Pencairan Bantuan Rumah Rusak di Cianjur Dilakukan Bertahap

<p>ket Foto: Bupati Cianjur Herman Suherman (Foto/Screenshoot Facebook Herman Suherman)</p>
ket Foto: Bupati Cianjur Herman Suherman (Foto/Screenshoot Facebook Herman Suherman)

Berita Nasional, gemasulawesi – Pencairan program bantuan kepada warga yang rumahnya rusak akibat gempa di Cianjur, Provinsi Jawa Barat akan dilakukan secara bertahap hal itu berdasarkan laporan Pemerintah Kabupaten Cianjur, bersama Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang mempercepat peberian bantuan.

Bantuan untuk pemilik rumah yang rusak ringan Rp 10-15 juta, rusak sedang Rp 25-30 juta dan rusak berat Rp 50-60 juta.

Pada Jum’at 9 Desember 2022, Bupati Cianjur Herman Suherman menyerahkan buku tabungan kepada penerima bantuan stimulus untuk memperbaiki rumah yang rusak di Gedung Olah Raga Desa Nagrak Kabupaten Cianjur.

Pada tahap pengiriman pertama, hingga 8.000 warga menerima rekening tabungan.

Baca: Pemkot Palu Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Cianjur

”Ini langkah awal dari 58.000 orang yang melaporkan rumahnya rusak,” kata Herman kepada warga.

Herman meyakinkan warga lain pasti akan mendapatkan hak yang sama.

Di bagian akhir ada tanda tangan dari kepala desa jika 100 persen warga menerima bantuan.

Baca: Badan Pangan Nasional Beri Bantuan Paket Pangan Gizi di Cianjur

“Tujuannya agar warga yang terkena bencana alam terlayani dengan baik dan tidak ada yang tertinggal, semua mendapatkan bagiannya,” ucap Herman.

Herman mengatakan pemerintah daerah dan BNPB pusat bekerja cepat untuk menyalurkan bantuan tersebut.

Khusus untuk bantuan rehab ringan Rp 15 juta, kerusakan sedang 30 juta dan Rp 60 juta untuk kerusakan berat.

Baca: Presiden Joko Widodo Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Cianjur Dimulai

”Saya percaya rumahnya harus bagus dan semua bantuan digunakan untuk membangun rumah menjadi bangunan yang nyaman dan tahan gempa,” ucapnya.

Setiap rumah juga harus memiliki kamar mandi untuk menjadi rumah yang sehat.

Ini karena Cianjur sedang meningkatkan IPM dalam bidang kesehatan.

Baca: Sebanyak 8.341 Rumah Korban Gempa Cianjur Akan Diperbaiki

Selain itu, menurut Herman, pemerintah setempat sedang menyiapkan tim teknisi konstruksi rumah untuk membuat rumah tahan gempa. Agar bisa mengantisipasi jika terjadi gempa bumi. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Wanita Dihamili Oknum Polisi, Dipaksa Mengugurkan Janin Hasil Hubungan Gelap

Seorang wanita menceritakan dirinya dihamili pacarnya yang diduga oknum polisi. Parahnya hasil dari hubungan itu dipaksa untuk digugurkan

Usai Prosesi Siraman, Jokowi Gendong Kaesang Pangarep

Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep menjalani prosesi siraman sebelum akad nikah dengan Erina Gudono,

Jadwal Rekrutmen dan Honor Anggota PPK Pemilu 2024

Bagi kamu yang kepo dengan jadwal rekrutmen dan honor ppk meski pemilu 2024 masih dua tahun lagi, simak artikelnya ya.

Bangkitkan Ekonomi Desa, UNG Gorontalo Gelar Festival Sejuta Cumi

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama menggelar Festival Sejuta Cumi yang dimulai pada hari Rabu 7 Desember 2022 hingga Rabu 14 Desember

Badan Pangan Nasional Beri Bantuan Paket Pangan Gizi di Cianjur

Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) beri bantuan 18 ribu paket pangan gizi seimbang dan aman kepada penyintas gempa di Cianjur

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;