Terkait Putusan MK Mengenai Hasil Sengketa Pilpres 2024, Pengamat Tegaskan Harus Didasarkan pada Data dan Fakta yang Konkret

Ket. Foto: Pengamat Menyatakan Putusan MK Terkait Hasil Sengketa Pilpres 2-24 Harus Didasarkan pada Data dan Juga Fakta yang Konkret
Ket. Foto: Pengamat Menyatakan Putusan MK Terkait Hasil Sengketa Pilpres 2-24 Harus Didasarkan pada Data dan Juga Fakta yang Konkret Source: (Foto/Instagram/@mahkamahkonstitusi)

Politik, gemasulawesi – Budiman, yang merupakan pengamat politik dari Universitas Mulawarman, menyatakan jika proses putusan MK dalam kasus sengketa hasil Pilpres tahun 2024 cenderung berorientasi pada jumlah suara secara kuantitatif.

Namun, Budiman juga menyebutkan jika dalam konteks hukum tata negara, maka keputusan harus didasarkan atau berdasarkan pada data dan juga fakta yang konkret, serta bukan hanya sekedar persepsi.

Menurut Budiman, jika melihat dari kasus-kasus yang sebelumnya, seperti misalnya Pileg, Pilpres atau Pilkada, maka pembahasannya sendiri jarang pada kualitas dari proses pemilihan itu sendiri.

Baca Juga:
Terkait Rencana Pertemuan Prabowo dengan Megawati, Ketua Umum Projo Akui Inginkan Seluruh Pihak Dapat Kembali Rukun

Budiman memaparkan jika bicara kuantitatif, maka tentu bicara angka.

“Dalam Pemilu yang lalu, selisih suara antara Prabowo Subianto dengan Jokowi memang tipis, namun, Jokowi tetap menjadi pemenangnya,” ujarnya.

Dia menambahkan jika ini telah dipastikan dengan keunggulan selisih suara.

Baca Juga:
Soroti Dukungan Masyarakat Indonesia di Pemilu, Prabowo Subianto Dikabarkan Menerima Telepon dari Presiden Korea Selatan

Budiman menyatakan jika patokan yang digunakan adalah perbedaan suara, maka Prabowo dan Gibran yang akan menang sebagai pemenangnya.

“Namun, namanya keputusan hukum harus ada data dan juga fakta,” tegasnya.

Diketahui jika dalam persidangan Mahkamah Konstitusi, sejumlah kecurangan terungkap, yang diantaranya termasuk dengan masuknya data sebelum Pilpres 2024 dimulai.

Baca Juga:
Akan Tetap Ambil Formulir Pilgub Sumut dari PDI P, Airlangga Sebut Golkar Hanya Memberikan Penugasan kepada Bobby Nasution

Dalam keterangannya kemarin, 18 April 2024, Budiman juga mengingatkan jika dalam setiap kontestasi politik, pendukung dari semua capres yang ikut serta seharusnya telah siap untuk menerima hasilnya, baik kalah ataupun menang.

“Sehingga, nantinya keputusan yang diambil adalah mengikat,” paparnya.

Budiman juga menyarankan semua pihak untuk menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi terkait dengan sengketa hasil Pilpres tahun 2024 dengan tenang.

Baca Juga:
Dipersilakan Surya Paloh Maju ke Pilkada Jakarta, Anies Baswedan Nyatakan Masih Fokus Mengawal Proses Sengketa Pilpres di MK

“Selain itu, sebaiknya juga menghormati apapun hasilnya nanti,” tuturnya.

Diketahui jika dari tanggal 1-18 April 2024, MK telah menetapkan agenda pemeriksaan persidangan.

Sementara itu, pada tanggal 22 April 2024, MK akan mengumumkan putusan atau ketetapan yang juga diikuti dengan salinan putusan pada waktu yang sama.

Baca Juga:
Nilai Tidak Sesuai Fakta, KPU Meyakini Mahkamah Konstitusi Akan Menolak Permohonan Sengketa Hasil Pilpres 2024

Disebutkan jika salinan ini akan menjadi dokumen resmi yang menandai keputusan akhir dari pengadilan berkaitan dengan perkara yang dimaksud. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Terkait Pilkada, Kaesang Pangarep Sebut Masih Menimbang Peluangnya untuk Maju dan Melihat Dinamika ke Depan

Kaesang Pangarep menyebutkan jika dia masih menimbang peluangnya untuk maju di Pilkada dan melihat dinamika ke depannya.

Minta Bertanya tentang Isu kepada yang Menggaungkan, Kaesang Pangarep Tegaskan Erina Gudono Tak Akan Maju di Pilbup Sleman

Kaesang Pangarep menegaskan istrinya, Erina Gudono, tidak akan maju dalam Pemilihan Bupati Sleman di bulan November mendatang.

Dalam Rangka Silaturahmi, Sejumlah Elite Politik di Koalisi Indonesia Maju Menghadiri Acara Halal Bihalal Idul Fitri Partai Golkar

Sejumlah elite politik menghadiri acara halal bihalal yang diadakan oleh Golkar, termasuk Kaesang Pangarep dan Luhut Binsar Pandjaitan.

Soroti Keterangan Menko PMK tentang Kunjungan Jokowi, Tim Hukum Anies dan Cak Imin Nyatakan Tidak Sesuai dengan Fakta di Lapangan

Tim hukum Anies Baswedan dan Cak Imin menyampaikan keterangan Menko PMK tentang kunjungan Jokowi tidak sesuai dengan fakta.

Sebut Prestasinya Cukup Membanggakan, Pengamat Politik Nyatakan PDI P Kesulitan untuk Mengimbangi Figur Bobby Nasution di Sumut

Menurut pengamat politik, Indra Fauzan, PDI P kesulitan dalam mengimbangi figur Bobby Nasution di Provinsi Sumatera Utara.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;