Instagram Akan Ubah Konsep Layanan Berbasis Video

<p>Foto: Illustrasi Fitur Instagram.</p>
Foto: Illustrasi Fitur Instagram.

Berita nasional, gemasulawesi– Instagram yang merasa layanan berbasis video seperti Tik Tok dan Youtube menjadi sebuah ancaman, akan merubah konsepnya bukan hanya sekedar media sosial berbasis foto saja.

“Instagram menyatakan akan banting setir dari media sosial berbasis foto menjadi fokus pada video seperti Tiktok,” ungkap Adam Mosseri, Kepala layanan media sosial Instagram, belum lama ini.

Instagram lakukan cara ini dilakukan untuk mengantisipasi kesuksesan layanan berbasis video lain seperti Tiktok dan Youtube.

Sehingga, Instagram berencana untuk mengimplementasikan beberapa desain baru untuk menyesuaikan dengan tren saat ini, yang belakangan juga digemari para pengguna dua media sosial.

“Kami bukan lagi aplikasi berbagi foto atau foto berbentuk kotak,” jelasnya lewat video di Instagram.

Baca juga: BPBD: Kolaborasi Lintas Sektor Antisipasi Bencana di Parigi Moutong

Instagram bahkan tengah bereksperimen agar pengguna bisa memilih untuk bisa menyaksikan video dalam ukuran satu layar penuh di halaman linimasa mereka.

Baca juga: Polisi Semprot Disinfektan Bubarkan Kerumunan Warga di Rembang

Video ini juga akan menampilkan tayangan dari akun-akun yang tidak mereka ikuti (follow). Mirip dengan yang disediakan oleh Tiktok.

Baca juga: Longsor, Jalur Trans Sulawesi Tengah Palu-Kulawi Terputus

“Kami juga akan mencoba bagaimana agar bisa menampilkan video lebih banyak,” jelas Mosseri dalam tayangan video.

Bahkan, para pengguna akan melihat Instagram melakukan sejumlah hal baru atau bereksperimen di layanan tersebut dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Kelangkaan Oksigen Penyebab Meninggalnya Pasien Covid 19 di Yogyakarta

Saat ini kompetisi yang sangat serius tengah terjadi. Di tengah popularitas TikTok dan YouTube, Mosseri menyebut ingin ikut ambil bagian dari kue yang sedang dinikmati Snapchat dan TikTok.

Baca juga: WHO Sebut Penyebaran Virus Corona Tidak Melalui Udara

Instagram telah melakukan berbagai pembaruan fitur dalam beberapa bulan belakangan. Pada Agustus 2020, platform ini meluncurkan fitur video pendek Reels, yang memungkinkan pengguna Instagram membuat konten dengan audio overlay yang mirip dengan apa yang terjadi di TikTok. (***)

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,5 Getarkan Seluma Bengkulu

...

Artikel Terkait

wave

Amerika Serikat Siap Hadapi Covid 19 Varian Delta

Amerika Serikat mengirim tim khusus ke sejumlah daerah dianggap rawan, bentuk kesigapan menghadapi lonjakan kasus covid 19 varian delta.

Kelangkaan Oksigen Penyebab Meninggalnya Pasien Covid 19 di Yogyakarta

Enam pasien covid 19 meninggal diakibatkan kelangkaan oksigen di Yogyakarta, dari sumber terpercayanya di RSUP Dr Sardjito.

Bocah 13 Tahun di Micigan Meninggal Usai Jalani Vaksinasi

Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun di Micigan bernama Jacob Clynick, meninggal setelah menerima dosisi kedua vaksin Covid-19 Pfizer

MPR Apresiasi Diplomasi Luar Negeri Atasi Pandemi Covid 19

Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan mengapresiasi langkah diplomasi luar negeri Indonesia atasi pandemi covid 19 atau virus corona.

Gempa Magnitudo 5,5 Getarkan Seluma Bengkulu

Gempa dengan magnitudo (M) 5,5 terjadi di Seluma, Bengkulu. Gempa terjadi pada kedalaman 60 kilometer, gempa terjadi sekitar pukul 20.09 WIB

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;