Uruguay Lawan Korea Selatan Berakhir Dengan Kacamata di Pertandingan Pembuka Grup H

<p>Son Heung Min Kenakan Topeng pada Laga Korea Selatan Vs Uruguay. Foto (twitter/@FaktaSepakbola</p>
Son Heung Min Kenakan Topeng pada Laga Korea Selatan Vs Uruguay. Foto (twitter/@FaktaSepakbola

OLahraga, Gemasulawesi – Pada pertandingan di Education City Stadium, Kapten Timnas Korea Selatan Son-Heung Min bermain dengan masker wajah setelah menderita retak rongga mata awal bulan ini, tetapi penyerang Tottenham Hotspur itu tidak dapat memberikan banyak pengaruh pada permainan.

Sempat ada ketakutan bahwa cedera Son akan memburuk ketika menit ke 60 terinjak oleh Martin Caceres, namun akhirnya Son tetap mampu melanjutkan pertandingan.

Kedua Timnas ini tidak mampu mencatat tembakan tepat sasaran selama pertandingan FIFA dan ini merupakan kali pertama terjadi dalam pertandingan Piala Dunia abad ini.

Timnas Korea Selatan atau Taeguk Warriors sendiri tampil lebih baik di babak pertama dan lebih terkontrol dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan, dengan Hwang Ui-jo kehilangan peluang paling jelas yang diciptakan dalam permainan terbuka.

Baca: Polisi Moral Qatar: Apa yang Mereka Lakukan dan Bagaimana Sanksi Setelah Ketidakpatuhan Terhadap Aturan Selama Piala Dunia 2022

Hwang Ui-Jo melewatkan peluang emas untuk membuat Korea Selatan unggul pada menit ke-34 ketika ia melakukan tendangan miring dari jarak dekat menyusul umpan silang mendatar dari bek kanan Kim Moon-Hwan.

Timnas Uruguay atau La Celeste sendiri mampu mengontrol permainan yang lebih besar di babak kedua tetapi terengah-engah saat mereka mencari terobosan melawan tim Korea Selatan yang bermain luar biasa.

Sedangkan Timnas Uruguay nyaris membuat mereka menyesal pada menit ke-43 ketika Godin melompat tinggi dari sepak pojok Valverde dan membentur tiang gawang dengan sundulan.

Darwin Nunez sendiri sempat melepaskan tembakan pada menit ke-81 dan Valverde melepaskan tembakan jarak jauhnya pada menit ke-90 yang membentur tiang gawang.

Baca: Setelah Protes Jerman dan Keunggulan Awal, Jepang Menjadi Sorotan Dengan Kemenangan Mereka

Korea Selatan tidak memberikan banyak ancaman selain beberapa upaya dari tepi kotak penalti yang melebar.

Setelah ini kedua grup akan kembali berlaga pada hari Senin, dengan Uruguay bertemu Portugal, dan Korea Selatan menghadapi Ghana. (*/GLR)

Editor: Gracesilia Shea Arsiane

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Polisi Moral Qatar: Apa yang Mereka Lakukan dan Bagaimana Sanksi Setelah Ketidakpatuhan Terhadap Aturan Selama Piala Dunia 2022

Polisi Moral Qatar (Gasht-e-Ershad) ditugaskan untuk memastikan warga Qatar mengoperasikan dan penegakan hukumnya

Setelah Protes Jerman dan Keunggulan Awal, Jepang Menjadi Sorotan Dengan Kemenangan Mereka

Jerman kalah dalam pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Jepang pada hari Rabu 23 November 2022, sama dengan Argentina

Jerman vs Jepang: Yuk Simak Analisisnya!

Jerman dan Jepang memulai Grup E dengan kedua negara beraksi di Stadion Internasional Khalifa. Berikut Analisis Jerman Lawan Jepang

Dari Tukang Bersih-bersih Sampai Jadi Pelatih Piala Dunia: Siapakah Manajer Sepak Bola Arab Saudi Hervé Renard?

Arab Saudi mendapatkan kemenangan bersejarah atas Argentina di Piala Dunia Qatar berkat Herve Renard manajer Arab Saudi

Momen Kemenangan Arab Saudi Menang Atas Argentina, Jadi Libur Nasional Arab Saudi

23 November 2022 sebagai hari libur perayaan untuk semua karyawan dan pelajar di Arab Saudi setelah timnas Arab Saudi menang lawan Argentina

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;