Peluang Parigi Moutong Mendukung IKN dari Sektor Pertanian

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Staf Khusus Mentan Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi, di Pantai Mosing Parimo Minggu 20 November 2022. (Foto/Pataruddin)

, gemasulawesi – Keberadaan Ibukota Negara () membuka peluang untuk melakukan kerjasama dari sektor pertanian dalam rangka dan pengembangan superhub ekonomi melalui Kerjasama dengan pihak Otorita .  Pengembangan kerjasama tersebut dilakukan dengan mengacu pada RTR KSN Ibu Kota Nusantara dan RTRW Pulau Kalimantan. Salah satu sektor yang dapat dikerjasamakan dengan daerah mitra adalah sektor pertanian dan ketahanan .

“Lingkup kerjasama meliputi pemanfatan dan peningkatan kualitas jalan, irigasi sarana produksi pertanian dari hulu-hilir,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin selaku keynote speaker yang diwakili Staf Khusus Mentan Bidang Komunikasi Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi, di Pantai Mosing Parimo Minggu 20 November 2022.

Dalam acara lokakarya kesiapan mendukung di Kabupaten , Mentan melalui Yesiah Ery Tamalagi menjelaskan potensi yang bisa dikembangkan Kabupaten .

Baca: BMKG Sulut Peringatkan Warga Potensi Gelombang Tinggi

“Potensi pertanian di kabupaten didominasi oleh komoditas hortikultura, yaitu cabai rawit dan cabai merah 977 Ha, bawang merah 205 Ha, dan kacang Panjang 128 Ha. Selain itu Potensi lainnya adalah pengembangan industri pengolahan di seperti : pengolahan beras premium, industri pengolahan makanan dan minuman berbasis buah dan sagu, serta pengolahan obat herbal,” jelas Mentan RI.

Saat ini, lanjutnyq, dukungan Kementerian Pertanian di kabupaten adalah berupa APBN untuk pengembangan komoditas padi, ubi kayu, kakao, bawang putih, bawang merah dan aneka cabai.  Selain APBN terdapat DAK bidang pertanian untuk irigasi air tanah dangkal.

Visi dan tujuan Ibu Kota Negara () adalah “Kota Dunia Untuk Semua”. Maknanya adalah merupakan simbol identitas nasional, kota berkelanjutan di dunia dan penggerak ekonomi di masa depan.

Baca: Masjid Al Muttaqim Jadi Posko Pengungsian

Deliniasi Kawasan IKN terdiri dari Ibu Kota Negara seluas 256 ribu Ha dan Kawasan Ibu Kota Negara seluas 56 ribu Ha. Kawasan pengembangan pertanian berada pada Kawasan Hijau Utara yang diperuntukan untuk pertanian, penelitian dan ekowisata.

Rekomendasi kebijakan membangun ketahanan pangan di IKN dalam jangka pendek adalah: (1) menyediaakan pangan pokok dengan memobilisasi sumberdaya ekisting di IKN, (2) Memperbaiki system distribusi pertanian antar pulau, dan (3) Membangun system distribusi produk pertanian IKN.

Langkah implementasi membangun ketahanan pangan IKN meliputi: (1) Identifikasi kondisi eksiting dan efisiensi saluran distribusi pangan, (2) Melakukan proyeksi kebutuhan pangan di IKN, dan (3) Membangun infrastruktur distribusi.

Baca: Belasan Juru Parkir Liar Kota Palu Terjaring Razia

Kebutuhan pangan di Kalimantan Timur saat ini dengan jumlah 3,57 juta jiwa untuk beras dibutuhkan sekitar 295,8 ribu ton/tahun, jagung 275,3 ribu ton, cabai merah 10,2 ribu ton, telur 29,4 ribu ton, daging ungags 39,8 ribu ton, gula pasir 31,3 ribu ton dan minyak sawit sekitar 34,5 ribu ton.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut dibutuhkan lahan pertanian sekitar 96 ribu Ha dengan rincian untuk padi 60 ribu Ha, jagung 21 ribu Ha, bawang merah dan cabai 5 ribu Ha. ***

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.