Membongkar Citra Pribadi Prabowo Subianto dalam Kampanye Pemilihan Umum

<p>Ket Foto: Foto Prabowo Subianto (Foto/Instagram/@Prabowo)</p>
Ket Foto: Foto Prabowo Subianto (Foto/Instagram/@Prabowo)

Nasional, gemasulawesi – Saat berlangsungnya kampanye pemilihan umum, Prabowo memiliki penampilan yang sangat khas dan mudah dikenali.

Prabowo kerap mengenakan pakaian berwarna khaki yang memiliki banyak kantong.

Alasan Prabowo untuk memilih setelan ini adalah karena kepraktisan yang diberikannya.

Baca juga: 3 Destinasi Wisata yang Memukau di Alam Pegunungan: Melangkah ke Dataran Tinggi Lumajang

Kebiasaan mengenakan pakaian khaki ini mulai muncul secara rutin ketika ia menjadi pasangan dari Megawati dalam pemilihan umum presiden tahun 2009.

Pakaian khaki yang menjadi andalannya telah menciptakan identitas visual yang kuat bagi Prabowo selama kampanye.

Kesan yang ditimbulkan oleh setelan ini adalah kesederhanaan dan ketegasan.

Baca juga: Prabowo Subianto: Menguak Kisah Perjalanan Politik yang Penuh Tantangan dan Ambisi di Indonesia

Warna khaki yang netral dan banyak kantong pada pakaian tersebut juga memberikan kesan fungsional dan siap untuk bekerja.

Selain dari pakaian khaki, Prabowo dikenal dengan kampanyenya yang menggunakan kuda di Gelora Bung Karno.

Penampilan ini menjadi sorotan utama di berbagai media sosial dan menjadi pembicaraan banyak orang.

Baca juga: Prabowo dan Gibran Janjikan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Visi Misi yang Diusungnya, Netizen Kritik Kurang Jelas

Prabowo memilih menggunakan kuda dalam kampanyenya sebagai simbol kekuatan dan kepemimpinan.

Kuda, sebagai hewan yang kuat dan perkasa, digunakan untuk menggambarkan citra Prabowo sebagai pemimpin yang tangguh dan siap menghadapi tantangan.

Penampilan ini menunjukkan upaya Prabowo untuk membangun citra dirinya sebagai sosok yang dekat dengan rakyat dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat.

Baca juga: Sosok yang Dikenal sebagai Wakil Menteri BUMN, Ini Dia Latar Belakang Pendidikan Rosan Roeslani yang Sekarang Menjadi Ketua Tim Kampanye Prabowo-Gibran

Ia mencoba untuk menghadirkan dirinya sebagai figur yang bisa dipercaya dan mampu memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Penggunaan kuda sebagai kendaraan kampanye merupakan simbol dari keinginannya untuk mencapai tujuan tersebut dengan kekuatan dan tekad.

Selama kampanye tersebut, Prabowo berhasil menciptakan citra dirinya yang berbeda dan mencolok.

Baca juga: Perjalanan Organisasi Prabowo Subianto: Dari Ketua Umum HKTI hingga Memimpin IPSI, Membentuk Masa Depan Indonesia

Pakaian khaki dan kuda menjadi identitasnya yang kuat selama masa kampanye.

Hal ini juga mencerminkan strategi pemasarannya untuk menarik perhatian dan simpati dari pemilih.

Dengan tampilan yang unik dan berkesan, ia berusaha untuk membedakan dirinya dari kandidat lain dan memenangkan hati pemilih.

Baca juga: Prabowo dan Gibran Janjikan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Visi Misi yang Diusungnya, Netizen Kritik Kurang Jelas

Selain itu, penggunaan pakaian khaki dan kuda juga dapat dilihat sebagai upaya Prabowo untuk merangkul nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal.

Kuda telah lama menjadi bagian penting dari budaya dan sejarah Indonesia dan penggunaannya dalam kampanye politik merupakan simbol dari kedekatan dengan akar budaya bangsa.

Dalam dunia politik yang sering kali didominasi oleh citra dan pencitraan, Prabowo dengan cerdas memanfaatkan elemen-elemen visual ini untuk membangun citra dan pesona dirinya.

Baca juga: Perjalanan Organisasi Prabowo Subianto: Dari Ketua Umum HKTI hingga Memimpin IPSI, Membentuk Masa Depan Indonesia

Penampilannya yang mencolok dan berkesan selama kampanye berhasil menarik perhatian publik dan menjadi topik pembicaraan yang hangat.

Selain itu, upaya Prabowo untuk memadukan unsur kepraktisan dan simbolisme dalam pemilihan pakaian dan kendaraan kampanyenya menggambarkan sisi-sisi berbeda dari kepribadian dan strategi politiknya.

Ia berusaha untuk tetap dekat dengan rakyat dan budaya lokal, sambil tetap menunjukkan ketegasan dan tekadnya dalam mencapai tujuan politiknya.

Baca juga: Perjalanan Organisasi Prabowo Subianto: Dari Ketua Umum HKTI hingga Memimpin IPSI, Membentuk Masa Depan Indonesia

Dalam konteks pemilihan umum, citra dan identitas visual dapat memainkan peran penting dalam membentuk persepsi pemilih terhadap seorang kandidat.

Prabowo Subianto dengan bijak memanfaatkan penampilan dan simbolisme ini untuk memperkuat pesan-pesannya selama kampanye. (*/Riski Endah Setyawati)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di: Google News

...

Artikel Terkait

wave

Yuk Intip Latar Belakang Pendidikan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur sekaligus Sebagai Tim Pemenangan Bakal Calon Presiden Prabowo-Gibran

Khofifah Indar Parawansa adalah Gubernur Jawa Timur, memiliki latar belakang pendidikan kuat dan karier politik yang cemerlang.

Kisah Hidup dan Cinta Keluarga Prabowo Subianto: Perjalanan yang Menginspirasi dan Penuh Tantangan

Berikut merupakan kisah hidup keluarga Prabowo Subianto yang penuh dengan sebuah tantangan dan juga rintangan.

Memulai Karier sebagai Seorang Pengusaha, Ternyata Rosan Roeslani juga Aktif Berpartisipasi dalam Berbagai Organisasi, Yuk Intip!

Rosan Roeslani pengusaha sukses dan pemimpin organisasi, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan UKM di Indonesia.

Dibalik Kesuksesan Rosan Roeslani, Ternyata Ia Memiliki Istri yang Dikenal dengan Busana Elegan dan Modis, Ini Dia Kisahnya

Rosan Roeslani menjabat sebagai Wamen BUMN dan istri Ayu Heni Rosan dengan ikon busana kebaya yang inspiratif.

Perjalanan Karier yang Mengesankan, Ternyata Rosan Roeslani Pernah Mendirikan Perusahaan dengan Sahabatnya Sandiaga Uno, Ini Dia Kisahnya

Perjalanan karir dan latar belakang Rosan Perkasa Roeslani pengusaha Indonesia yang saat ini sebagai ketua tim kampanye Prabowo-Gibran.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;