Masjid Al Muttaqin Antang Makassar Jadi Posko Pengungsian

waktu baca 2 menit
Masjid Al-Muttaqin Dijadikan Posko. Foto: Nurul

Nasional, Gemasulawesi dijadikan posko pengungsian bagi warga yang terdampak . Hingga saat ini, ratusan warga terpaksa meninggalkan rumahnya dan memilih mengungsi.

Sejak menerjang Perumnas Antang Blok Vlll, lX dan X, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada Sabtu 19 November 2022 kemarin.

Dua hari di pengungsian banyak warga yang alami penyakit gatal – gatal dan kedinginan. Hal tersebut dikarenakan air kotor dan tak adanya persedian selimut.

Salah satu pengungsi mengatakan, karena keseringan turun ke air untuk menyelamatkan benda berharga akhirnya harus terkena kutu air. Tak hanya itu, dia juga kedinginan sebab tak sempat membawa baju ganti.

Baca: Ternyata Supir Bus di KTT G20 Diseleksi Secara Ketat

“Saya sudah tidak sempat lagi bawa baju ganti, yang penting semua dokumen penting selamat,” katanya.

Dia melanjutkan, belum ada bantuan dari pemerintah kepada korban yang mengungsi. Padahal ada yang menjadi pengungsi, usianya terbilang rentan.

Seperti yang usia lanjut atau pun masih bayi. Ia menerangkan, Masjid Al Mutaqin dijadikan posko pengungsian dikarenakan tempatnya tinggi, sehingga menjadi tempat aman saat melanda.

“Yang mungungsi tidak cuma dari blok Vlll, tapi ada juga blok sekitar yang rumahnya ikut terendam.

Sementara itu, warga lain yang turut menjadi korban M. Jihadul Arifin. Dirinya mengatakan, Perumnas Antang menjadi wilayah paling sering terendam .

Menambahkan, sejak 10 tahun terakhir air selalu masuk ke rumahnya dengan ketinggian 1 meter. Bapak 8 anak tadi menjelaskan, rumahnya paling terakhir dikena .

“Dulu tempat tinggal saya tidak pernah masuk , tetapi semejak tahun 2012 tempat tinggal saya pula itu diterjang ,” terangnya.

Baca: Makassar Terendam Banjir, Usai Cuaca Ekstrim

Pria berumur 50 tahun ini menyebutkan, dirinya heran asal tiba darimana. Sebab, walaupun Makassar tidak diguyur hujan, tetap saja ketinggian genangannya meningkat.

Melanjutkan, padahal didaerah itu sudah dibangun sebuah kolam regulasi. Namun, tidak menaruh solusi atas masalah banjir yang tak jarang terjadi.

M. Jihadul menerangkan, ia kerap mengganti barang elektronika dikarenakan rusak terdampak banjir. Mencontohkan, misalnya kulkas, mesin cuci, atau tv.

“Biasanya rusak lantaran direndam air banjir pas surut dicek ndak sanggup lagi berfungsi kerena rusak,” terangnya.

Sebenarnya beliau mempertanyakan kiprah pemerintah setempat. Pasal sampai sekarang belum menemukan penyelesaian atas banjir yang menerjang perumahan Perumnas Antang.

Baca: Perumnas Antang Sering Jadi Langganan Banjir, Warga Sebut Pemkot Makassar Tak Punya Solusi

Dia pun meminta, supaya pemerintah setempat lebih memperhatikan banjir yang sering terjadi. (*/NRU)

Editor: Gracesilia Shea Arsiane

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.