Sekolah Rakyat Siap Dimulai 14 Juli, Diawali Cek Kesehatan dan Matrikulasi

Menteri Sosial dan Wakil Menteri Sosial. Source: (kemensos.go.id)

Nasional, gemasulawesi – Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai berjalan secara resmi pada 14 Juli 2025. Kegiatan belajar di 100 lokasi perintis akan dimulai dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

"Pada 14 Juli nanti, kita akan memulainya dengan pemeriksaan kesehatan bersama," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat konferensi pers seusai menutup kegiatan Retret Kepala Sekolah Rakyat Tahap II di Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kementerian Sosial.

Ia menerangkan bahwa pelaksanaan pemeriksaan kesehatan akan melibatkan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

Langkah ini ditujukan untuk memastikan para guru, tenaga pendidik, serta siswa Sekolah Rakyat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan di tahap awal kegiatan belajar.

Baca Juga:
KPU RI Mengajukan Tambahan Anggaran Senilai Rp 986 Miliar untuk Tahun 2026, Ternyata Begini Tujuannya

Untuk kegiatan belajarnya sendiri, tahap awal akan diisi dengan program matrikulasi serta masa orientasi yang diperuntukkan bagi para guru dan murid.

Baru setelah rangkaian pengenalan tersebut selesai dijalani, proses belajar-mengajar akan resmi dimulai.

Gus Ipul mengungkapkan bahwa sebanyak 1.469 guru telah disiapkan untuk mengajar di tahap awal pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Para pengajar ini akan ditempatkan di 100 titik perintis yang menjadi lokasi awal pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga:
Dari Lahan Bekas Sampah, Bripka Reply Bangun Taman Baca Napande dan Raih Penghargaan Kapolda Sulteng

Sebelumnya, mereka telah melewati tahapan seleksi serta prosedur yang ditetapkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Sekolah Rakyat.

Para guru Sekolah Rakyat yang telah dinyatakan lolos seleksi nantinya juga akan mengikuti pembekalan, serupa dengan pelatihan yang sebelumnya diberikan kepada para kepala sekolah.

Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya untuk menyamakan pemahaman dan kesiapan seluruh tenaga pendidik sebelum proses belajar dimulai.

Sementara itu, para Kepala Sekolah Rakyat yang telah menuntaskan pelatihannya hari ini dinyatakan siap untuk menjalankan peran kepemimpinan di wilayah tugas masing-masing.

Baca Juga:
Indonesia Siapkan 20 Ribu Hektare Lahan Pertanian yang Hasilnya Bakal Dikirim ke Palestina sebagai Bantuan Pangan

"Yang utama, para Kepala Sekolah Rakyat ini harus memiliki empati, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan untuk membangkitkan semangat belajar siswa. Mereka adalah sosok yang memimpin di lingkungan sekolah," ujar Gus Ipul.

Sebelum menjalani pembekalan, para Kepala Sekolah Rakyat terlebih dahulu melewati proses seleksi yang ketat, mulai dari tahap administrasi hingga sesi wawancara.

Gus Ipul menyebutkan bahwa pihaknya kini tengah mempersiapkan pembukaan 100 titik Sekolah Rakyat tahap kedua.

Dari jumlah tersebut, sekitar 40 lokasi sudah disurvei dan dinyatakan memenuhi kriteria yang ditentukan.

Baca Juga:
Komisi I Soroti Dugaan Narkotika dalam Bantuan Gaza: Kekejaman Lebih Buruk dari Holocaust

“Saat ini kami sedang mengarah ke pengembangan 100 titik berikutnya. Sekitar 40 lokasi sudah disurvei dan dinilai layak oleh Kementerian PUPR, dan selanjutnya akan dilakukan renovasi ringan,” jelasnya.

Di waktu yang bersamaan, proses seleksi untuk murid, kepala sekolah, guru, serta tenaga pendidik lainnya juga akan mulai berjalan.

“Mudah-mudahan akhir Juli nanti kami sudah mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai lokasi tambahan tersebut,” pungkasnya. (*/Zahra)

Bagikan: