Dengan Melakukan Transformasi Digital, Menpan RB Dorong KBRI Singapura untuk Melaksanakan Birokrasi Berdampak

Ket. Foto: Menpan RB, Abdullah Azwar Anas, Mendorong KBRI Singapura untuk Melaksanakan Birokrasi Berdampak Source: (Foto/ANTARA/HO-Humas Kementerian PANRB)

Nasional, gemasulawesi – Menpan RB, Abdullah Azwar Anas, mendorong KBRI Singapura untuk melaksanakan birokrasi berdampak dengan melakukan transformasi digital.

KBRI merupakan unit pemerintah dengan masyarakat Indonesia atau WNI yang ada di luar negeri, yang dalam hal ini di Singapura, untuk mendapatkan pelayanan.

Dalam keterangannya di Jakarta pada hari Jumat, tanggal 12 Juli 2024, Abdullah Azwar Anas mengatakan pihaknya mendorong KBRI Singapura untuk dapat melakukan peningkatan integrasi berbagai layanan agar memudahkan WNI dan asing dalam mengurus layanan di KBRI Singapura.

Baca Juga:
Jadi Korban Salah Tangkap Tersangka Kasus Pembunuhan Vina, Kuasa Hukum Pegi Setiawan Tuntut Ganti Rugi ke Polda Jabar, Segini Nilainya

“Integrasi layanan ini dapat dilakukan dengan melakukan transformasi digital,” tuturnya.

Dia menyebutkan dengan melakukan transformasi digital dan juga integrasi pelayanan, maka manfaat itu akan dirasakan langsung oleh WNI di Singapura.

Untuk itu, Menpan RB mengajak ASN yang bekerja di KBRI Singapura untuk dapat mengadopsi integrasi dan digitalisasi layanan agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

Baca Juga:
Ratusan Rekening Dibobol Eks Pegawai Senilai Rp1,3 Miliar, PT Bank Jago Tbk Angkat Bicara, Pastikan Keamanan Data dan Dana Nasabah Terjamin

Menjalankan transformasi digital bukanlah sekedar memindahkan layanan dari yang tadinya luring menjadi daring.

Dikutip dari Antara, dengan transformasi digital, maka birokrat dalam menjalankan birokrasi berdampak akan dapat bergerak cepat dan lincah.

Tetapi, digitalisasi tanpa mengubah proses bisnis, hanya akan menciptakan masalah yang baru.

Baca Juga:
Alami Halusinasi Akibat Keracunan Kecubung, 44 Warga di Banjarmasin Masuk Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, 2 Diantaranya Meninggal Dunia

Anas menyatakan untuk itu, perlu untuk mengubah paradigma dalam menjalankan birokrasi sebagai mesin perubahan.

“Program yang dijalankan oleh pemerintah harus berbasis atas kebutuhan dari masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan pemerintah juga harus terbuka atas kritk dan juga masukan.

Baca Juga:
6 Fakta Baru Terkait Viralnya Kasus Ketua OSIS SMAN 1 Cawas di Klaten yang Meninggal Dunia Usai Diceburkan ke Kolam Saat Rayakan Ulang Tahun

“Juga melibatkan kolaborasi dan partisipasi dengan masyarakat,” ucapnya.

Menpan RB juga memiliki kesempatan untuk meninjau pelayanan yang diberikan oleh KBRI Singapura.

Peninjauan itu didampingi oleh Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo dan juga Sulistio Djati Ismojo, selaku Wakil Kepala Perwakilan atau Wakeppri.

Baca Juga:
Diduga Jadi Saksi Kunci Kasus Pembunuhan Vina, Pegi Setiawan Tantang Aep untuk Menemuinya dan Tuntut Bukti Kebenaran Atas Kesaksiannya

Dia menyatakan dirinya sangat senang melihat beberapa pelayanan yang ada di KBRI Singapura.

“Selain fasilitasnya yang telah disiapkan dengan baik, ternyata pelayanan digitalnya juga telah berjalan,” paparnya. (Antara)

Bagikan:

Artikel Terkait

Berita Terkini