IDI Sebut CDC Rekomendasikan Vaksinasi untuk Ibu Hamil

<p>Foto: Illustrasi vaksinasi untuk ibu hamil.</p>
Foto: Illustrasi vaksinasi untuk ibu hamil.

Gemasulawesi- Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia Iris Rengganis mengatakan Centers for Disease Control and Prevention atau CDC rekomendasikan vaksinasi untuk ibu hamil, karena merupakan salah satu individu beresiko gejala lebih berat jika terkena Covid19.

“Dalam mengambil keputusan untuk memberikan vaksin adalah dengan mempertimbangkan risiko terjadinya penyakit berat bisa dialami dan manfaat vaksinasi akan lebih besar jika sakit,” kata Iris di Jakarta, Jumat 30 Juli 2021.

Sehingga, pemberian vaksin untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sangat penting dilakukan, ditengah meningatnya kasus Covid19 di Tanah Air.

Baca juga: Berikut Kiat Dinas Ketahanan Pangan Cegah Stunting di Parigi Moutong

Dia menyarakan, agar vaksin untuk ibu hamil dilakukan saat kehamilan dalam kondisi baik, usia kehamilan ada di atas 12 minggu, dan menggunakan vaksin dengan mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sementara rekomendasi vaksin bagi anak, kata dia, anak-anak berisiko rendah, tetapi penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid19, khususnya di lingkungan keluarga.

“Selain itu, batas usia 12-17 tahun diaplikasikan karena penelitian telah membuktikan keamanan vaksinasi diberikan pada rentang usia itu,” ungkapnya.

KemenPPPA dukung vaksinasi bagi ibu hamil

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, pihaknya bersyukur vaksin Covid19 baik untuk untuk ibu hamil, menyusui, dan anak dari usia 12 tahun ke atas.

Sebab dia berpendapat, kelompok-kelompok itu merupakan kelompok rentan yang harus dilindungi sebagaimana tercantum dalam undang-undang (UU) Penanggulangan Bencana.

“Ibu hamil, ibu menyusui, serta anak dikategorikan sebagai kelompok rentan yang harus dilindungi melalui pemberian prioritas penyelamatan, evakuasi, pengamanan, pelayanan kesehatan dan psikososial. Kita perlu bersyukur karena vaksin Covid19 baik untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak dari usia 12 tahun ke atas,” ujar Bintang dikutip dari siaran pers, Jumat 30 Juli 2021.

Oleh karena itu, pihaknya pun mendukung pelaksanaan vaksin bagi anak, ibu hamil dan menyusui sebagai upaya pengendalian penularan virus corona penyebab Covid19.

Termasuk sebagai upaya pemenuhan hak dalam situasi bencana seperti pandemi Covid19 ini.

“Kami juga mendorong terjalinnya sinergi lembaga masyarakat dan keagamaan dalam menumbuhkan kepercayaan terhadap vaksinasi di tingkat masyarakat,” kata dia.

Dalam menyelesaikan pandemi Covid19 semua pihak harus berperan dan saling bergotong royong. Mulai dari menaati protokol kesehatan hingga melakukan vaksinasi.

Pasalnya saat ini masih banyak masyarakat ragu untuk mendapatkan vaksinasi dengan berbagai alasan. (***)

Baca juga: Gubernur Tekankan Penanganan Pandemi Covid19 Mulai dari Desa

...

Artikel Terkait

wave

Kapal Ikan Asing Asal Malaysia Berhasil Ditangkap

Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap satu Kapal Ikan Asing asal Malaysia. Meskipun sempat berupaya menghilangkan jejak.

Kemenag Harap Jamaah Umrah Indonesia dapat Kesempatan Ibadah

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Khoirizi menyampaikan agar Jamaah Umrah Indonesia mendapatkan kesempatan ibadah.

Terjun ke Laut, Penumpang Kapal Feri Hilang di Selat Bali

Tim gabungan penyelamatan di perairan Selat Bali terus melakukan pencarian terhadap seorang penumpang kapal feri dilaporkan terjun ke laut

Indonesia Belum Mampu Optimalkan Potensi Industri Produk Halal

Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin menilai Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi industri produk halal dalam negeri.

Fasilitas Talenthub: Lahirkan Wirausaha Creative Digital Baru

Kemnaker menargetkan melahirkan wirausaha creative digital baru melalui fasilitas Talenthub Bantu Kerja, untuk peningkatan lapangan kerja.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;