Palu Kembangkan Kain Tenun Khas Bernuansa Historis

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Husaema (Foto/Pemerintah Kota Palu)

Berita , gemasulawesi – Pemerintah Kota (Pemkot) , Provinsi , kembangkan khas dengan bernuansa historis desain motif raja dan Tadulako atau sifat patriotik.

Hal itu diungkapkan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Husaema saat menghadiri seminar kembangkan motif Kota , di , Selasa 15 November 2022.

“Pemkot sedang melakukan kajian desain motif seiring meningkatnya permintaan khas daerah di kalangan kelompok lokal dan regional,” ucap Husaema.

Ia menjelaskan, pengembangan motif ini diperkuat dengan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas produk paten untuk memberikan jaminan terhadap klaim.

Baca: OPD Bersinergi Gencarkan Program Palu Menuju Kota Sehat

Motif kerajinan Kaili (penduduk asli) Lembah banyak dicari oleh pecinta maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah ini, di mana ditemukan khas sesuai kebutuhanMode digunakan untuk mempercantik diri dan sebagainya.

“Dengan meningkatnya tren ini, maka dirasa perlu dilakukan inventarisasi dan penentuan jenis dan nama motif khas yang ada di daerah ini,” kata Husaema.

Beliau mengatakan pada tahun 2021 mendapatkan surat pendaftaran DPI 16 kain tenun dari kota oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota (Litbangda) sebagai penginisiasi kegiatan pengembangan kain bermotif kelor .

Baca: Pemkot Palu Laksanakan Program Pelayanan Kesehatan Bergerak

Kemudian, pengumuman penggunaan kain motif kelor di ibu kota pada 10 Juli 2022 membuat minat konsumen yang besar untuk menggunakan tenun itu.

Husaema mengatakan, pengkajian motif baru ini searah dengan tenun sebelumnya.

Selain itu, pemerintah kota setempat menggunakan pakaian baju batik pada hari-hari tertentu, sehingga kain khas ini berpotensi untuk digunakan sebagai baju batik Pemerintah Daerah.

Baca: Pemkot Palu Ajak Semua Elemen Peduli Hak Anak

Ia juga menambahkan, meningkatnya peminat tenun juga akan berdampak pada perekonomian pelaku usaha industri kecil menengah (IKM) mereka yang khususnya sebagai perajin kain tenun khas.

“Berdasarkan survey dinas terkait, omset penenun khas Kota mengalami peningkatan. Pemkot juga berencana menghadirkan penenun khas daerah tersebut ke dalam inkubator bisnis, sebagaimana upaya pemerintah lebih dekat dengan pasar untuk mengenalkan produk lokal,” pungkas Husaema. (Dn)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.