Mamasa Wilayah Potensial Penghasil Kopi Terbaik

<p>Ket Foto: Biji Kopi (Foto Ilustrasi/Pixabay)</p>
Ket Foto: Biji Kopi (Foto Ilustrasi/Pixabay)

Berita Sulawesi Barat, gemasulawesi – Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) didorong menjadi wilayah potensial penghasil kopi terbaik dan terbesar di provinsi itu.

Hal itu diungkapkan penjabat Gubernur Sulawesi Barat Akmal Malik di Mamuju, Senin 14 November 2022.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dorong Kabupaten Mamasa untuk menjadi wilayah penghasil kopi terbesar di Provinsi Sulawesi Barat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan untuk meningkatkan perekonomian daerah,” ucap Akmal Malik.

Ia mengatakan kopi di Mamasa sangat baik untuk dikembangkan karena alam Mamasa yang terletak di pegunungan Sulawesi Barat sangat baik untuk pengembangan produk kopi cocok.

Baca: Pj Gubernur Sulawesi Barat Lepas Kafilah Ikut MTQ di Banjarmasin

Menurutnya, pemerintah akan membantu sistem produksi, distribusi dan pemasaran produk-produk kebutuhan pokok agar memiliki nilai jual tinggi dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.

“Pemerintah Sulbar akan memberikan dukungan semaksimal mungkin kepada Mamasa untuk menjadi penghasil produk kopi dan Perkebunan Mamasa andalan untuk pengembangan perekonomian Sulbar – untuk mendongkrak Sulawesi,” katanya.

Beliau berharap pemerintah dan masyarakat Mamasa terus meningkatkan produksi kopi karena peluang untuk mengembangkan produk ini sangat besar karena kopi banyak diminati oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Baca: Peduli Korban Banjir, Pemprov Sulbar Salurkan 1,2 Ton Beras

Ia mengatakan kopi Mamasa akan diluncurkan di seluruh wilayah Indonesia bahkan mancanegara, Pemerintah Sulbar juga akan membantu dan mendorong pembangunan agar produksi bisa meningkat.

Ia juga meminta agar warga transmigrasi Mamasa dapat memilih kopi sebagai komoditas untuk dikembangkan, karena akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Pemerintah ingin mengembangkan transmigrasi di Mamasa agar produksi kopi meningkat, maka harus ada kerjasama semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah agar mengembangkan kopi dilakukan melalui berbagai program,” ucapnya.

Baca: Pemberangkatan 34 Perahu Sandeq Sulbar ke IKN Ditunda

Menurut pemerintah, produksi kopi Mamasa untuk kopi arabika mencapai sekitar 1000 ton dengan luas mencapai 6500 hektar, sedangkan produksi kopi Robusta mencapai 961 ton dengan luas hingga 5.000 hektar. (*/Ikh)

Editor: Muhammad Ikhsan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

BPS Sebut Produksi Padi Sulsel Naik 5.431.021 Ton

Badan Pusat Statistik (BPS) sebut memproyeksikan produksi padi Sulawesi Selatan (Sulsel) naik menjadi 5.341.021 ton

Sambut Piala Dunia, Kampung Bola Makassar Pasang Bendera Idola

Jelang piala dunia 2022, Kampung Bola Kota Makassar di Jalan Titang, Provinsi Sulawesi Selatan, mulai memasang bendera idola mereka

Jelang Pemilu, Pemkot Palu Beri Pendidikan Politik ke Masyarakat

Jelang pemilu serentak 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah beri penguatan melalui pendidikan politik ke masyarakat

Waspadai Potensi Gelombang 2,5 Meter di Perairan Sulut

Waspadai potensi gelombang tinggi 2,5 meter yang berpeluang terjadi di sejumlah perairan Sulawesi Utara (Sulut)

Terima Gratifikasi 4,4 Milyar, Briptu D Dituntut PTDH

Terima gratifikasi 4,4 milyar, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menuntut Briptu D dituntut pemecatan tidak dengan hormat (PTDH)

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;