juga banyak menerima masukan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menilai koordinasi antar kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan Program 3 Juta Rumah.

Baca Juga:
BNPT Kaji Pemulangan WNI Terpidana Terorisme Seiring Finalisasi RUU Pemindahan Narapidana Antarnegara

Ia mengakui, pembangunan di Papua Pegunungan bukan hal mudah karena adanya tantangan serius, mulai dari aspek keamanan hingga tingginya biaya logistik.

Meski begitu, di situlah pentingnya peran negara hadir.

Program ini juga merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjamin rakyat memiliki hunian yang layak.

“Program ini menjadi bukti negara benar-benar hadir, meskipun ada persoalan keamanan, biaya yang tinggi, maupun kemiskinan,” ucapnya.

Baca Juga:
Bupati Pati Sudewo Akan Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api

“Hal ini adalah instruksi langsung dari Presiden Prabowo, dan tadi sudah saya sampaikan kepada Pak Mendagri,” tambahnya.

Maruarar menunjuk Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP, Azis Andriansyah, untuk memimpin aspek teknis pelaksanaan program tersebut.

Ia menegaskan, mutu pelaksanaan harus dijaga sebaik mungkin, karena program ini bukan semata membangun rumah, melainkan juga menghadirkan harapan baru dan memperbaiki kualitas hidup warga.

“Yang terpenting adalah tata kelolanya harus dijalankan dengan benar, itu inti pesannya,” ujarnya.

Baca Juga:
Hasto Kristiyanto Minta MK Revisi Ancaman Pidana Perintangan Penyidikan UU Tipikor

Sebagai kelanjutan, dilakukan rapat lanjutan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, bersama Azis Andriansyah.

Dalam pertemuan itu hadir perwakilan dari Kemendagri, Kantor Staf Presiden, serta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Agenda pembahasan meliputi koordinasi dengan pemda terkait, penyelesaian masalah lahan, penentuan tipe rumah yang akan dibangun, hingga besaran anggaran pembangunan. (ANTARA)

 

...

Artikel Terkait

wave

Perum Bulog dan Koperasi Merah Putih Perkuat Distribusi Pangan Nasional hingga Daerah Terpencil

Kolaborasi Bulog dan koperasi memperkuat distribusi pangan, menjamin ketersediaan dan harga terjangkau hingga pelosok Indonesia.

Bupati Pati Sudewo Akan Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api

Sudewo siap diperiksa KPK sebagai saksi kasus suap proyek jalur kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Presiden Prabowo Siapkan Perpres Baru Terkait Badan Penyelenggara Haji Setelah RUU Disahkan

RUU Haji dibahas intensif, perpres baru disiapkan untuk tingkatkan pelaksanaan ibadah haji dan ubah struktur BP Haji.

Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Kolaborasi dan Perluasan Jaringan Distribusi RPK ke 10.000 Toko SRC

Bulog tegaskan komitmen jaga ketahanan pangan lewat program RPK, produk premium Befood, dan kolaborasi strategis nasional.

Program FLPP Dorong MBR Miliki Rumah Subsidi dengan Dukungan Pembiayaan dan Insentif Pemerintah

FLPP bantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah pertama melalui pembiayaan terjangkau dan subsidi bunga dalam program pemerintah.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;