Personil Parimo Tagana Akan Dilatih Jadi Tim Rescue Air

<p>Foto: Personil Tagana Parimo dilatih jadi tim rescue.</p>
Foto: Personil Tagana Parimo dilatih jadi tim rescue.

Gemasulawesi– Sebanyak delapan orang personil Tagana Parimo, Sulteng, akan menjalani latihan untuk dipersiapkan Pemda menjadi tim Rescue air pada kegiatan SAR laut.

“Belum ada personel Tagana spesifik dan spesialis untuk SAR laut. Saat ini semua personel masih memiliki keahlian Rescue darat,” ungkap Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Parigi Moutong Ariesto, yang dihubungi, Rabu 28 Juli 2021.

Tujuan pelatihan tim rescue air untuk personil Tagana, untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan pelayaran.

Baca juga: Dinsos Parimo Buka Kegiatan Tagana Masuk Sekolah

Peningkatan kapasitas kegiatan penyelamatan sangat penting bagi personil Tagana, sebab hal itu berkaitan dengan tugas dan fungsi organisasi berkecimpung di bidang sosial dan kemanusiaan serta berkaitan dengan kegiatan SAR.

Kemudian, hal itu dijadikan dasar, Pemda mendatangkan instruktur atau pelatih profesional agar para peserta disiapkan menjadi tim rescue air, diperkuat dengan kepemilikan lisensi sebagai bentuk pengakuan atas keahlian di bidang penyelamatan.

“Kami mengutus delapan orang personel Tagana ikut dalam pelatihan atau kursus ini, dan mereka mahir berenang dan menyelam. Pelatihan ini lebih memperdalam teknik penyelaman khusus penyelamatan,” ujarnya.

Baca juga: Disdikbud Harap Tagana Masuk Sekolah Lanjut Hingga SMP

Peserta pelatihan tim rescue air saat ini, sedang mengikuti materi diving open water diver yang berlangsung di pantai Kecamatan Tinombo, dalam materi itu juga mencakup skenario kecelakaan penyelaman, keterampilan menyelamatkan diri, pencegahan dan manajemen kecelakaan.

Tim rescue penting untuk suatu daerah

Tim rescue air penting untuk Parimo, karena kabupaten ini memiliki garis pantai sepanjang 472 kilometer berada di kawasan Teluk Tomini. Dan tidak menutup kemungkinan berpotensi terjadi kecelakaan pelayaran di kawasan itu dan membutuhkan SAR khusus.

“Jika mereka sudah mahir dan mendapat lisensi, itu artinya baru Tagana Parigi Moutong memiliki spesialis rescue air atau laut di Sulawesi Tengah,” kata dia.

Menurutnya, suatu daerah perlu memiliki tim rescue khusus, difasilitasi Pemda di lingkungan unit kerja daerah, dalam rangka mempercepat respon dan proses pertolongan terhadap peristiwa membahayakan kondisi keselamatan jiwa, terlebih saat menghadapi situasi darurat bencana.

“Tagana sebagai organisasi sosial kemanusiaan tentu perlu memiliki keterampilan sesuai dengan tugas mereka, terlebih memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan operasi penyelamatan dan evakuasi pada medan sulit baik di darat maupun air,” tutupnya. (***)

Baca juga: Tagana Parimo Bantu Evakuasi Korban Gempa Majene

...

Artikel Terkait

wave

PMI Parimo Minta Dukungan Pemda Bangun Unit Transfusi Darah

PMI Parimo, Sulawesi Tengah minta dukungan Pemda bangun unit transfusi darah, mengingat kebutuhan darah masalah setiap tahun bagi resipien

Gubernur Rusdy Mastura Akan Realokasi Anggaran Sulteng

Gubernur Rusdy Mastura akan mempertimbangkan melakukan realokasi anggaran Sulawesi Tengah untuk memenuhi kebutuhan prioritas.

Update Gempa Touna: Aktivitas Kembali Normal

Dari update gempa Touna Sulawesi Tengah, BPBD menyebut aktivitas warga kembali normal, layanan di instansi pemerintahan dan non pemerintahan

Kemendes PDTT Hibah Kendaraan Roda Empat ke Parimo

Kemendes PDTT memberikan bantuan hibah kendaraan roda empat sebanyak enam unit ke Pemda Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pasca Gempa, BPBD Touna Minta Masyarakat Tetap Waspada

BPBD Touna, Sulawesi Tengah, meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik dan selalu waspada dengan potensi ancaman gempa susulan.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;