Kemenkes Pastikan Penuhi Kebutuhan USG di Semua Puskesmas

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Petugas kesehatan puskesmas melakukan pengukuran badan pada balita (Foto Ilustras/Dinas Kesehatan Aceh)

Berita Nasional, gemasulawesi – Kementerian Kesehatan () secara bertahap akan penuhi kebutuhan dan antropometri di semua dan posyandu di Indonesia.

Ini bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan keterbelakangan pada anak-anak.

Salah satu tugas utama SDGs adalah menurunkan angka kematian ibu dan balita. Kondisi kesehatan ibu hamil dan anak-anak ditentukan melalui pemeriksaan rutin berkualitas tinggi selama kehamilan.

Dalam rangka percepatan penurunan kematian ibu dan prevalensi gizi buruk kronis pada balita, salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil.

Baca: Kemenkes Utamakan Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Hingga saat ini, AKI dan stunting diperkirakan masih jauh dari target yang ditetapkan sebesar 183 per 100.000 kelahiran hidup (CH) pada tahun 2024.

Saat ini masih 305 per 100.000 KH. Begitu pula estimasi prevalensi stunting pada anak balita yang saat ini sebesar 24,4%, masih jauh dari target 14% pada tahun 2024.

“Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk memprioritaskan ketersediaan layanan esensial bagi ibu dan anak,” kata dr. MariaEndang Sumiwi, Dirjen Kesehatan Masyarakat, pada Jumat, 23 Desember 2022.

Baca: Kemenkes RI Klaim Gagal Ginjal Akut Di Indonesia Sudah Tidak Mengkhawatirkan

Pada akhir tahun 2022, hingga 66% akan memiliki dan 42% akan menyelesaikan pendidikan kedokteran.

Total kebutuhan 10.321 kali . akan penuhi target untuk penuhi kebutuhan memiliki pada tahun 2024.

Tahun 2021 sebanyak 2.470 akan memiliki , tahun 2022 sebanyak 4.416 , tahun 2023 targetnya menjadi 1.943 dan tahun 2024 sebanyak 1.492 .

Baca: Kemenkes Sebut Tipis Kemungkinan Hepatitis Misterius Menjadi Pandemi

Dengan demikian, pada tahun 2022, pemenuhan akan tersedia untuk 6.886 (66,7 persen).

Dengan demikian, dokter terlatih tersedia di 4.392 Puskemas (42,5 persen).

Pelatihan dokter akan dilanjutkan pada tahun 2023, direncanakan sebelum Maret 2023 sesuai pencairan anggaran.

Baca: Dukung Eliminasi Malaria di Parimo, BTKLPP Kemenkes Lakukan Kajian Kelayakan

Tindak lanjut menurut provinsi 66% yang sudah memiliki alat untuk skrining kehamilan, termasuk 2 provinsi yang menjangkau lebih dari 90% dengan , 24 provinsi yang menjangkau 50 hingga 90% menjangkau dengan , dan 8 provinsi di bawah 50 persen.

Selain , akan juga memenuhi antropometri di seluruh Posyandu.

Total kebutuhan alat antropometri kit adalah 313.737 dari total 303.416 Posyandu.

Baca: Kemenkes: Pekan Ini, Angka Kematian Covid19 Indonesia Menurun

Kementerian Kesehatan menargetkan semua Posyandu memiliki antropometri pada tahun 2024. Tahun ini, 33,9 persen Posyandu akan tersedia alat antropometri.

Sebelumnya tahun 2019 hanya 25.177 yang memiliki alat antropometri, tahun 2020 sebanyak 1.823 Posyandu, tahun 2021 sebanyak 16.936 Posyandu, tahun 2022 sebanyak 34.256 Posyandu, tahun 2023 targetnya 127.033 Posyandu, dan pada tahun 2024, 81.512 Posyandu diharapkan dapat dijangkau dengan antropometri.

Tahun ini, Antropometri Kit akan tersedia di 102.853 Posyandu (33,9 persen). Pelatihan pemantauan pertumbuhan dilakukan dengan partisipasi petugas terlatih. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.