Pemprov Sulteng Andalkan Petani Lokal Penuhi Stok Pangan 2023

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng Nelson Metubun (Foto/Irfan/gemasulawesi)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengandalkan produksi untuk memenuhi ketersediaan Tahun Baru 2023.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura (TPH) Sulteng Nelson Metubun saat ditemui di Palu, Senin 26 Desember 2022.

“Produksi sejumlah stok komoditas pangan petani di Sulawesi Tengah (Sulteng) sangat mencukupi, bahkan berlebih,” ucap Nelson Metubun.

Ia mengatakan, produksi gabah kering panen (GKG) periode Januari hingga Desember 2022 sebanyak 771.525 ton atau setara 450.548 ton dikonversi menjadi beras, sedangkan total konsumsi per tahun sebanyak 363.838 ton atau lebih sebesar 86.710 ton.

Baca: Pemprov Sulteng Minta Petani di Napu Perluas Lahan Hortikultura

Konsumsi beras tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2021, menurutnya, khususnya sebesar 358.073 ton, dan kecenderungan peningkatan konsumsi terjadi pada saat perayaan hari besar keagamaan.

“Sesuai perintah Menteri , waktu Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan Alhamdulillah kebutuhan Provinsi Sulawesi Tengah terutama kebutuhan pokok terpenuhi,” kata Nelson.

Selain beras, menurutnya jagung juga sangat masuk memadai, dengan total produksi 482.117 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi 7.092 ton, surplus 475.025 ton.

Baca: Buah-buahan Indonesia Dominasi Ekspor Hortikultura

Sementara itu, tanaman hortikultura masuk dalam daftar kebutuhan sehari-hari masyarakat dengan volume produksi cukup banyak, seperti cabai besar dengan stok produksi 5.190 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi 2.189 ton, atau surplus 3.000 ton.

“Demikian pula dengan cabai rawit mencatat surplus 12.631 ton dengan total produksi 19.383 ton dari total kebutuhan masyarakat 6.753 ton,” kata Nelson.

Ia juga mengatakan, harga beras hingga saat ini masih stabil di Rp 10.500 per kilogram, begitu juga dengan harga bahan pokok jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih juga stabil kecuali harga beras. cabai Grande saat ini harganya Rp 40.000 per kilogram dan cabai rawit Rp 55.000 per kilogram, namun masih dalam batas harga yang wajar.

Baca: Pemkot Palu Rencana Kembangkan Komoditas Hortikultura

Dia menambahkan produksi bawang merah sebanyak 2.981 ton dengan kebutuhan konsumsi 6.845 ton dan produksi bawang putih sebanyak 114 ton dengan kebutuhan konsumsi 2.428 ton. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.