Nelayan Parigi Moutong Diminta Tidak Perjual Belikan Penyu Hijau

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kasat Polairud Parimo, AKP Sunarto. (Foto/Istimewa)

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi.com- Nelayan Kabupaten , diminta tidak memperjual belikan yang diketahui sebagai salah satu satwa dilindungi di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan, Kasat Polairud Polres (Parimo), Provinsi Sulawesi tengah, AKP Sunarto ,baru-baru ini kepada sejumlah media.

Baca: Nelayan Hilang di Poso dalam Pencarian

“Sebelumnya ada 31 ekor anak ditemukan oleh warga Torue terdampar di salah satu tambak,” tuturnya.

kata dia, adalah satwa yang harus dilindungi kelestariannya karena keberadaan satwa itu nyaris punah.

Baca: Koperasi di Parigi Moutong Merambah Sektor Usaha Lain

Salah bentuk kepedulian nelayan jika menemukan satwa terdampar di pesisir pantai adalah dengan melaporkan ke Polairud atau lembaga lainnya yang berafiliasi melindungi satwa liar yang hamper punah populasinya.

Baca: Populasi Burung Maleo Meningkat di Sulawesi Tengah

“Apalagi kalau ada yang diketahui dengan sengaja menangkap untuk diperjual belikan, laporkan ke kami dan akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ia menghimbau, kepada seluruh nelayan di untuk melepaskan kembali ke habitatnya jika ada menemukan secara tidak sengaja .

Ia mengapresiasi, partisipasi aktif dari masyarakat setempat yang turut melindungi keberadaan itu.

Baca: Satgas Covid19: Parigi Moutong Butuh PCR

“Jika satwa langka itu tertangkap atau tidak sengaja terjaring segera lepaskan, jangan berpikiran membawa ke darat untuk menjualnya,” tekannya.

Ia menambahkan, mengingat memiliki pesisir pantai dengan panjang kurang lebih 472 kilometer dan memiliki kekayaan beragam hewan laut, termasuk jenis-jenis yang dilindungi. Maka sangat penting untuk bersama-sama turut menjaga kelestariannya agar bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya. (wd/fan)

Baca: Masuk Zona Hijau, Parigi Moutong Aman Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.