Polisi Moral Qatar: Apa yang Mereka Lakukan dan Bagaimana Sanksi Setelah Ketidakpatuhan Terhadap Aturan Selama Piala Dunia 2022

waktu baca 2 menit
Ilustrasi fans sepak bola di Piala Dunia Qatar (Twitter @fifaworldcup)

Olahraga, Gemasulawesi – Penetapan sebagai tuan rumah diliputi kontroversi sejak awal. Sebagian besar yang paling disorot adalah undang-undang yang berlaku dan pelanggaran hak asasi manusia dan juga kebebasan perempuan beserta orang-orang LGTBQI+.

Fans dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam turnamen ini dapat melihat secara langsung bagaimana 

Polisi Moral (Gasht-e-Ershad) ditugaskan untuk memastikan warga mengoperasikan dan penegakan hukumnya dengan menggunakan Polisi Moral.atuhi hukum bahkan seringkali mereka juga menyamar dan berkeliaran di jalan-jalan dan memastikan bahwa penduduk mengikuti untuk, aturan, dan kebiasaan negara tersebut dipatuhi.

Baca: Setelah Protes Jerman dan Keunggulan Awal, Jepang Menjadi Sorotan Dengan Kemenangan Mereka

Mereka dibentuk untuk melindungi ‘syariah’, hukum yang berfokus pada ditegakkannya standar moral, baik dalam kehidupan publik maupun pribadi orang-orang.

Salah satu peraturan yang harus diikuti, misalnya, sholat yang dilakukan lima kali sehari. Selain itu, penduduk dilarang bercerai bahkan dilarang mencuri, berbohong dan mengkonsumsi alkohol.

Meskipun penggemar yang datang dari luar tidak harus semua aturannya mereka harus sadar bahwa seperti orang lain, banyak aturan lain yang harus dipatuhi.

Peraturan ini di antara lain, larangan atas pakaian wanita yang memperlihatkan bahu dan lutut serta pakaian yang dianggap provokatif atau ketat. Bagi kaum adam juga ada aturannya, yaitu dilarang memakai kaos berkerah V apalagi tidak bertelanjang dada.

Baca: Jerman vs Jepang: Yuk Simak Analisinya!

Dan jika mau bersalaman harus mengangkat tangan kanan harus untuk menyapa pria dan tangan harus diangkat ke hati saat menyapa wanita.

Selain itu jika ingin memotret bangunan resmi atau penduduk harus memperoleh izin dari pihak berwajib terlebih dahulu.

Selama Piala Dunia 2022, denda dan penjara yang mungkin dihadapi penggemar adalah:

● Mengkonsumsi alkohol di jalan umum, dari 806 euro atau senilai Rp 12 Juta hingga penjara.
● Mengkonsumsi narkoba, dari 806 atau senilai Rp 12 Juta euro hingga penjara atau deportasi.
● Mengotori jalan, mulai 2.685 euro jika dirupiahkan bisa mencapai hingga Rp 42 juta.
● Kegagalan untuk mematuhi kode berpakaian, larangan masuk ke tempat.
● Homoseksualitas, satu sampai tiga tahun penjara.
● Membuat gerakan cabul, dari 805 Euro bisa senilai Rp 12 Juta hingga enam tahun penjara.
● Perselingkuhan, hingga tujuh tahun penjara. (*/GLR)

Editor: Gracesilia Shea Arsiane

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.