Komisi III DPR RI Melakukan Inpeksi Mendadak ke PT GNI

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Anggota Komisi III DPR RI Asrul Sani (Foto/Instagram/@berita164)

 Nasional, gemasulawesi – membidangi Hak Asasi Manusia dan Keamanan melaksanakan inpeksi mendadak di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Morowali Utara, (Sulteng) selama dua hari dari tanggal 19 sampai 20 Januari 2023.

Selama inpeksi mendadak Anggota di , guna membahas bentrok maut di pabrik pengolahan nikel (smelter), PT Gunbuster Nickel Industri () pada Sabtu 14 Januari 2023 lalu.

Dalam kunjungan Komisi lll DPR RI sejumlah perwakilan audiensi dengan beberapa pihak yakni, Polda dan Serikat Pekerja di .

Baca: Penerapan K3 di PT GNI Picu Kerusuhan, Wamenaker Lakukan Investigasi

“Komisi III mendengarkan laporan lengkap dari Kapolda bersama jajarannya perihal peristiwa unjuk rasa yang berubah rusuh serta pembakaran sejumlah mess Tenaga Kerja Asing dari Cina,” ucap Anggota , Arsul Sani dalam keterangannya, Jumat 20 Januari 2023.

Berdasarkan laporan yang diterima Anggota Komisi lll DPR RI, Arsul menegaskan tak ada penembakan yang dilakukan petugas saat berunjuk rasa. Seperti informasi yang berkembang sebelumnya.

Pengunjuk rasa mampu mengendalikan diri usai personel polisi turun untuk menenangkan. Pada kesempatan itu pula Serikat Pekerja di menyebutkan, jika manajeman perusahan telah melanggar hak konstitusional.

Baca: Gubernur Sulteng Bertemu Bamsoet dan Mahfud MD Bahas Permasalahan PT GNI

Dilaporkan pula hanya melakukan perpanjanngan kontrak setiap bulan, hal ini adalah pelanggaran aturan dalam UU Ketenagakerjaan.Tak hanya itu, perlakuan diskriminasi juga dirasakan oleh anggota serikat pekerja.

Menurut laporan dari pekerja serikat, contoh sikap diskriminasi yang dilakukan perusahaan adalah, terjadi disistem penggajian. Gaji untuk pekerja cina lebih banyak meski jenis pekerjaanya sama.

Disisi lainnya ialah anggota serikat pekerja tak mendapatkan perpanjangan kontrak.

“Mereka mengaku mendapat perlakuan berbeda atau diskriminatif dalam soal gaji dan lain-lain, dibanding TKA China meski jenis pekerjaan yang mereka kerjakan sama,” ungkapnya.

Baca: Disnaker Sebut Manajemen K3 PT GNI Buruk: Kalau Kooperatif Kecelakaan Kerja Bisa Dicegah

Di kesempatan itu, Komisi III memperingatkan pihak manajemen , agar tak melakukan tindakan sewenang-wenang.

Salah satunya melangkahi hak konstitusional maupun aturan UU Ketenagakerjaan. Arsul pula memohon polisi menerapkan keadilan restoratif pada 17 orang yang menjadi tersangka dalam bentrok maut tersebut.(*/NRL)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.