Ketua Koalisi Pemenangan Amrullah-Ibrahim Hafid Himbau KPU Parigi Moutong Tidak Menyebar Opini Terkait TMS

Ket Foto: Sutoyo saat menghadiri undangan podcast membahas terkait TMS-nya Amrullah oleh KPU Parigi Moutong
Ket Foto: Sutoyo saat menghadiri undangan podcast membahas terkait TMS-nya Amrullah oleh KPU Parigi Moutong Source: (Foto/gemasulawesi/muhammad Irfan)

Parigi Moutong, gemasulawesi - Ketua Koalisi Pemenangan Amrullah-Ibrahim Hafid, Sutoyo S.Sos menghimbau KPU Parigi moutong untuk tidak menyebar opini ke publik terkait TMS administrasi Amrullah.

Menurutnya, persoalan TMS tersebut terlalu dini diumumkan, karena masih ada tahapan lanjutan tanggal 22 September 2024 dalam menetapkan Bakal calon Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“KPU menjustifikasi dan beropini terkait TMS administrasi seolah telah menjadi final, sudah gugur dan dipastikan tidak akan ditetapkan,” tegasnya.

Terkait persoalan putusan MA tertanggal 30 Januari 2020 dari jauh hari kata dia, sudah mempersiapkan diri jika saat penetapan nanti di TMS kan.

Baca Juga:
Terkait Putusan TMS Amrullah, KPU Parigi Moutong Persilahkan Bapaslon Tempuh Upaya Hukum

Ia mengklaim pihaknya, sudah memiliki kajian tersendiri dari praktisi hukum yang telah disiapkan oleh kubu Amrullah-Ibrahim Hafid.

“Kami sudah paham terkait persoalan ini, kami punya kajian sendiri. Kata final ini yang menurut saya harus diklarifikasi kembali oleh KPU Parigi moutong, karena masih ada Upaya hukum lain yang bisa kami lakukan. Artinya, putusan mereka belum final,” urainya.

Ia mempertanyakan, apakah keputusan KPU Parigi moutong itu bersifat kolektif atau hanya berdasarkan keputusan sendiri?

“Saya himbau KPU Parigi moutong untuk bersikap netral, jangan menggiring opini ke publik seolah-olah sudah tidak ada lagi upaya lain yang bisa kami lakukan,” terangnya.

Baca Juga:
KPU Parigi Moutong Terima Perbaikan Berkas Lima Bakal Calon Kepala Daerah

Pada poin ketiga kata dia, sudah dijelaskan menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana penjara yang diajukan.

Ia menegaskan, Amrullah tetap optimis lolos mengikuti kontestasi Pilkada serentak tahun 2024 di Kabupaten Parigi moutong.

“KPU Parigi moutong menurut kami, keliru dalam memahami keputusan MA. Harusnya hitungan dilakukan saat selesai menjalani hukuman dan mengabaikan tanggal keluarnya keputusan MA,” tekannya. (fan)

...

Artikel Terkait

wave

Terkait Putusan TMS Amrullah, KPU Parigi Moutong Persilahkan Bapaslon Tempuh Upaya Hukum

Komisioner Divisi teknis KPU parigi moutong, sebut putusan KPU terkait TMS nya Amrullah bersifat final dan mengikat.

Pasangan Ridwan Kamil dan Suswono Telah Menyiapkan Sejumlah Program Prioritas untuk Memenangkan Pilgub Jakarta 2024

Sejumlah program prioritas untuk memenangkan Pemilihan Gubernur Jakarta 2024 telah disiapkan oleh pasangan Ridwan Kamil dan Suswono.

KPU Parigi Moutong Terima Perbaikan Berkas Lima Bakal Calon Kepala Daerah

KPU Parigi moutong terima berkas perbaikan Cakada Minggu, 8 September 2024. Diketahui hari minggu menjadi batas akhir perbaikan berkas.

Sah! 40 Orang Anggota DPRD Parigi Moutong Resmi Dilantik Hari ini

Pada hari ini tanggal 2 September 2024, 40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD masa bakti 2024 - 2029 telah resmi dilantik.

Pasangan Cakada Parigi Moutong, Erwin Burase dan Abdul Said Mengusung Gagasan Membangun Dari Desa

Pasangan Calon Kepala Daerah atau Cakada Erwin - Abdul Said tetap berkomitmen dengan gagasan membangun dari Desa menuju kota.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;