Aktor Yoon Hong bin Bantu CPR Korban Tragedi Halloween

<p>Ket Foto: Yoon Hong Bin menjadi saksi langsung dan ikut membantu korban (Foto/facebook All Fandom Kpop, Ost Drama &#038; All About Korea)</p>
Ket Foto: Yoon Hong Bin menjadi saksi langsung dan ikut membantu korban (Foto/facebook All Fandom Kpop, Ost Drama & All About Korea)

Berita Selebriti, gemasulawesi – Aktor Yoon Hong Bin, yang berada di sana pada saat itu juga membantu langsung para korban tragedi Itaewon. Tragedi tersebut diyakini telah menewaskan 154 orang.

Aktor yang pernah berperan sebagai Pangeran Imhae ini juga terlibat dalam membantu korban menerima bantuan hidup (CPR).

Yoon Hong Bin berbagi pengalamannya saat pertama kali datang ke Itaewon untuk menikmati malam Halloween. 

Namun, ternyata pengalaman pertamanya berakhir dengan kecelakaan yang tidak menyenangkan.

Selain itu, ia mengatakan betapa semrawutnya jalan utama saat itu, atas tragedi saling mendorong yang menelan beberapa korban.

Saat teriakan orang-orang yang saling berteriak terus terdengar.

“Jalan utama berantakan total dan saya pikir saya didorong ke jalan dengan pacar saya dan beberapa kali mengatakan bahwa itu berbahaya. Teriakan untuk tidak mendorong dan tangis campur aduk,” ucap Yoon Hong Bin seperti dikutip Naver pada 31 Oktober 2022.

Baca: Pemprov Sulsel Akan Buka Rekrutmen P3K Bulan November 2022

Ia juga mengatakan saat itu polisi hanya disiagakan di jalan utama di World Food Street dan masyarakat bingung.

Bagi Yoon itu pertama kalinya dia pergi ke Itaewon mencoba menikmati suasana Festival Halloween, bukannya pergi bersenang-senang tapi hanya mendapatkan bencana.

“Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku pergi ke Itaewon mencoba menikmati Festival Halloween, sekaligus mencari pengalaman baru, tapi yang ada saya menjadi saksi langsung terjadinya tragedi Halloween yang merenggut banyak nyawa,” kata Yoon Hong Bin. (*/Ksd)

Baca: Ucapan Belasungkawa Dari Selebriti Korea Bagi Korban Tragedi Itaewon

Editor: Muhammad Ikhsan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Disebut Mucikari dan PSK, Dewi Persik Bakal Polisikan Pembuat Video

Disebut PSK atau mucikari. Setelah melihat dan mendengarkan video tersebut, Dewi Persik akan mengecam keras siapa pun yang menghinanya.

Ucapan Belasungkawa Dari Selebriti Korea Bagi Korban Tragedi Itaewon

Pesta Halloween di Itaewon yang seharusnya dinikmati banyak orang, justru menimbulkan kecelakaan menelan korban jiwa bahkan luka-luka.

Serangan Udara Junta Militer Myanmar, Tewaskan Artis Top Kachin

Junta Militer Myanmar menjatuhkan bom lewat serangan udara dalam festival musik di Negara Bagian Kachin, Myanmar Utara. Hal tersebut

Penasaran Ingin Tahu Siapa Dito Mahendra? Dia Berhasil Jebloskan Nikita ke Tahanan

entu kalian penasaran ingin tahu siapa Dito Mahendra? Orang yang mampu membuat Nikita Mirzani masuk di sel tahanan.

Sempat Diperdebatkan, Akhirnya BTS Memutuskan Ikut Wajib Militer

Sempat diperdebatkan akhirnya BTS memutuskan untuk mengikuti wajib militer keputusan tersebut diumumkan HYBE.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;