Pemda Parigi Moutong Kaji Kenaikan PBB-P2 Minimal

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Rapat Rencana Kenaikan Tarif PBB-P2 Minimal di Ruang Kerja Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran. (Foto/Prokopim)

Berita , gemasulawesi.com- Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten , Provinsi Sulawesi Tengah, mengkaji kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) minimal.

Hal itu terungkap dalam rapat yang di pimpin Sekretaris daerah , Zulfinasran S.STP, M.A.P bersama sejumlah kepala dinas instansi terkait.

Baca: Proyek Pengadaan Smartphone di DP3AP2KB, Ini Spesifikasinya

“Terkait rencana kenaikan , saya harap bisa dikaji mendalam, memiliki regulasi yang jelas berdasarkan kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Lanjut dia, hasil rapat diharapkan tidak hanya menjadi retorika dan hanya pembingkai untuk pendapatandaerah. Tetapi tetap harus memperhatikan dengan kepentingan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat di lapangan.

Baca: Inspektorat Daerah Sulawesi Tengah Gelar Rapat Monitoring SPM

“Patut juga mempertimbangkan dampak dari kondisi pandemik covid-19 yang memberikan imbas luar biasa terhadap pertumbuhan dan pendapatan daerah,” terangnya.

Ia juga berharap, tim percepatan peningkatan pendapatan daerah yang menjadi peserta rapat, bisa memaksimalkan potensi yang ada untuk menjadi sumber pendapatan dengan ketentuan hasilnya 80 persen kembali ke OPD.

Baca: 17 Hektar Sawah di Kecamatan Balinggi Parigi Moutong Terendam Banjir

Rapat yang digelar di ruang rapat Bupati tersebut dihadiri Kepala Badan Pendapatan Daerah Masdin S. Sos, M. Si, Kepala Badan Pengelola Keuangan, Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Yusrin Usman SE, MM, Inspetur Inspektorat Kabupaten Adrudin Nur, S.Pd, M.Si, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Parimo Irwan, SKM, M.Kes dan perwakilan OPD Terkait lainya. (*/fan)

Baca: Parigi Moutong Gali Potensi Pendapatan Daerah melalui Pajak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.