Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

KEt Foto: Sejumlah alat beroperasi mencari korban tertimbun longsor di tambang Lobu, Moutong
KEt Foto: Sejumlah alat beroperasi mencari korban tertimbun longsor di tambang Lobu, Moutong Source: (Foto/HO-Polres Parigi Moutong)

Parigi moutong, gemasulawesi – Kabar duka menyelimuti wilayah Kecamatan Moutong di penghujung tahun. Peristiwa tanah longsor hebat menerjang kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Lobu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada Minggu 28 Desember 2025.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, insiden maut ini telah merenggut sedikitnya dua korban jiwa. Namun, jumlah ini dikhawatirkan akan terus bertambah seiring dengan masih berlangsungnya proses pencarian di lokasi kejadian.

Pencarian Korban Hilang Terus Berlanjut

Hingga saat ini, suasana di lokasi PETI Desa Lobu terpantau sangat genting. Masyarakat setempat bersama sejumlah relawan tengah berupaya keras melakukan penyisiran di sela-sela timbunan material longsor.

Baca Juga:
Emas Berdarah Parigi Moutong di Balik Bayang-Bayang Hukum

Langkah ini diambil setelah adanya laporan mengenai beberapa nama pekerja yang dinyatakan hilang pasca-longsor terjadi. Medan yang sulit dan kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan utama bagi para relawan dalam mengevakuasi para korban yang diduga masih tertimbun.

Lokasi Diduga Dikelola oleh Dg Aras

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa lokasi tambang yang luluh lantak diterjang longsor tersebut merupakan area yang dikelola oleh seorang pria bernama Dg Aras.

Baca Juga:
Kabut di Tambang Parigi Moutong: "Gertak Sambal" Polda Sulawesi Tengah Dalam Penertiban PETI

Kegiatan pertambangan di wilayah ini diketahui beroperasi tanpa izin resmi (ilegal), yang secara otomatis meningkatkan risiko keselamatan bagi para penambang karena minimnya standar keamanan kerja dan prosedur perlindungan lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang terkait masih berupaya melakukan konfirmasi resmi mengenai total pasti korban jiwa dan langkah hukum yang akan diambil terkait aktivitas tambang ilegal di lokasi tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah Sulawesi Tengah di akhir tahun 2025 ini. (fan)

...

Artikel Terkait

wave

Lawan Pembungkaman, KKJ Sulteng Kecam Intervensi Satgas BSH Terhadap Kemerdekaan Pers

Keberadaan Satgas BSH Dinilai hanya akan menjadi "tameng politik" yang berpotensi mengkriminalisasi pekerja jurnalis di Sulteng.

Emas Berdarah Parigi Moutong di Balik Bayang-Bayang Hukum

Aktifitas tambang ilegal di Desa Buranga dan Tombi, hanya berjarak kurang lebih 40 kilometer dari Polres Parigi moutong.

Hanya Sehari Pasca-Penertiban Polda Sulteng, Kades Karya Mandiri Diduga Ijinkan Tambang Ilegal Kembali Beroperasi

Kepala Desa Karya Mandiri di Kecamatan Ongka malino Parigi Moutong diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal.

Sayutin Budianto Instruksikan Kader NasDem Parigi Moutong Tegak Lurus demi Restorasi 2029

Dalam arahannya, Sayutin menekankan pentingnya loyalitas tunggal seluruh kader dan legislator untuk tegak lurus mengikuti komando Ketua DPW.

Menatap Pemilu 2029: Nilam Sari Lawira Targetkan NasDem Pimpin DPRD Sulteng dan Parigi Moutong

Di bawah kepemimpinannya Nilam Sari Lawira yakin Nasdem akan menangkan perebutan dominasi suara di Wilayah Sulawesi tengah.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;